Kategori: Almamater | Diterbitkan pada: 18-10-2007 |

SD-negeri-panjalu

Sekolah Dasar (SD) Negeri IV terletak di Kampung Simpar, Desa Panjalu, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Saya mulai masuk SDN IV pada 16 Juli 1984, dan selesai pada tahun 1990, dengan nomor induk: 609. Saat itu, yang menjabat kepala sekolah SDN IV adalah Bapak Tarkusen (NIP: 130 156 990).

Guru kelas di SD menjadi guru semua mata pelajaran, kecuali mata pelajaran Olahraga dan Agama. Di kelas I dan II, guru kelas saya adalah Ibu Nunung (NIP: 130 644 722). Sosok guru yang sabar, tenang, dan selalu memperhatikan murid-muridnya. Dalam satu tahun, dibagi menjadi tiga caturwulan (cawu). Ketika duduk di kelas I, pada cawu 1, saya menempati ranking 15 dari 38 murid. Selanjutnya ranking 7 dan 6 pada cawu 2 dan cawu 3. Sedangkan di kelas II, pada cawu 1 saya menempati ranking 7,5 dari 38 murid, cawu 2 menempati ranking 6, dan cawu 3 menempati ranking 4,5.

Menginjak kelas III, guru kelas saya adalah Bapak MS Iskandar (NIP: 130 091 639). Yang saya ingat, Pak Iskandar pun merupakan sosok guru yang cerdas dan sabar dalam mengajar serta mendidik murid-muridnya. Di kelas III, pada cawu I, prestasi saya menurun dengan menempati ranking 11 dari 38 murid. Selanjutnya pada cawu 2, ranking saya 8,5. Dan pada cawu 3 menempati ranking 8.

Di kelas IV, saya dibimbing lagi oleh Ibu Nunung sebagai guru kelas. Beliau adalah guru yang baik dan patut menjadi suri tauladan. Pada cawu 1, saya menempati ranking 6,5 dari 39 murid. Selanjutnya ranking 8 dan 7,5 pada cawu 2 dan 3.

Di kelas V, guru kelasnya adalah Bapak Mustofa (NIP: 131 165 631). Sosok guru yang sederhana, sabar, dan cerdas. Beliau hanya menjadi guru kelas pada cawu 1, karena pada cawu 2 dan 3 diganti oleh Ibu Utut R (NIP: 480 037 885). Pada cawu 1, saya menempati ranking 11,5 dari 37 murid. Selanjutnya pada cawu 2 dan 3 menempati ranking 12 dan 7 dari 35 murid.

Menginjak kelas VI, guru kelasnya kembali dipegang oleh Bapak Mustofa. Pada cawu 1, saya menempati ranking 13,5 dari 32 murid. Ini adalah ranking terburuk semasa duduk di bangku SD. Di raport saya, Pak Mustofa menuliskan catatan yang berbunyi “Tong loba teuing heureuy ari di sakola téh!” Alhamdulillah, dari peringatan keras tersebut bisa sedikit menaikan prestasi belajar saya. Pada cawu 2 dan 3 ranking saya menjadi 11 dari 31 murid. Saya mendapat Surat Tanda Tamat Belajar (STTB), dengan jumlah nilai 80 dari 11 mata pelajaran. STTB tersebut ditandatangani oleh Bapak Tarkusen pada 11 Juni 1990, dengan nomor STTB: 0670361.

Guru yang menjadi idola saya adalah Bapak Mustofa. Sedangkan murid yang menjadi idola saya bernama Pipih Suangsih. Sejak kelas I, Pipih selalu menjadi juara kelas. Ia murid yang cerdas dan cantik. Pesaingnya adalah Ade Amran. Kecerdasan Pipih dan Ade Amran baru tersaingi oleh murid baru yang masuk di kelas IV, bernama Mamah Siti Salamah. Mamah masih saudara saya. Kalau menelusuri pancakaki, Mamah adalah anaknya kakak sepupu. Berarti Mamah adalah keponakan.

Saya tidak bisa mengingat semua guru SDN IV, selain Pak Tarkusen, Pak Mustofa, Pak Iskandar, Bu Nunung, Bu Utut, dan Pak Udin. Saya pun tidak bisa mengingat semua nama kawan-kawan sekelas. Tapi ada beberapa orang yang meninggalkan kesan dan diingat sampai sekarang, di antaranya: Pipih Suangsih, Ade Amran, Mamah Siti Salamah, Wiwi Widaningsih, Firman Fajar Irawan, Yudi, Sudrajat, Dede Rahmat, Iwan, Dedi, Hendra, Ade Ruhiat, Yuli, Yuyuh, Johan, Nia, Dudi, Emo, Haris, dsb.

Masa di SD, penuh dengan kenangan. Semoga semua guru dan kawan-kawan selalu ada dalam lindungan Alloh SWT. Sekarang, yang menjabat Kepala Sekolah SDN IV Panjalu adalah Pak Syamsu, berdasar keterangan dari keponakan saya, Eka Wahyu Saputra, yang bersekolah di SDN IV.

Kini, bangunan SDN IV telah rusak parah dan sangat memprihatinkan. Kabarnya, bangunan SDN IV akan direnovasi oleh Drs. H. Uce Karna Suganda, seorang dermawan di Panjalu, pensiunan Direktur Umum Bank Jabar. Ya, saya hanya bisa berdo’a, semoga kampus SDN IV segera dibangun, untuk kelancaran kegiatan transper ilmu pada generasi calon-calon pemimpin negeri ini.***(Dhipa Galuh Purba)