Solusi Hilang Kunci Mobil, Yang Aman dan Tidak Terlalu Mahal

Catatan Malam DHIPA GALUH PURBA

Saya menulis catatan ini dikarenakan mengalami sendiri. Bahkan tidak hanya kunci mobil yang hilang, melainkan satu paket dengan dompetnya yang berisi SIM A dan STNK. Tapi dalam catatan ini, saya hanya ingin berbagi mengenai kunci. Untuk masalah SIM dan STNK, akan saya tulis pada bagian yang terpisah.

Kunci mobil saya hilang di Bandung. Tepatnya jatuh pada saat saya sedang ceroboh. Lebih ceroboh lagi karena saya tidak punya kunci cadangan. Beberapa kali saya melihat tukang duplikat kunci, terpikir untuk membuat kunci cadangan, tetapi selalu tidak jadi dengan berbagai alasan. Intinya saya sangat ceroboh. Begitu kuncinya hilang, saya kelabakan tidak bisa menyalakan mesin mobil.

Namun saya selalu berhusnudzon. Mempermasalahkan kecerobohan bukanlah sebuah solusi. Jalan keluarnya adalah bagaimana caranya agar mesin mobil bisa dihidupkan lagi. Ada dua cara yang bisa ditempuh pada saat kehilangan kunci mobil.

1. Membeli kunci pintu dan kunci kontak yang baru. Beres… bagi yang kebetulan dompetnya lagi tebal. Bagaimana kalau sedang kere? Minimal punya uang pas-pasan? Berarti cara ini bukan solusi bagi yang dompetnya sedang tipis.
2. Membuat duplikat kunci, dengan cara meminta tukang kunci yang sudah berpengalaman, untuk membuat kunci baru dengan panduan pintu mobil dan kontaknya. Harganya tidak akan semahal membeli kunci kontak yang baru yang bisa mencapai jutaan. Ketika saya menanyakan harga kunci kontak orsinil untuk mobil saya, harganya 3,5 Juta.

Saya menyarankan untuk menggabungkan dua solusi diatas. Pertama, untuk kunci pintu, tidak bisa ditolelir lagi: Harus diganti yang baru. Pokoknya, walaupun kunci mobil kita ada yang mengembalikan, tetap harus diganti. Bukan menanamkan benih-benih kecurigaan, melainkan untuk ketenangan kita, agar mobil yang kita sayangi tetap aman. Saya menyarankan mengganti kunci pintu, karena harganya tidak terlampau mahal. Untuk kunci mobil Honda jenis Ferio, harganya hanya Rp 85.000,-. Banyak di toko onderdil, seperti yang berjajar di Banceuy. Pokoknya, ganti saja!

Sedangkan untuk kunci kontak, saya sarankan tidak perlu diganti. Lebih baik, dibongkar saja. Kalau bisa sendiri, ya lebih bagus. Tapi kalau tidak bisa, nyuruh saja ke montir. Lalu, bawa kontaknya ke tukang duplikat kunci. Waktu kemarin, saya kebetulan berkenalan dengan tukang duplikat kunci di daerah Jl. Cinunuk, Bandung (tepat di sebrang Borma).

Lalu, waktu, saya meminta untuk mengubah kuncinya. Dan kebetulan dia bisa dan paham maksudnya. Setelan kuncinya diubah, dengan cara mengutakatik kuningannya, dan dibuatlah kunci yang baru. Jelas, kunci mobil yang lama tidak akan berlaku lagi. Itu tidak masalah, karena tujuannya memang agar kunci lama tidak bisa digunakan lagi. Upahnya Rp 75 Ribu. Mungkin bisa ditawar, tetapi saya tipe orang yang tidak suka menawar. Saya berpikir simple saja: kalau saya dikasih uang 500 Ribu pun tidak akan bisa membuat sebuah kunci, apalagi hanya 75 Ribu.

Sudah kan, hati pun menjadi tenang. Kalau suatu hari ada yang mengembalikan kunci, tidak masalah, langsung buang saja (dan kebetulan kunci saya memang ada yang mengembalikan).

**

Tapi, kalau kita yakin kunci kita hilang di rumah atau jatuh di laut, misalnya, tidak masalah membuat kunci yang sama dengan kunci yang hilang. Asal kita yakin saja, tidak akan ada orang yang berkesempatan untuk menduplikasinya. Kalau mau begitu, tidak usah repot-repot dibuka kontaknya. Panggil saja tukang kuncinya. Tapi… tukang duplikat kunci pun ada kelas-kelasnya.

Misalnya, tukang duplikat kunci yang di Borma Antapani, dia hanya melihat lubang kunci dengan bantuan lampu senter, tanpa harus membongkarnya. Lalu, dia buat kuncinya, dan ketika dicoba, benar-benar bisa. Kemampuan seperti itu, bagi saya tidak terlalu mengherankan, meski tetap saya mengafresiasi kejeniusannya. Hanya dengan melihat, dia bisa membuat kunci. (Kalau tukang kunci itu sudah pindah, bukan salah saya ya. Mungkin saja sekarang tukang kunci jenius itu sudah dipekerjakan dengan gaji menggiurkan di tempat lain. Masalahnya orang berkemampuan seperti itu banyak yang membutuhkan).

Sebelumnya saya pernah mengetahui kejeniusan Ujang Sutimo, seorang pengusaha besi dari Panjalu yang memiliki kejeniusan luar biasa. Dia pernah membuat pipa besi yang rumit untuk memperbaiki saluran gas, hanya dengan cara melihat-lihat, tanpa mencatatnya dalam kertas. Dia mampu mengingatnya, dan sanggup mengerjakannya dengan sukses. Di dunia besi, seperti Jatayu, Kebonsirih, Jalan Bogor, sepertinya tidak asing lagi dengan kejeniusan Ujang Sutimo. Makanya, saat memperhatikan tukang kunci yang hanya melihat-lihat lubang kunci, saya jadi terningat Ujang Sutimo.***

COMMENTS

  • deni hamdani

    waah ga terpikirkan sebelumnya bahaya hilang kunci… terus diduplikasi. lebih aman diganti.setuju banget kang daripada nanggung resiko.artikrlnya ringan tp bermanfaat dan informatif.haturnuhun kang.sukses selalu…

Leave a Comment

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>