Kategori: Sajak Indonesia | Diterbitkan pada: 03-10-2007 |

Oleh SITI MUTIARA NINGSIH

Sang pohon tak mungkin berdiri

karena mungkin ia terbaring

bahkan tak mungkin ada

namun debu,

yang bukan bintang yang berkilaulah

yang mengabdikan dirinya

sehingga sang pohon dapat berdiri

menikmati

matahari

dan ia tak lagi kelaparan

hujan

dan tak lagi ia kehausan

oksigen dan karbon dioksida

hingga benapaslah dia

lalu sang pohon gugurkan

daun-daun kering untuk tanah

dan dengan akarnya

sang pohon menjaga tanah

dari hujan yang terkadang murka

yang memisahkan tanah

dari kawannya.

V(^o^)V 27 okt 02

Dimuat di Majalah Seni Budaya No. 138, April 2003