Kategori: Ruang Publik | Diterbitkan pada: 18-09-2008 |

Assalmu’alaikum.Wr.Wb.

Haturnuhun Kang Purba, sudah menjawab surat saya. maaf ya, saya baru kirim surat lagi.

Alhamdulillah, Allah telah memberikan kesibukan pada saya, meskipun masih muda, selama tahun 2008 ini saya dipercaya oleh kepala desa, untuk menjadi Ketua TPS dalam pemilu Gubernur dan pemilu Bupati yang beberapa minggu yang lalu sudah berlalu. Bangga rasanya mendapatkan kepercayaan besar seperti itu. ya… saya selalu berharap semoga ini merupakan jalan untuk menuju kehidupan saya yang lebih baik lagi. Saya selalu berusaha tidak menolak setiap kali ada kesempatan, yang bisa menambah ilmu bermanfaat buat saya.

Kang Purba…! sekarang lagi sibuk apa nih. kalo ada shooting, boleh dong saya diajak, sekedar jadi figuran tidak apa! O ya….Kapan nih kang purba main kerumah saya? Kalo akang menuju bogor, nantikan melewati jalan raya jampang -parung, nanti dikanan jalan ada gerbang perumahan Telaga Kahuripan, disitu ada ojek tinggal tanya nama perusahaan Nanoss Jaya Tenda. pasti kenal, apalagi jika disebutkan nama orang tua saya. He he he…ngetop yah…

Tak lupa kang…. dibulan penuh berkah ini, saya ingin mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah puasa, semoga segala amal ibadah kita diterima Allah SWT.

Nyata memang jika Syetan selalu menguntit kita, mencari celah kelengahan untuk menggoda. jika dalam keadaan puasa, saya berada di pasar, selalu saja kita hampir tergoda melihat makanan atau minuman, untunglah dalam pertempuran itu saya bisa mengalahkannya. Syetan terkapar lalu lari terbirit-birit, tapi…namanya juga syetan tidak pernah kapok dia datang lagi-datang lagi.

Dulu sewaktu kecil, ketika puasa saya sering mandi, pada saat mandi itulah, ketika mengguyurkan air ketubuh, saya meminum air yang sedang mengalir ketubuh saya. jika ingat, sungguh bodoh saya ini, apa artinya puasa seperti itu, bukankah sebaiknya tidak puasa saja toh puasa kita sudah percuma. dan bukankah Allah Maha melihat. tapi…karna masih kanak2 pastilah Allah berbaik hati untuk tidak menuliskan tinta merah dalam buku dosa saya.

Saat ini, saya jadi berfikir, agar tidak mudah tergoda untuk membatalkan puasa. memantapkan hati agar puasa ini hanya semata-mata karena Allah. meskipun badan ini lunglay dan terjatuh…! Karena kepada-Nya kita akan kembali.

Maaf Kang Purba kalo suratnya kepanjangan.

Sudah dulu yah, saya tunggu balasannya.Terimakasih.

Wassalam.

Nano Supriatno