Kategori: Obituari | Diterbitkan pada: 31-12-2009 |


TIDAK banyak tokoh di Indonesia yang memiliki keberanian, terbuka, jauh dari kemunafikan seperti Gusdur. Pemikirannya dan pernyataannya yang satu langkah lebih maju dari para tokoh lainnya, sering-kali menjadi kontroversi. Tapi setelah terjadi, barulah orang-orang berkata, “Oh, berarti benar seperti yang dikatakan Gusdur”.

 

Meski matanya tidak sempurna, tetapi mata jiwanya sangat tajam. Ia bisa melihat apa yang tidka terlihat oleh manusia yang punya mata normal. Gusdur adalah sang pemersatu bangsa, yang tidak alergi terhadap nilai kebudayaan bangsa,  menghormati penganut agama lain, dan sangat peduli terhadap keadaan bangsa ini. Jelas, ia sosok kharismatik yang dicintai rakyat. Sejarah telah mencatat bahwa Gusdur pernah menjabat sebagai Presiden RI keempat, mulai 20 Oktober 1999 sampai 24 Juli 2001.

 

Selamat jalan Gus, saya dan tentu saja seluruh kaum muslimin wal muslimat mengantarkan dengan do’a yang tulus. Semoga Gusdur mendapat tempat mulia di sisi Allah SWT, amiiin.

 

KH. Abdurachman Wahid, Lahir di Denanyar, Jombang, Jawa Timur, 7 September  1940, di rumah Pesantren milik kakeknya dari pihak ibu. KH. Bisri Syansuri. Ada juga yang berpendapat Gusdur lahir tanggal 4 Agustus 1940, dan bahkan biasa dirayakan tanggal tersebut sebagai kelahirannya. Namun, jika merunut tanggal kelahiran menurut kalender Islam,  yakni tanggal 4 bulan 8,  berarti Gusdur terlahir pada 7 september 1940.

Namun, sekarang bukan saatnya mempermasalahkan kelahiran Gusdur. Sebab, kini Gusdur telah dipanggil Yang Maha Kuasa, pada  hari Rabu, 30 Desember 2009, Pukul 18.45 WIB, di  Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.***

 

DHIPA GALUH PURBA