Kategori: Almamater | Diterbitkan pada: 18-10-2007 |

Lokasi bangunan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri Panjalu terletak di Jl. Raya Timur No. 219, Panjalu, Ciamis, 46264. Sangat kondusip untuk kegiatan belajar-mengajar, karena cukup jauh dari keramaian. Suasananya tentram, didukung oleh udara yang sejuk. SMPN Panjalu berseberangan dengan Situ Ciater. Biasanya saya naik mobil angkutan dari Simpar ke Terminal Panjalu. Dari terminal, jalan kaki sekitar 1,5 KM. Pertama kali diterima menjadi murid SMPN Panjalu pada 16 Juli 1990, dengan nomor induk: 909 11 088.
Berbeda dengan di SD, kali ini gurunya tidak lagi menggunakan sistem borongan. Seorang guru memegang satu mata pelajaran. Setiap kelas, diaping oleh seorang wali kelas. Yang menjadi walikelas saya adalah Bapak Amas (NIP: 480 052 148). Sedangkan kepala sekolahnya adalah Iwa Sutiswa Anggadiharja (NIP: 130 075 299).
Sungguh beruntung saya memiliki wali kelas Pak Amas. Jika bukan Pak Amas walikelasnya, belum tentu saya bisa menuntaskan pendidikan di SMPN Panjalu. Sebab, semasa di SMP, saya sangat nakal, dan pernah berniat untuk berhenti sekolah. Pak Amas berusaha memberikan pengertian dengan penuh kesabaran. Sampai akhirnya, saya bisa merubah cara berpikir. Jadi, selain cerdas, gigih, dan sabar, Pak Amas pun sangat memperhatikan keadaan murid-muridnya. Pak Amas, walikelas saya, guru terbaik yang mampu mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia dengan cermat, sampai akhirnya saya sangat menyukai mata pelajaran tersebut.
Dalam satu tahun, dibagi menjadi dua semester. Jadi, selama duduk di bangku SMPN Panjalu, saya menjalani enam semester. Saya mengawali sekolah dengan hasil yang buruk. Pada Semester I, saya menempati ranking ke-29 dari 39 murid. Di semester II, ranking saya semakin buruk, yakni menempati peringkat ke-31 dari 38 murid. Dan puncak keterpurukan saya terjadi di semester III, dengan menempati ranking kedua dari belakang atau ranking ke-36 dari 37 murid.
Untung saja di Semester IV, semangat belajar saya mulai bangkit. Kalau tidak, kemungkinan besar saya harus ngendog (tidak naik kelas). Berkat dorongan Pak Amas, saya mulai banyak belajar dan tidak banyak bolos. Sehingga pada semester IV, saya bisa meraih ranking 16 dari 37 murid. Selanjutnya pada semester V, saya mendapat ranking 15 dari 36 murid. Menutup masa sekolah, di semester VI, alhamdulillah saya menempati ranking 8 dari 36 murid. Keberhasilan saya bangkit dari keterpurukan adalah kesuksesan Pak Amas dalam membina anak-anak didiknya. “Terimakasih, Pak Amas. Sampai kapan pun, saya akan selalu mengenangnya, dan saya tidak ragu untuk menempatkan Pak Amas sebagai guru nomor satu selama saya menuntut ilmu di lembaga formal manapun.” Saya mendapat Surat Tanda Tamat Belajar (STTB), dengan jumlah nilai 85 dari 12 mata pelajaran. STTB tersebut ditandatangani oleh Bapak Iwa Sutiswa Anggadiharja pada 7 Juni 1993, dengan nomor STTB: 0147599.
Saya tidak bisa mengingat semua guru di SMPN Panjalu. Kendai demikian, selalu ada yang berkesan dari sosok seorang guru. Saya selalu mengenang Ibu Itje Mindartini (guru Bahasa Inggris), Pak Rustam Efendi (Guru Olahraga), Pak Dedi (Guru Ketrampilan), Pak Elan Tarlan (Guru Matematika), Bu Aan (Guru Bahasa Sunda), Pak Djadjat (Guru Bahasa Sunda), dsb. Tentu saja guru yang menjadi idola saya adalah Pak Amas.
Saya juga tidak bisa mengingat semua nama kawan-kawan yang duduk di kelas “D”. Hanya murid terpandai, terbaik, ternakal, atau tercantik, yang sampai saat ini ada dalam ingatan. Misalnya, murid pandai yang langganan 10 besar ranking kelas di antaranya Yati Suryati, Iis, Yuyu, Sofia Indriani, Reni Haerani, Cucu Abdul Kosim, Yoyong, dan Aan Hasanah. Murid ternakal dan terbandel di antaranya Rizal Jazuli, Dani Sugandi, Wawan Hermawan, Rully Abdurahman Pribadi. Saya pun lebih dikenal dalam kategori murid yang nakal. Sedangkan murid yang tercantik menurut mata saya adalah Rina Susilawati. Sejari-harinya dipanggil “Rina”, dan saya satu-satunya yang memanggil “Susi”. Selain memiliki wajah camperenik, Susi pun termasuk murid yang cerdas. Kini, Susi bekerja di sebuah perusahaan yang beroperasi di kawasan Kelapa Gading,
Kawan-kawan lain di SMPN Panjalu, khususnya kelas “D”, yang namnya masih saya ingat adalah Nunur Nurkamal Fatah, Yanto, Anida, Dadang Sulaeman, Tata Rustaman, Ria, Yati Hidayati, dsb.
**
Gedung SMPN Panjalu merupakan sumbangan dari Harapan Group, dan diresmikan pada 31 Agustus 1981 oleh Dr. Daoed Yoesuf (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia).
SMPN Panjalu memiliki visi: Unggul dalam prestasi, berwawasan lingkungan, dan berbudaya Islam. Sedangkan misinya adalah: (1) Meningkatkan kinerja sekolah (prestasi akademis dan non-akademis) melalui inovasi dalam input dan proses pembelajaran; (2) Menciptakan lingkungan sekolah yang kondusip untuk pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar; (3) Meningkatkan profesionalisme guru dan karyawan; dan (4) Menciptakan lingkungan sekolah bernuansa nilai-nilai budaya islami.
Program-program strategis SMPN Panjalu, antara lain: (1) Peningkatan prestasi akademis; (2) peningkatan prestasi non-akademis; (3) Peningkatan profesionalisme guru dan karyawan; dan (4) Penataan lingkungan sekolah yang kondusif untuk terwujudnya sekolah sebagai komunitas belajar dan untuk terwujudnya nilai-nilai budaya yang islami.***

Ini adalah kawan-kawan sekelas. Sejak kelas I sampai kelas III tidak pernah berubah, tetap kelas “D”. Konon kabarnya kelas “D” itu kelasnya anak-anak nakal. Kalau kelas anak-anak pinter dan bageur, biasanya kelas “A”. Tapi… mitos seperti itu harus dikaji lagi, karena di kelas “D” terselip Kiai Cucu Abdul Kosim, putra pimpinan Ponpes Miftahul Khoer.
Baik, mari kita absen nama-namanya, mulai di barisan depan, dari kiri: Dadang “Sule” Sulaeman, Wahyu, Nunur Nurkamal Fatah, Cucu Abdul Kosim, dan Tisna. Nah, di barisan belakang, dari kiri: Jaja “Ja’un” Miharja, Tata Rustaman “Oy-oy”, Yanto, Yadi, Yayan Cahyani, Rizal “Jurig” Jazuli, Deni, dan Yoyong Sofyan.

Nah ini adalah foto kawan-kawan siswi kelas “D”. Foto ini dikirim oleh Susi dari

Tiga sekawan masa SMP. Sehari-hari kami sering bersama-sama; nonton, merokok, atau ngablu. Rasanya… belum pernah belajar bersama. Paling-paling nyontek bersama di dalam kelas. Saya (sisi kiri), Wawan “Abot” Hermawan (tengah), dan Rizal “Jurig” Jazuli (sisi kanan, jongkok).













Salut buat Dhipa Galuh ternyata prestasi yg sudah diraih cukup buanyak , gak nyangka temen yang dulunya TERNAKAL ( bukan saya yg ngomong lho !!! tapi orangnya yg ngaku ) bisa seperti saat ini , makasih yah sudah ngingetin masa - masa Sekolah SMP dulu, salam buat temen-temenya di Ranggon Panyileukan semoga sukses dan bisa meraih apa yg dicita-citakan amiin….
Trims, Susi… (semua orang memanggilmu “Rina”, hanya saya yang memanggil “Susi”). Salam juga buat keluarga dan kawan-kawan di Jakarta. Semoga Susi bisa lebih sukses lagi…
Dhipa Galuh Purba
Salut buat anda dari jeblog sampai bisa lebih bagus.
Saya juga adalah salah satu alumni SMPN Panjalu, saya selesai tahun 1981, teman saya dari Simpar salah satunya yang masih ingat yaitu Nurpalah.
SMPN Panjalu sebelumnya berlokasi di belakang Bumi Alit, persis bersebalahan dengan SDN 2 Panjalu. Pada tahun 1979 terjadi gempa bumi yang mengakibakan beberapa bangunan di daerah ini rusak, termasuk SMPN Panjalu. Kami menumpang belajar di SD yang ada di sekitar SMP, masuk sekolah setelah murid SD selesai.
Selama kami “ngungsi” di SD, SMP yang baru dibangun dengan sumbangan dari Harapan Grup, dan selesai pas kami selesai sekolah. Jadi angkatan kami tidak bisa menikmati SMP yang baru.
Guru-guru yang masih saya ingat salah satunya adalah Pa Entom Rustam, Pa Nasuha Risagarniwa, Pa Uu, Bu Emun (Istri Pa Uu), PaK Galih, Pa Asper, Pa Duyeh, Pa Iskandar, Pa Oyiib, Pa Musa (Kepala Sekolah).
Temen-temen saya yang masih saya ingat, Leli Yulifar (putri Pa Nasuha), Dian Mardiana (Panjalu), Dade, Yana, Tatang (Sukamantri), Engkos (Mandala).
Buat Dhipa kapan ada re-uni akbar SMP Panjalu ? Saya udah kangen dengan temen-temen, kabar-kabri kami.
Sekali lagi thanks atas info SMP-nya
Alhamdulillah, ada tambahan data yang sangat bermanfaat dari Kang Dede, kakak angkatan di SMPN Panjalu. Saya sangat senang atas kunjungan Kang Dede dan kepedulian Kang Dede untuk menambah data-data mengenai SMPN Panjalu.
Ya, benar, saya tahu Kang Nurfalah. Lengkapnya Kang Asep Nurfalah. Sekarang beliau mendapat kepercayaan untuk menjabat sebagai Kapolres Toli-toli. Saya berteman dengan adiknya, Iros Rosilawati. Iros pun lulusan SMPN Panjalu, tahun 1992. Jadi, beda satu tingkat di atas saya. Yang saya ingat, Iros itu sosok gadis cantik yang menjadi rebutan. Nah, saya pernah pacaran, bahkan hampir menikah dengan kawan seangkatan Iros. Namanya tidak akan disebutkan. Yang pasti, menurut kacamata subyektif satya, dialah gadis tercantik di Pabuaran.
Selain dengan Iros, saya pun berkawan dengan Yatna (adiknya Kang Asep Nurfalah). Bahkan waktu lebaran kemarin, saya sempat ngobrol agak lama dengan Yatna. Saya bertemu dengan Yatna di Cimendong, karena ia menikah dengan bunga Cimendong.
O ya… Pak Entom dan Bu Emun pun pernah mengajar saya. Sekarang yang menjadi Kepala sekolah SMPN Panjalu adalah Pak Elan Tarlan (suaminya Bu Iceu, guru Bahasa Inggris).
Ok… mari kita rancang Reuni Akbar SMPN Panjalu! Pada tahun 1999, saya dan kawan-kawan kelas “D” lulusan 1993, pernah mengadakan Reuni di Curug 7 Cibolang. Sungguh sangat menyenangkan…
DHIPA GALUH PURBA
Saya cari-cari di plasa.com ternyata ketemunya di sini.
baik, buat Dhipa, siapapun namamu, saya ingin bernostalgia juga dengan Panjalu. sudah suratan orang panjalu yang ingin sukses pergi ke Bandung. bukan hanya engkau, akupun pergi mengembara ke Bandung sampai kemudian melupakan sejenak kampung halaman. ada yang hilang ketika aku pulang kampung setahun sekali. suasana yang tidak aku temukan ketika aku kecil dulu, apalagi sewaktu SMP dulu.
Ngomong-ngomong tentang SMP Panjalu, aku juga alumninya tahun 1991. orang mungkin tidak terlalu mengenalku karena aku orang biasa saja. Untuk mengingatkan, aku seangkatan dengan Indra Indriadi, Hani Handayani (Mantan penyanyi itu), Asep Mansur, Santi Susanti (teman sekelas yang pernah diam-diam kusukai), Olih Solihin, dsb. Orang simparnya adalah Adi Muslim dan Cuncun.
Bu Iceu adalah wali kelas kami sejak kelas satu sampai dengan kelas tiga.
Sayangnya, aku kehilangan kontak dengan teman-teman seangkatan dan sekelas. yang pernah menghubungiku adalah Yuyu Rahmat (kavalera) orang Ciomas. yang lainnya paling ketika bertemu di Panjalu sewaktu lebaran. Angkatan kami pernah mau reuni tapi gagal maning, gagal maning.
Soal Pak Amas, saya jadi teringat peristiwa perkelahian antara teman sekelas saya waktu kelas tiga dengan anak kelas satu. nama teman saya Entu Wastu. Kepalanya berdarah kena timpuk bata merah oleh, kalau ga salah, adiknya yayan orang sriwinangun yang biasa disebut keling. Pak Amas yang membawa Entu dengan motor ke rumah sakit. dhipa masih ingat kejadian itu? o ya, saya orang Pabuaran.
saran saya buat Dhipa, buka jaringan untuk orang-orang Panjalu yang sedang ngumbara di mana saja lewat internet. Salah satunya mungkin ini ya. segitu aza dulu ya. kalau ada apa-apa, kontak saya di Balai Bahasa Bandung. trims
Halllo… Kang Syarif. Trims sudah berkunjung ke web ini. Ya… bagi kawan-kawan, adik-adik, dan akang-teteh alumni SMPN Panjalu, silahkan untuk bernostalgia di sini.
Saya masih ingat Kang Indra, kalau tidak salah beliau itu ketua Osis. Hani Handayani juga masih ingat, saya kagum sama suaranya yang merdu dan tinggi. Ia sering menyanyikan lagu-lagu Nicky Astria. Untuk Santi, saya lupa-lupa ingat. Tapi kalau gak salah, rumahnya di Cukangpadung, dekat Situ Lengkong Panjalu. Asep mansur dan Olih Solihin, saya lupa. Cuncun dan Adi Muslim (saya memanggilnya “Aa”) tentu saja saya masih ingat. Mereka sering bareng kalau berangkat dan pulang sekolah.
Bu Ice Mindartini selalu saya kunjungi kalau saya pulang kampung. Beliau orangnya enak diajak ngobrol, termasuk Pa Elan, suaminya.
Entu, saya masih ingat. Ia berasal dari Banjarwaru. Tentu saja kejadian itu masih saya ingat, dan saya turut bersedih atas kejadian itu.
Ngobrol masalah Pabuaran, saya hampir menjadi orang Pabuaran. Tapi… jodoh kan ditangan Alloh SWT. Pasti Kang Syarif tahu siapa yang saya maksud. Di Pabuaran, menurut kacamata subyektif saya saat itu, dialah satu-satunya siswi SMPN Panjalu yang paling cantik. Dia lebih tua satu tahun dari saya (lulusan 1992), dan namanya menunjukan bulan kelahirannya. Waktu SMP sempat pacaran enam bulan, lalu putus. Tapi pada tahun 1996 bertemu lagi di Bandung, dan jalinan cinta pun disambungkan lagi… he he he. Lalu putus lagi, dan dia sudah menikah. Saya selalu mendo’akannya, semoga keluarganya bahagia, sakinah mawadah warohmah…
Ok… akan saya rancang konsep untuk mempersatukan atau mempertemukan para alumni SMPN Panjalu. Salam untuk rekan-rekan di Balai Bahasa, terutama yang ikut menjadi pengurus AGUPENA (Aliansi Guru penulis Indonesia) Jawa Barat.
DHIPA GALUH PURBA
he..he..
kayanya guswati ya? soalnya, fotonya pernah nampang di KSI-nya plasa.com.
Asep Mansur itu kakaknya de Rita. rumahnya di atas, sebelum masuk sriwinangun dari Panjalu. Kalau Santi, rumahnya dekat pertigaan sriwinangun yang mau ke Pari. kalau yang dekat situ kemungkinan Reni yang pindahan dari Kuningan. Si rambut panjang yang menggemaskan. Dulu juga pernah jatuh cinta padanya. eh, sekarang malah dapat urang Kuningan juga euy.
Aduh, punten, sanes abdi nu nyarios, Teh Gus… (pertama kenal, saya memanggilnya Teh Guswati, karena beliau memang lebih senior…
Yaaa.. syukur Alhamdulillah, jodoh mah orang mana pun yang penting solehah…
mangga ah, abdi mah bade mudik heula, sieun kabujeng macet…
DHIPA GALUH PURBA
Panjalu kota anu tiis…
saelah teu kenging hilap…
punten ngiring nglangkung …………………………………..salam lah kasadayana orang sunda teutami urang panjalu sareng dayeuhluhur…………………
””’’smp n 1 panjalu is the best”"”"”"
^_^
Panujuuuuuuuuuuuu….! he he… abong-abong lulusanana. Tapi teu nanaon, da bade ku saha deui dipikareueusna…
uhhhhhhhhhhhhhhhh……………
smp panjalu mank pling top bgt dech………….
school na keren abiz dah bgs keren unggulan lgi
pokokna top dech …………………………………….
Woooow… ngetééém…. Aéh… keréééén abiis!
DHIPA GALUH PURBA
Damang lur ?
Tos lami teu patepung. Kumaha agenda jatukrami teh can aya undanganna, atawa poho ka dulur teu aya undangan geuning?
Bravo!! Makin duahsyat dan sukses!!!
Urang pikiran ku sadaya almamater, kumaha carana supaya SMPN 1 Panjalu teh maju deui…..?
Kuring nu di lembur tiap liwat sok kagagas, hayu urang pikiran sasarengan, ka sadaya alumni di mana wae… diantos sumbang saranna.
Di e-mail bae ka : ade_amran@yahoo.com
salam
Alhamdulillah, Dé, abdi nuju aya dina ginanjar kawilujengan. Kumaha sawalerna Adé sakulawargi? Mugia salawasna aya dina panangtayungan Alloh SWT, amiiin. Salam baktos ka Pa Kadus miwah ibu, Téh Wiwin sapiri umpi, Néng Lina miwah carogéna, sareng ka sadayana.
Perkawis jatukrami, abdi teu acan ngararancang iraha-iragana waktos anu pasti. Tapi upami tos cindek waktosna mah piraku teuing moal ngulem.
Perkawis ngamajukeun SMPN Panjalu, tangtos abdi bakal ngarojong sakamampuh. Mangga ku Adé tampung aspirasi para alumni.
Ka wargi-wargi alumni SMPN Panjalu, nguningakeun yén Adé Amran téh saangkatan sareng abdi. Anjeunna jalmi calakan tur leket kana ibadah. Ku kituna ti kapungkur ogé abdi deuheus ka anjeunna, sanés pédah abdi kantos… ka Néng Lina.
DHIPA GALUH PURBA
hai, saya juga almamater smpn 1 panjalu atuh, kakak kelasmu… saya urang ciomas-panjalu, sekarang ngajar juga di smpn 1 panjalu, tentang Pak Amas masih ngajar sebentar lagi mo pensiun, mo salam-salam gak? Pak Elan, Bu Itje, Pak Lili, Pak Jaja, Pak Maman, Bu Emun, Bu Aan juga masih ngajar. Kapan reuni nih? saya seangkatan Indra, Leni, Asep Rio cs. kumaha kabarna? kontak me, nya!!!
Hai juga kakak…
Wah… Ciomas adalah lembur yang sangat sejuk. Tentu saja sampaikan salam saya untuk sahabat-sahabat di Ciomas. Dulu saya seangkatan sama Nunur Nurkamal Fatah, Rizal Jazurig, dan… banyak lagi.
Salam sejagtera untuk guru-guru saya, Pak Amas, Pak Elan, Bu Itje, Pak Lili, Pak Jaja, Pak Maman, Bu Emun, Bu Aan, dan sebagainya.
DHIPA GALUH PURBA
Salam kenal ya,
Teu kenging hilap nya, pangdugikeun salamna ti abi ( Rina ti Cimendong ) kanggo sadaya Guru SMPN Panjalu. Diantos pisan reuni na.
Rina Ciméndong téh nyaéta Rina Susilawati, pangrancunitna saur kacamata subyébtip pun uing. Ku kituna pun uing sok nyebat “Susi”, anu mangrupi singketan tina: Say Uing Sono Iiiih.
DHIPA GALUH PURBA
Daiska saha nya? jadi panasaran.
Sim kuring mah pun Sarip ti pabuaran kelas 3 a angkatan santi, Indra, Hani, dll.
sok sok sok kadarieu lur, urang nonostalgiaan. he he
Ieu mah mangrupi informasi tambihan, Santi sareng Hani téh penyanyi ti SMPN Panjalu anu suantenna duuuh… matak gantung dangueun. Komo Hani… aéh Téh Hani (pan ka saluhureun)… komo Téh Hani mah dugi ka ayeuna abdi émut waé basa anjeunna nyanyi lagu Nicky Astria anu judulna “Bias Sinar” Waaaah… Ikan hiu makan badak pokona mah…
Upami Kang Indra, éta téh Ketua Osis. Kasééép jalmina. Abdi ogé gaduh bibi saangkatan sareng Kang Syarif, jenenganana Reni Rostini (kelas “D”). Abdi mah nyebatna sok “Bibi Konéng”, da pangkonéngna di Cilandak mah. Ayeuna pun bibi téh bumina di wewengkon Cibiru. Ku kituna abdi sering pisan nganjang, boh nuhunkeun neda atanapi nambut artos.
DHIPA GALUH PURBA
Saya dulu kelas D bareng Riki, Wahyu ti Maparah, Budi ti Garahang, salam kenal ka Moh. Syarif… Ti pabuaran mah aya Yudi, Ade Mamat, ti Cimendong aya Yeni kelas B, Agus.. Ayena Moh. Syarif lagi aya dimana? Ditunggu kabarna…
salam kenal
salam kenal juga….
DHIPA GALUH PURBA
Hatur Nuhun kasadayana anu tos Bwt Mailling List asal SMPN 1 Panjalu.
Saya Iyan Heryana asal dari Mekarwangi lulus tahun 1983 Geus Kolot Nya ? tp. hanya satu tahun di SMP 1 Panjalu kebetulan pindahan dari SMPN 4 Bandung, tapi kenangan masih ingat dengan jelas dgn Guru Bhs. Inggris kebetulang beliau menerangkan Kick. kita smua ga ada yang ngerti maklum smua ndeso aduh lupa nama guru Bhs, Inggrisnya tolong dong wartosan? Nah dia menerangkan Kick tadi karena saking keselnya dengan mencontohkan tendangannya eh spatunya lepas sampai menyentuh langit-langit mungkin kl. blom di cat ulang bekas spatu Bpk Guru Bhs. Inggris itu masih ada dech.
pada saat itu Kepala Sekolahnya masih Pak. Musa. Apakah Beliau masih ada ga? atau Bpk. Guru Bhs Inggris yang “Kick” td masih ada mohon informasinya.
sekarang saya domisili di Bandung dan bekerja di Sebuah Universitas Swasta Lumayan Terkenal di Bandung (Universitas Widyatama dh. STIEB) mulai bekerja tahun 1990. kebetulan di Bagian Pemasaran Barangkali kl. Ada Anak atau Saudara dari Teman2 dulu yang hendak melanjurkan Studi Pasca SMA dan meneruskan ke Univ. Widyatama saya siap membantu. salam bwt semua alumni tahn 1983 dan kepada Kepala Sekolah dan Jajarannya semua Guru dan Juga staf Administrasinya. dan smoga Slalu Sukses Buat Prestasi Bagi SMPN1 Panjalu Aminnnnnn
Salam Bwt Galuh Purba.
ttd
Iyan Heryana
terimakasih Kang Iyan… Alhamdulillah semakin banyak saudara sekampung yang bisa bersilaturahmi di web sederhana ini. O ya… nama guru bahasa Inggris, kalau tidak salah, Ibu Itje Mindartini. Beliau adalah istrinya Bapak Elan, yang kini menjadi kepsek SMPN Panjalu.
Ok… hayooo siapa yang mau ngelanjutin ke Universitas Widyatama? Kang Iyan insyaAlloh bisa ngebantu informasinya…
DHIPA GALUH PURBA
Di Bandung, saya tinggal di Citapen, Cihampelas, Cililin. Kerja di Balai Bahasa Bandung. Titip salam nya ka guru-guru SMP. Kenangan terindah waktu smp mah soal Hani deui. Baheula mah bogoooh pisan ka Hani teh. Aya hiji deui awewe babaturan Hani tah nu dipikaresep teh. Ngarana Reni. Aslina mah urang Kuningan. Cicingna di deukeut imah Hani, di PLN geuning. Baheula mah teu apal Kuningan teh dimana? Ari ayeuna mah jadi pangjugjugan kuring dan malah meunangkeun urang Kuningan geuning. Gareulis geuning urang Kuningan teh. Komo urang panjalu mah, he…he…
Saya kelas A bareng Leni, Santi, Ai, Herman, Entu, Yuyu, Cucu Maparah, Amas, Asep, Cece, Cuncun, Adi Muslim, dsb. Paroho deui euy. Kamari mah malah ketemu jeung Asep Mansyur sobat baheula. Panggihna malah di rumah da geuning deukeut jeung adi kuring.
Kamarana batur teh lur?
cik buka blog anyar kuring. hapunten nya aya tulisan nu dicokot ti blog Dipa.
http://www.urangpanjalu.dagdigdug.com
Nuju saribuk rupina mah Kang. Tapi teu sawios-wios, nu utami mah mugia sadayana aya dina ginanjar kawilujengan tur salawasna aya dina panangtayungan Alloh SWT. Hayu atuh urang ngaranjang ka blog Kang Syarif…! Mangga Kang badé nyandak seratan mah, rido lillahita’ala…
DHIPA GALUH PURBA
Eh, Hiji deui kanggo Daiska.
Wartoskeun ka Pa Eros, kenal ka Yayat teu? Bumi Pa Eros nu ayeuna teh kapungkur mah bumi sim kuring tah. Teras, pami tiasa mah pang milariankeun data angkatan urang. hatur nuhun.
Kang Galuh, punten saya sedang mencari teman saya guru yang dulu pernah mengajar di Kadupandak, Cianjur, namanya Pak Bubun Ruhbana. Saya kehilangan kontak dengan beliau setelah pindah ke Panjalu (saya lupa ke SMP Panjalu 1 atau 2). Terima Kasih sebelumnya.
InsyaAlloh kalau saya pulang kampung, akan saya coba tanyakan kepada guru di SMPN Panjalu. Mudah-mudahan saja mengajar di SMP almamater saya…
DHIPA GALUH PURBA
wah,,,,,,,,,,,,dulu q pengen bgt schl d’smp 1 panjalu coz semua sahabat2 q pada schl d’sana,tp ya,,,,,,,,,,mungkin bukan takdir q bareng temen2 teruz n’ belajar bareng d’sana,yupz salam za from puput bwt thiya,mayang,m’bink,rudi,iis,luzi,kiki,uyunk,leti dll!poko’y bwt tmn2 alumni SDN5,1,2 panjalu angkatan 2006!
Bwt kang Muh. Yusuf yg sdg mencari temannya Bubun Ruhbana.. Skrg dia emang ngajar IPA d SMPN 1 Pjl, klo pengin kontak ntar sy ksh tau no HPnya, tp mo minta dlu, lupa.. Ato ksh tau no HP kang yusuf, nanti d smpin, gmn?