Kategori: Obituari | Diterbitkan pada: 31-12-2009 |
TIDAK banyak tokoh di
Meski matanya tidak sempurna, tetapi mata jiwanya sangat tajam. Ia bisa melihat apa yang tidka terlihat oleh manusia yang punya mata normal. Gusdur adalah sang pemersatu bangsa, yang tidak alergi terhadap nilai kebudayaan bangsa, menghormati penganut agama lain, dan sangat peduli terhadap keadaan bangsa ini. Jelas, ia sosok kharismatik yang dicintai rakyat. Sejarah telah mencatat bahwa Gusdur pernah menjabat sebagai
Selamat jalan Gus, saya dan tentu saja seluruh kaum muslimin wal muslimat mengantarkan dengan do’a yang tulus. Semoga Gusdur mendapat tempat mulia di sisi Allah SWT, amiiin.
KH. Abdurachman Wahid, Lahir di Denanyar, Jombang, Jawa Timur, 7 September 1940, di rumah Pesantren milik kakeknya dari pihak ibu. KH. Bisri Syansuri.
Namun, sekarang bukan saatnya mempermasalahkan kelahiran Gusdur. Sebab, kini Gusdur telah dipanggil Yang Maha Kuasa, pada hari Rabu, 30 Desember 2009, Pukul 18.45 WIB, di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM),
DHIPA GALUH PURBA



