Kategori: Tourism | Diterbitkan pada: 11-11-2008 |
Oleh ROCHAJAT HARUN
Bagi dunia kepariwisataan Indonesia adalah suatu berita yang menggembirakan, bahwa pada bulan Desember 2008, sejumlah besar wisatawan dari Arab Saudi akan datang ke Jawa Barat. Sedikitnya ada 500-1000 wisatawan asal
Hal ini dimungkinkan setelah disepakatinya kerja sama untuk mendatangkan wisatawan ke Jabar antara Arsita, PHRI, dan perusahaan Khobaraa Al Saudi Holding Company di Bandung, pada hari selasa 4 November 2008. Kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman mengenai kerja sama pariwisata antar negara oleh Kadin Jabar dan Kadin Jeddah, Arab Saudi, pada Agustus lalu.
Rencana ini merupakan hal yang menggembirakan. Namun demikian, diperlukan kematangan persiapan sehingga tidak mengecewakan para turis
Pada kesempatan ditanda tanganinya kerja sama mengenai penyusunan jenis paket wisata tadi, Nicolaus Lumanauw dari Asosiasi Travel Indonesia (Asita) sempat mengungkapkan, bahwa paket wisata yang dilakukan adalah 10 hari 9 malam dengan tujuan Jakarta-Bogor-Bandung-Ciater-Jakarta. Kemudian kembali ke Arab Saudi. Adapun daya tarik yang dijual yakni keindahan alam, udara yang sejuk, dan kedekatan emosional antara penduduk Arab Saudi dan masyarakat Jabar yang mayoritas muslim.
Ketua Kompartemen Pariwisata Kadin Jabar Yahya Mahmud memaparkan, penandatanganan kerja sama ini memiliki dampak yang cukup besar bagi perekonomian di Jabar, tidak hanya bagi pariwisata. Terlebih lagi pada tahun 2009, gubernur Jabar telah mencanangkan agar Kadin Jabar mampu berkontribusi untuk mendatangkan 30-40 % wisawan dari Timur Tengah ke Jabar, dari total kunjungan wisatawan Timur Tengah secara nasional.
Sementara itu, perwakilan Khobaraa Al Saudi Holding Company Khalid S. Al Musa menyambut baik kerja sama tersebut. Kedepan, diharapkan bisa berlangsung secara kontinyu. Apalagi bagi penduduk Arab Saudi,
Kedua, perlu dicermati secara seksama tentang latar belakang sosial budaya dari wisatawan yang satu ini. Misalnya tentang pola makan, kebiasaan mereka dalam pergaulan, adat istiadat, bahasa, seni budaya yang mereka inginkan. Bahkan kalau perlu dapat diketahui tentang kebiasaan mereka dalam mandi maupun buang air besar (berak). Sebab, saya punya pengalaman kecil dulu tahun 70-an sewaktu saya ngawal orang Jepang. Kami nginap di sebuah hotel di
Ketiga, sarana dan prasarana Hotel, perlu disesuaikan dengan kesenangan dan kebutuhan mereka. Walau kita sediakan hotel mahal berbintang
Ketiga, tersedianya pramuwisata yang tidak hanya fasih berbahasa arab dan Inggris, tapi perilaku, sifat dan dandanan pakaian yang wajar. Tidak sensual dan seksi yang mungkin saja menggoda mereka. Sebab masyarakat dari Timur Tengah biasanya lebih mudah terangsang. Beda dengan para turis yang berasal dari Erpah dan Amerika.
Empat, suguhan kesenian kepada mereka, hendaknya tidak sembarangan asal lagu maupun gerakan gual-geol saja, atau ajrag ajragan seperti nyanyian-nyanyian pop atau rok, atau dangsa-dangsa, yang dewasa ini sedang menjamur di negara kita.
Akhirnya, adanya rencana kunjungan wisatawan dari Arab Saudi ini, merupakan peluang besar, tidak hanya untuk peningkatan PAD Jawa Barat saja, tapi juga sekaligus sebagai salah satu upaya meningkatkan citra, kualitas dan kuantitas kepariwisataan Indonesia. Kita sudah mentargetkan 7 juta wisatawan mancanegara masuk ke













Kabar yang sangat menggembirakan bagi insan pariwisata Indonesia…Jawa Barat khususnya……
Semoga dengan datangnya para wisatawan arab ini kepariwisataan indonesia dapat menunjukan kualitasnya………….hal ini dapat menjadi peluang bagi pariwisata Indonesia untuk membuktikan dan mengembangkan pariwisatanya…setelah indonesia dikatakan sebagai Travel Warning!!!!!!
SUKSES…………………
Menarik wisatawan dari arab nampak baru dunia pariwisata kita. Nampak perlu promosi khusus untuk itu. ini perlu dilakukan karena Negara Arab di indonesia tidak hanya terkenal dengan sumbangan untuk pembagunan mesjid, mungkin juga kuntitas kehadiran wisatawan dari Arab perlu kita garap demi devisa bagi negara ini.
BAGUS PAK
Menarik wisatawan dari Arab nampak baru dunia pariwisata kita. Nampak perlu promosi khusus untuk itu. ini perlu dilakukan karena negara-negara Arab di Indonesia tidak hanya terkenal dengan sumbangan untuk pembagunan mesjid, jadi sebuah keharusan kehadiran wisatawan dari Arab perlu kita garap demi devisa bagi negara ini.
Ass…
wisatawan asal Saudi Arabia akan menghabiskan masa wisatawannya di Indonesia merupakan suatu hal unik ynag selama ini jarang diadakan oleh beberapa pihak. Menjadi suatu daya tarik yang sangat berbeda dan jarang dilakukan akan menjadi sesuatu hal yang baru dan menaraik minat wisatawan domestic maupun wisatawan asing. Sehingga, dibutuhkan ootivasi dan dorongan-dorongan dari semua pihak guna terwujudnya kegiatan ini khususnya pemerintah yang berperan utama untuk memerhatikan perkembangan pariwisata di Indonesia dan hubungan baik dengan Negara di beberapa kawasan di Asia.