Kategori: Seni Budaya | Diterbitkan pada: 21-02-2011 |

TIKAR Publishing akan menggelar peluncuran buku Kumpulan Sajak Mao Ze Dong berjudul Salju & Nyanyian Bunga Mei, yang diterbitkan oleh Tikar Publishing, Bandung.

 

Buku ini memuat 63 puisi karya Mao Zedong yang ditulis sejak Mao masih remaja hingga menjelang akhir hayatnya. Sajak-sajak liris ini diterjemahkan secara langsung dari Bahasa Tionghoa ke Bahasa Indonesia oleh Soeria Disastra (Bu Ru Liang), seorang sastrawan yang dikenal sebagai salah satu aktivis Komunitas Sastra Tionghoa Indonesia.

 

Acara akan berlangsung  pada hari  ini, Minggu, 20 Februari 2011, pukul  15.00 - 17.30 WIB, di  Gedung Indonesia Menggugat (Landraad), Jl. Perintis Kemerdekaan no. 5, Bandung. Dalam acara peluncuran buku tersebut, akan dipentaskan pula  Vocal Group Komunitas Tionghoa “Parahyangan Indah” pimpinan Soeria Disastra,  Demo Kaligrafi Tionghoa oleh Huang De Chang, dan  Talk show dengan pembicara KH. Acep Zamzam Noor dan Soeria Disastra, serta moderator KH Maman Imanulhaq.

 

Sebelumnya Bu Ru Liang pun pernah menterjemahkan puisi-puisi Indonesia ke dalam bahasa Tionghoa, untuk kemudian dibukukan dalam buku berjudul Tak Pernah Aku Melihat Bulan Tiongkok (Komunitas Sastra Tionghoa Indonesia, Mei 2010).***

 

Nyanyian Bunga Mei

(dalam dendang bu shuan zi)

 

angin dan hujan mengantar musim semi pergi,

tebaran salju menyambut musim semi datang.

tebing terjal tinggi sudah terbungkus es beku

masih ada setangkai bunga ayu.

 

meskipun ayu tidak berebut musim semi,

cuma membawa warta musim semi sudah tiba.

sampai saat bunga-bunga pegunungan bersemarak,

ia pun tersenyum di tengah rumpun

 

–Desember 1961