Kategori: Almamater | Diterbitkan pada: 18-10-2007 |

uin-sgd-bandung

Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) terletak di Jl. A.H. Nasution No. 105, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung, 40614. Untuk lebih mengenal UIN SGD, silahkan kunjungi www.uinsgd.ac.id

Saya mendaftar ke UIN SGD pada tahun 2002. Saat itu, namanya masih Institut Agama Islam Negeri (IAIN) SGD. Alhamdulillah saya diterima di Jurusan pilihan pertama saya, yaitu Jurusan Ilmu Komunikasi Konsentrasi Jurnalistik, dengan NIM: 202 203 833. Dan saya sangat beruntung mendapat bimbingan dosen wali bernama Bapak Dindin Solahudin, MA. Beliau patut menjadi suri tauladan. Cedas, sabar, dan penuh perhatian.

Mahasiswa Jurusan Jurnalistik angkatan 2002 dibagi menjadi dua kelas, A dan B. Saya sendiri kebagian duduk di bangku kelas A. Meski begitu, saya sering ikut kuliah di kelas B.

Hubungan dengan para dosen terasa lebih dekat. Saya memiliki banyak kesempatan untuk belajar di luar jam kuliah kepada beberapa orang dosen. Misalnya Bapak Agus Ahmad Syafei, Bapak Asep Saepul Muhtadi, Bapak Enjang AS, Bapak Enjang Muhaemin, dsb. Umumnya dosen UIN SGD bersikap terbuka, serta bersahabat dengan mahasiswa. Hanya segelintir saja yang suka jaim-jaiman. Tentu, saya tidak akan menyebut nama-nama dosen yang terlalu jaim dan atau takut tersaingi oleh mahasiswa.

Saya akan selalu mengenang dosen-dosen UIN SGD, baik Jurusan Jurtnalistik maupun dosen jurusan lainnya, yang selama kuliah telah banyak berjasa dalam membimbing saya secara formal dan non-formal. Di antaranya pak Asep Saeful Muhtadi, Pak Agus Ahmad Syafei, Pak Enjang A.S., Pak Dindin Solahudin, Pak Hamzah Tarmizi, Pak Anip Arifani, Pak Enjang Muhaemin, Pak Yedi Hendrawan, Pak Asep Syamsul M. Romli, Pak Dellyana, Pak Dadan Suherdiana, Pak Haris Sumadiria, Pak Ujang Saefulloh, Pak Zaenal Mutaqin, Pak Endin Nasrudin, Pak Dindin Dimyati, Pak Tjutju Tjuarna, Ibu Sri Hendriani, Pak Zaenal Mukarom, Pak Subagio Budi Prayitno, Ibu Siti Sumiati, Pak Encep Dulwahab, Pak Ahmad Gibson Al-Bustomi, Pak Bambang Q. Anees, dsb.

Alhamdulilah saya telah menuntaskan study di UIN SGD Bandung pada Bulan Agustus 2007, dengan meraih IP 3, 23. Saya ikut wisuda angkatan ke-46 pada tanggal 8 September 2007.

Banyak kawan-kawan mahasiswa angkatan 1998, baik jurusan Jurnalistik maupun jurusan lain, yang selalu saya kenang. Di antaranya Lia Djamaliyah, Wida Farida, Wiwin Pujasari, Retna Komalasari, Badriyanto, Ramdan Agus Salman, Ence Irin, Enuy Nurhayati, Erni Sumiati, Eva Andriyani, Fuad Fauzy, Ilmi Ihsana, Indra Permana, Iniyani Sariningsih, Iqbal Riyadi, Irfan Abdurahman, Isep Saeful Milah, Ita Eritharina, Iwan Setiawan, Kurniasari, Lailatul Rahmah, Lia Ismayanti, Lukmanul Hakim, Lutfi Anwar, Iman Khoeruman, Mas Azizah, Abu Khamid, Agus Abdurohman, Agus Rosyidin, Arif Budianto, Aris Yuliadi, Arsad Anwar, Arti Nurdianti, As-as Nurasni, Asep Diden, Asep Ganjar, Asep Ihsan, Atep Zaenudin, Cecep Winajaya, Dadang Anwar, Dede Zeni, Deni Haryono, Dewi Yulianti, Dikdik Nurhakim, dsb

Di antara kawan-kawan seangkatan, Ence Irin termasuk mahasiswa yang paling cerdas. Ada seorang sahabat mahasiswi yang saya kenal sejak tahun 1998 karena namanya unik. Dibolak-balik pun namanya tidak akan berubah. Selain cantik, ia pun termasuk mahasiswi yang cerdas, sopan, baik hati, dan rendah hati. Pertama kali mengenalinya, waktu ia masih aktif di Forum Alternatif Sastra (FAS). Lahirnya di Pandeglang Banten pada 24 Juli 1979. Ia telah menuntaskan masa pendidikan S-1 pada tahun 2001, dengan menulis skripsi berjudul “Analisis Kuasa Michel Focault terhadap Gender dan Pembangunan (Gender and Development/GAD)”. Bahkan ia pun sudah menuntaskan meraih gelar magister pada tahun 2004, dengan mempersembahkan sebuah tesis berjudul “Kesetaraan Gender dalam Pemikiran Tasawuf lbnu Arabi”. Kini ia menjadi dosen Filsafat Sosial di Fakultas Ushuludin UIN SGD.

Ketika masih aktif di FAS, ia pernah berjasa menyumbangkan ide cerita mengenai Raja Dzulkarnain dan Legenda Rangkas Bitung. Saya mencoba mengembangkan idenya yang cemerlang itu, dan lahirlah sebuah cerita berbahasa Sunda berjudul “Géhgér Raja Dzulkarnaen”, dimuat menjadi cerita bersambung di Koran Sunda Mingguan Kudjang. Terimakasih, HannaH. “Kini namamu akan berubah jika dibolak-balik, karena sekarang di belakang namamu ada tambahan: M.Ag”.***

 

angkatan-02

Kawan-kawan Mahasiswa Jurusan Jurnalistik, Angkatan 2002

di-depan-masjid-uin

Di teras Masjid UIN Sunan Gunung Djati Bandung

wisuda