Statistik

≈ Tulisan: 1397 tulisan
≈ Kategori: 44 kategori
≈ Komentar: 3642 komentar
≈ Hit: 290.284 kali

Sampurasun

ADA banyak cara untuk merajut hidup. Terkadang cara yang ditempuh saat ini, sama sekali tidak pernah terpikir sebelumnya. Semua berjalan atau berlari menghiasi titian hari demi hari. Namun, tidak ada yang lebih indah dan bermakna dalam hidup ini, kecuali menikmati dan mensyukuri segala apa yang telah diberikan Tuhan YME. Betapa indahnya hidup ini. Betapa sempurna semua yang telah diciptakan-Nya.

Menulis telah menjadi sebuah pilihan yang sangat dicintai untuk merajut hidup dan menggapai mimpi. Web site pribadi ini pun dibangun dengan penuh rasa cinta. Oleh karena itu, mudah-mudahan tidak terjebak untuk sekedar pasang aksi atau pamer karya-karya basi dan tidak berarti. Website ini adalah gudang dokumentasi semacam curhat dan karya-karya pribadi yang sangat berarti untuk diri sendiri. Di samping itu, siapa pun dipersilahkan untuk menikmati, memuji atau mencaci-maki dengan itikad baik. Itu pasti, karena karya-karya saya di website ini, baik yang fiksi atau non-fiksi, masih sangat jauh dari sempurna. Artinya, dalam hal kebaikan, caci-maki pun bisa sangat berarti. Dan sudah disadari sejak awal: untuk selalu hati-hati dengan pujian. Tidak ada yang berhak atas segala puji, kecuali Tuhan YME.

Terlepas dari pujian dan cacian, website ini dibangun dengan berjuta harapan. Namun harapan terbesar adalah untuk mencari dan menambah sahabat yang lebih dari erat. Mari kita menjalin persahabatan dengan tulus dan bergembira, tanpa harus mempersoalkan perbedaan agama, suku, bahasa, dan sebangsanya. Semakin banyak sahabat, kian terasa indah hidup ini.

Selain buah tulisan sendiri, di website ini pun tersedia ruang untuk semua kawan-kawan yang suka menulis. Karya fiksi dan non fiksi karya siapapun sangat terbuka selebar-lebarnya. Kawan yang dimaksud, tidak sebatas orang-orang yang sudah berkenalan secara langsung atau tidak langsung. Kawan di sini adalah semua orang di dunia maya, yang memandang sesama manusia sebagai sahabat, atau sekurang-kurangnya tidak sebagai musuh. Insya Alloh, setiap mata ini memandang, menoleh, melirik, atau menatap seseorang, lubuk hati selalu berusaha untuk mengawali dengan menganggapnya sebagai kawan.

Karya kawan-kawan yang ditampilkan bisa melalui tiga proses, yang ketiga-tiganya sama istimewa.

Pertama, ada yang langsung dipilih, baik dari media massa cetak maupun di internet. Saya sangat menghargai karya orang lain, sehingga setiap tulisan yang ditampilkan di website ini, akan selalu mencantumkan NAMA penulisnya. Selain itu, saya pun akan selalu mencantumkan nama media yang telah lebih dulu memuat karya tersebut. Terkadang saya kesulitan mencari tahu tanggal pemuatannya. Namun saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan informasinya. Jika waktu pemuatannya tidak dapat saya lacak, maka saya hanya akan mencantumkan nama medianya saja.  

Kedua, ada yang diminta secara lisan atau tulisan untuk mengirimkan karyanya, sekaligus meminta izin untuk ditampilkan dalam website ini.

Ketiga, kawan-kawan yang berinisiatif mengirimkan karyanya melalui e-mail: dhipagaluh@yahoo.com. atau  senisunda@yahoo.com, atau bujanggamaya@yahoo.com, atau dhipagaluh@gmail.com. Tentu saja dalam kategori proses seperti ini, tidak perlu meminta izin untuk ditampilkan. Jangan lupa untuk memberikan keterangan pada tulisan yang dikirim: jika sudah dimuat di media lain, tolong tuliskan medianya dan waktu pemuatannya (kalau tanggal pemuatannya lupa, tuliskan saja lupa, karena lupa pun merupakan sebagian dari ciri manusia); dan jika belum pernah dimuat di media manapun, silahkan ungkapkan dengan apa adanya. Namun, saya tetap berhak mengedit atau bahkan mengembalikan karya kawan-kawan, yang dianggap tidak layak untuk dihadirkan di website ini.

Sekali lagi, tiga proses yang dijelaskan di atas, semuanya dianggap sama istimewa.

Sebagai catatan penting, hak cipta karya-karya yang ditampilkan di website ini tetap dipegang sepenuhnya oleh penulis atau pengarangnya. Bagi kawan-kawan yang berkunjung dan memerlukan referensi tulisan dari website ini, silahkan untuk mengutip tetapi jangan lupa menuliskan sumber kutipannya. Namun jika ada yang tertarik untuk menerbitkan karya-karya dalam website ini berupa buku atau apapun, harap terlebih dulu menghubungi saya, dan saya akan menghubungkan dengan penulis yang bersangkutan.

Akhir kata, mohon ma’lum adanya, baik bagi kawan-kawan yang tulisannya dipublikasikan di website ini, maaf beribu kata maaf karena saat ini belum bisa menyediakan honorarium. Insya Alloh, kalau besok atau lusa saya sudah kaya raya, pasti ada honorarium. Oleh karena itu, hanya satu yang saya minta dari kawan-kawan penulis dan pengunjung, mohon do’a restunya agar website ini berjaya di dunia maya, Amiiin.

Mari berkarya dan bersahabat!


Ranggon Panyileukan, September 2007

Salam Hangat Selamanya


Dhipa Galuh Purba

34 Komentar pada tulisan “Sampurasun”

  1. Dadan Sutisna - September 17th, 2007 at 20:08

    Wilujeng gaduh website anyar mah.

  2. megaa - September 20th, 2007 at 09:57

    huyy ,,,,,
    akuu bangga bangett pnyaa om kyaa kmuu !!!
    you are the best uncle for me …
    kapan nikahh chuu ????
    umurmuu berapaa saat iniii ,,,,
    hahaha ,,
    jangan bilang” akuu pernah nangis sambul makan kuee iiah ,,,

  3. Kartika Catur Pelita - October 3rd, 2007 at 06:47

    Assalamualaikumm
    Hidup sekali karenanya harus berarti. Menulis memiliki
    sejuta arti. Karena diberi sesuatu yang bermakna,
    sudah seharusnya kita menggunakan karunia iindah itu. Salam perkenalan…
    Wasalam..

    Kartika

    Wa’alaikum salam Wr.Wb

    Trimakasih, saya senang punya sahabat baru. Betul, hidup hanya sekali, sekali di dunia, dan sekali di akhirat. Namun, kehidupan di sana sangat tergantung dari kehidupan yang sekarang sedang dijalani. Hiduplah dengan indah, di dunia dan di akhirat.

    Dhipa Galuh Purba

  4. ndoell - November 3rd, 2007 at 12:46

    no’ong nya Kang….

    Mangga, sok sing rajin noong. Margi noong teh sae kanggo kasehatan

    Dhipa Galuh Purba

  5. mundinglaya - November 5th, 2007 at 10:10

    ah, kang ndoell mah lain noong…. salah nulis ta mah…. ngorong biasana oge nulis na teh

  6. pika sudarmo - November 10th, 2007 at 05:21

    assalamu’alaikum, Dhipa

    long time no contact to you…

    Great !! for this new web..

    saya bisa menikmati karya-karyamu tanpa harus ke bandung.
    yang jelas saya banyak mendapatkan ” nilai - nilai hidup dan kehidupan” dari web ini.

    salam sukses

    wass,
    pika sudarmo Purwokerto


    Terimakasih atas kunjungannya, Pika. kalau gak salah namamu kan ika Praptika. Kenapa sekarang diganti? Apakah itu nama suamimu? Kalau benar, saya ucapkan selamat n turut bahagia…

    Dhipa Galuh Purba

  7. khozach - November 12th, 2007 at 02:50

    sampurasun…nepangkeun…urang gunung nukeur nyinglar hirup di kota…
    http://wiwitan.blogspot.com (blog sunda kuring)
    salam baktos…


    Rampeeees…
    sami2 nyanggakeun salam pangwanoh. Memang urang ulah dugi ka hilap ka wiwitan.

    DHIPA GALUH PURBA

  8. pasuma - November 20th, 2007 at 16:28

    Sampurasun ka baraya nu sakaruhun nu nguliat ti lamping Gunung Karantenan.
    Nepangkeun sim kuring nyandak nami pasuma, paguyuban sunda mekar.
    kocap kabewara aya baraya nu tos minton makalangan..
    iraha bade sowan ka padepokan di lamping gunung sawal?

    Rampeees… duh bingah pisan dilinggihan ku pangersa PaSuMa. Mugia baé leres-leres sing langkung mekar. Atuh simkuring ogé nya leres pisan upami nyukcruk galur luluhur mah turunan blasteran Gunung Bitung sareng Gunung Syawal. Nanging perkawis makalangan, nembé nuju diajar ngorondang, teu acan tiasa seserebetan komo apung-apungan.
    InsyaAlloh, upami dipaparin alamatna mah tangtos bakal dianjangan, da resep pisan unjung-anjang téh, kanggo manjangkeun babarayaan…

    DHIPA GALUH PURBA

  9. Herry agustian - December 1st, 2007 at 06:43

    punteeeeeeeeenn,
    Ka Akang2 sareng Teteh, bilih masih emut keneh ka abdi, bilih peryogi tukar informasi hub. wae abdi di no. Hp. 0811245251. Haturnuhun.
    Mangga ah tewewew geujlig.

  10. Deni Tirta - December 9th, 2007 at 11:49

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Sampurasun kang….
    Salam pangwanoh ah kasadayana, utamina kanggo Kang Dhipa. Abdi sering nguping akang teh di radio Antasalam we. Nembe terang di rupi teh ayeuna we, eta ge ngalangkungan situs deuih. Wios nya Kang…. ?? Abdi ngaraos kataji, rehna cariosan sareng undak-usuk basa Akang teh meni sae pisan, estuning malapah gedang. Abdi teh gaduh pamundut ka Akang, upami Kang Dhipa uninga atanapi ngagaduhan bewara ngeunaan pasanggiri atanapi festival jaipongan anu aya di wewengkon Jawa Barat, punten wartosan ka simkuring nya kang. Bade ngalangkungan email mangga, atuh bade di Yahoo wae mangga, id na deni_tirta. Bilih bade dismskeun oge mangga ka no 081320622599. Aduh punten nya Kang, nembe ge wanoh tos seueur pamundut ieu teh. he…he… Margina kaleresan sim kuring gaduh sanggar jaipongan, mung patempatan sim kuring teh estuning nyingkur pisan, janten pami aya bewara anu patula patali sareng pasanggiri jaipongan teh sok tara uninga. Numawi sim kuring mundut tulung ka akang. Nuhun sateu acanna kang. :)


    Hatur nuhun kana perhatosanana. Nanging ayeuna mah simkuring tos henteu mancén di Radio Antassalam FM Bandung. Sanaos kitu, upami Kang Deni resep ngadangukeun Radio Antassalam FM, acara kasundaan tetep aya. Penyiarna ogé langkung saé tur langkung weruh batan simkuring, saperti Teh Lia Refani. Dina waktos ayeuna mah samentawis simkuring nuju husu heula kutrat-kotrét.
    Sumangga, upami engké aya Pasanggiri jaipongan, tangtos ku simkuring diuningakeun ka Kang Deni. Mugia sanggar jaipongan anu dikokolakeun ku Kang Deni sing langkung maju tur ngahasilkeun seniman-seniwati nu mibanda kualitas pinunjul.

    DHIPA GALUH PURBA

  11. Deni Tirta - December 15th, 2007 at 12:26

    Amin… Nuhun kana pangdeudeulna Kang. Muhun, nyaeta sim kuring teh ngaraos leungiteun ku Akang teh. Ti kawit Lagenda Pasundan, Sunda Sawawa sareng Nyingraykeun Lalangse hate, sim kuring teh tara kalangkung. Asa wararaas nguping suanten sareng gumujeng Kang Dhipa. Komo pami nuju gumujeng mah, matak dadangueun. :). Nya wilujeng kutrat-kotret atuh kang. Mugia salawasna sing aya dina ridho manten-Na. Amin…

    Sami-sami, hatur nuhun. Urang silih do’akeun wé. Margi teu aya deui nu pangéndah-éndahna kumelendang di alam dunya, kajaba silih pikaasih tur silih do’akeun. Simkuring percanten pisan salira Kang Deni minangka salahsahiji kanca satia di Radio Antassalam FM Bandung.

    DHIPA GALUH PURBA

  12. Wawan Ajen - January 1st, 2008 at 05:57

    Uluk salam miwah hurmat,

    Wilujeng kang, salam ti dulur nu kumalayang di gagana wiati anjleceu di dunya maya. sing horeng dunya teh heuretnya bisa tepung lawung dina kaca trenggana, sanajan diri teu paamprok oge.

    salam
    Ki dulur urang lembur sa sumur bareng ngeduk siwur ti situ Panjalu, sakokocoran panginten.

    wawan ajen.

    punten web abdi teu acan online- nuju proses kang. sementawis kangge tamba hanaang mah ngabung sareng situs SUHU, di www.wayanggolek.net. tah engge pami janten mah www.wayanggolekajen.com antas wae..he,he,he. iraha bade ngersakeun ngalongok sanggar wayang ajen di Kota Bekasi kang. nuhun . salam muga digjaya.

    Alhamdulillah… bingah pisan tiasa amprok sareng batur salembur. Komo ieu mah hiji seniman revolusioner, pencipta wayang ajen. Siiiip lah. Hebaaaaat!
    InsyaAlloh engke upami abdi ka Pekayon, tangtos ngalongok ka Sanggar Wayang Ajen di Kota Bekasi

    DHIPA GALUH PURBA

  13. Putrisunda - January 3rd, 2008 at 21:28

    Wilujeng kakang..gaduh web enggal…ngiring bingah


    Hatur nuhuuuuuun…
    mudah2an bingah ngiringka Teh Putri.
    DHIPA GALUH PURBA

  14. wawan ajen - January 8th, 2008 at 12:46

    Nuhun, nuhun 1000 x nuhun dulur batur salembur…atuh bilih bade emprak di panggung diantos sakantenan ngariung sareng para wanara, lutung bari ngarigig kolaborasi wayang mahiwal kang, he,he,he…..
    Pergelaran wayang ajen dina raraga malem suro di Babelan CBL lalakon SAPTA DARMA SAKTI,geura sawengi jeprut ping 9 Januari 2008 tabuh 21- dugi ka subuh moal teu wareg emprak sareng nyi sinden. ari pasukan kirang langkung 65 seniman tah…kumaha marabananya? ha,ha,ha komo ngahonorana mah nya asa senggah nu hajat mah…he,he,he.
    diantos atuh kang sok urang bari ngadu bako, aeh ngadu dongeng jeung si Cepot.

    wassalam,
    ki wawan ajen

  15. sunda banget - February 21st, 2008 at 15:00

    Kang, tolong usulin, kanggo peserta tarucing cakra dunia maya ge saena kenging laptop hadiahna teh. apalagi peserta tarucing cakra mah selain memeras pikiran juga keluar biaya. tuk sewa warnet, dari daftar, aktivasi hingga prungnya loma. Nuhun kang.

    apalgi peserta saalam dunya mah lebih banyak, sengit. masa gak dapat laptop. sing adil nya kang

  16. R. Baskoro - February 26th, 2008 at 08:31

    ngiringan ngojay ah sugan we bari ngojay menang laukna. nuhun pisan eusina sunda pisan, nepangkeun ah sim kuring anu keur diajar ngapung anu aya di priangan timur. www.freewebs.com/bentarsari

  17. yadi krismayadi - March 4th, 2008 at 16:54

    nepangkeun kang dhipa…………nami abdi yadi. hoyong terang ngenaan drama.

    hatur nuhun
    sim kuring ngaraos ka bantu ku ayana website kang dhipa

  18. yadi krismayadi - March 4th, 2008 at 16:55

    sanggeus kuring nitenan pertujukan anu kukuring di tingali sok sanaos teu dihaja, pami teu lepat mah teater dongkrak di tasikmalaya, kuring ngarasa ngenah hate sanggeus ningali pertunjukan. sanggeus kaluar di temapt pertujukan kuring jadi panasaran kana eta kagiatan teh……horeng menang horeng teh eta acara teh pasanggiri drama basa sunda.
    saparat jalan kuring teurus kapikiran eta pementasan di teater dongkrak jeung nahate ngomong sorangan “pasti teater dongkrak tasikmalaya bakal jadi juara” tapi poe kamari kuring muka website kang Dhipa Galuh Purba anu jadi juara teh lain teater dongkrak asal tasikmalaya???????
    kuring jadi panasaran hayang nanyakeun ka kang dhipa sugan aya penjelasan ka kuring anu teu nyaho kana drama. manawi kang dhipa kersa ngaguar kalemahan di teater dongkrak nu matak teu juara……….? mudah-mudahan penjelasan kang dhipa jadi bahan ajar keur kuring ngenaan drama………diantos pisan kang dhipa kana pejelasanana. hatur nuhun…

  19. yadi krismayadi - March 14th, 2008 at 05:03

    hapunteun nembe ngawaler seui, margi kuring na nuju aya padamelan.

    aduh haturnuhun pisan kang dhipa kana pangwaleranana, kuring ngara reueus sok sanajan kuring kurang apal ngenaan eta teater teh. tapi kukuring katampi pisan kana waleram kang dhipa. insya alloh kuring rek lalajo deui teater, da gening teater teh loba pisan elmu anu ku kuring teu bisa dipanggihan di jero kampus……………tapi dina teater kalintang rea na eta elmu, boh dina segi garapan, naskah jeng diskusi-diskusi anu ker di lakonan lewat ieu surat.

    hapunten kuring parantos ngarerepotkeun kang dhipa dugi ka begadang kanggo nulis surat ker kuring, tapi sok sanaos kitu, kuring ngahaturkeun pisan kana sagala waktos kanggo kuring,………

    hatur nuhun kang……wilujeung….

  20. Deni Hadiansah - April 13th, 2008 at 11:51

    Kahatur
    Ki Dulur Dhipa Galuh Purba

    Ti payun badé tamada waé.
    Sok pirajeunan lalayaran dina internét téh di sakola (SMA YAS). Tina portal Google mimitina mah, brasna kana léma sastra Sunda. Goréhél aya Ki Dulur, Dhipa Galur Purba, kalayan atra alamat wébsite-na. Ku lantaran panasaran, nya éta alamat téh “digadabah. Hampura wae karek luha-loho ayeuna, najan ari mukaan mah geus rada remen. Sugan wae aya nu anyar patali jeung sastra Sunda.

    Naon atuh nu keur dipaluruh téh?
    Puguh kieu dongéngna mah Ki Dulur. Kuring téh aya nu “ngajongklokeun” kudu kuliah deui S-2 ka Unpad. Nya milih téh ka Kajian Sastra Kontémporér. Pédah we eta jurusan teh anyar dibuka. Sakelas teh aya tiluan: Kuring, Kang Yayat Hendayana (Direktur Rumentang Siang tea), jeung Kang Taufik Mulayana (Editor Pamedal Syamil).

    Ari margana luha-loho ka Ki Dulur, sugan wae bisa rumojong kana kereteg sim kuring anu seja nalungtik perkara kritik sastra Sunda. Pangpangna mah kritik-kritik nu ditulis dina majalah Cupumanik. Lantaran cek pangrasa, nya majalah Cupumanik anu kiwari sok pirajeunana ngamuat kritik sastra Sunda kontemporer.

    Cik, sugan Ki Dulur mibanda gagasan. Kumaha tah, ngeunaan kereteg kuring kitu teh? Maksud mah sugan wae ka hareupna, bisa rumojong kana tarekah ngaguar galuring kritik sastra Sunda kontemporer ti mangsa ka mangsa. Sakumaha anu geus dipilampah ku Rachmat Djoko Pradopo, nalungtik galuring krtitik sastra Indonesia modern.

    Muga wae aya bongbolongan ti Ki Dulur.
    Nuhun.

    Pun,
    Deni Hadiansah

  21. Nandang - May 8th, 2008 at 12:59

    Uing boga paket internetan gratis…


    Sok atuh uing berean, keur kapentingan publikasi budaya Sunda yeuh. Uing mah ngokolakeun web teh ukur ngandelkeun ka warnet. Sakapeung mun teu boga duit, sok milu ka PusInfoKom UIN SGD atawa aya kalana milu ka Majalah Cupumanik.

    DHIPA GALUH PURBA

  22. Dd - May 9th, 2008 at 12:08

    Euahhh … leubeut wartana. Abdi mabok. Ke bae ah macana. Viva kang bentang. He he. Pan bentang teh basa Kawina ’sudama’.


    Tangkal jambu di buruan bumi tatanggi langkung leubeut kang. Nuhun tos linggih, mangga diantos iraha bae oge kadieu deui. Sudama memang leres pisan hartosna bentang.

    DHIPA GALUH PURBA

  23. pikarich - July 12th, 2008 at 08:42

    yogyakarta,11 Juli 2008

    dhipa,
    alhamdulillah ketemu lagi…
    gak terasa tahun 2008 masuk semester ke dua..
    awibitung,cicadas,bubat,cibiru..tempat2 yang pengen saya kunjungi..
    ketemu dhipa,kang wawan,andrea hirata,mba wati,niel dll..
    semoga dengan ijin dan pertolongan Allah,saya bisa bersilaturahim dengan mereka..
    itu saja


    Alhamdulillah juga…
    ya, sok atuh segera luangkan waktu untuk ke Bandung.
    Jangan lupa bawa candi… eh bawa gudeg.
    Ya, amiiin… semoga ada umur dan bisa silaturahmi.

    DHIPA GALUH PURBA

  24. Kang Uha (SKeTSA 18) - August 13th, 2008 at 03:22

    Sampurasun…
    Kang hoyong ngiring ngarojong yeuh, iraha kinten2 bade ameng ka sman 18? murangkalih hoyong pisan ngagelar naskah kang dhipa di rumentang mung teu acan gaduh modal. kumaha tah? wilujeng gaduh website husus urang seni. nuhun.


    Rampeeesss…
    hatur nuhun pisan kana pangrojongna. InsyaAlloh upami tos aya widi Pangeran, tangtos abdi nganjang ka SMAN 18. Sambung du’a we, mugia sing enggal-enggal aya waragadna, amiiin.

    DHIPA GALUH PURBA

  25. Setragalih - August 14th, 2008 at 03:19

    Sampurasun…
    Cuuuuussss Ceeeeessssss Sok lah mugi-mugi Web ieu langkung majeng kanggo nambihan Wawasan Urang Sunda,pikeun nambihan pangaweruh sareng ngamumule basa sunda mugi janglar salamina, nambihan euyeub nu noong na, sehat wal’afiat anu ngelonan nana amin


    Rampeeesss…
    amiiin, salamet nu ngokolakeunana, salamet nu noonganana, sarta salamet nu ngararojongna…

    DHIPA GALUH PURBA

  26. Dodi Eka Pratama - August 30th, 2008 at 21:39

    Sampurasun…..
    Kumaha Damang?
    Punten ah.. ngiring ngalangkung….

    Dodi Eka

  27. uga - September 13th, 2008 at 15:59

    Sampurasun………………
    Kmha kbarna baraya?soksanaos teu tepang di kieuna,silaturahmi di dunia maya ge teu sawios nya?Nuju ngagarap naon ayeuna teh?kmha bikin film masih keneh?
    Pangapunten kanu samudaya kalepatan,boh bilih aya basa nu matak neke kana hate.pangapunten nu kasuhun baktos. Kakang Prabu tea. Cag


    Rampesss…
    Alhamdulillah aya hibar pangdu’a ti sadayana. Tangtos we silaturahmi mah di mamana oge sae. Perkawis ngadamel film, ayeuna nuju pere heula, margi teu acan aya nu masihan job deui.
    sami-sami, abdi oge nuhunkeun hapunten bilih aya kalepatan…

    DHIPA GALUH PURBA

  28. ugami - September 22nd, 2008 at 14:17

    pami bd ngintunkeun naskah kanggo d SB teu sawios didieu?hoyong naskah2 sunda ningalna dmana nya?

    Upami bade ngintun naskah kanggo majalah Seni Budaya (SB) mah saena kintun via email ka: senisunda@yahoo.com. Naskah-naskah Sunda, tiasa diimeutan dina Majalah SB. Sapalih diupload di ieu website.

    DHIPA GALUH PURBA

  29. tatan kurnia somantri - September 24th, 2008 at 05:29

    sampurasun
    kumaha daramang…
    sono pisan ka kota kembang… Bandung


    Rampessss
    Alhamdulillah nu damang mah nya damang, nu teu damang oge teu sakedik.
    Sok atuh geura longok Bandung teh, diantos…

    DHIPA GALUH PURBA

  30. Nurdin - October 1st, 2008 at 09:30

    Asslamualikum, Wr Wb

    Mohon maaf lahir dan batin, Selamat hari raya Idul Fitri
    1 Syawal 1429 H.

    Punten kang, bade tumaros, website kang dadan sutisna teu tiasa “di-akses”. Oge bade nyungkeun referensi kamus bahasa sunda anu lengkap, hatur nuhun

  31. Badry Jurnal 2002 - October 25th, 2008 at 13:34

    Sampurasun……………………..
    Ehm awis tepang, beda geus beunghar mah…..
    Kang, dunya lenyepaneun keur urang…..
    Tulisan Akang bakal leuwih kalenyepen mun akang geus aya nu maturan…uing moal tulus kawin…mun akang nyorangan wae….he…he…
    Tapi Kang, Jembar hate leuwih hese di teangna…
    Iraha bade siaran teh?
    Nyunken waktos tiap dinten akang maturan uing….

    Rampesss
    Awis kumaha? sakieu murah tepungna… di dunya maya.
    Rea batur di dunya maya mah, jadi teu kudu gurunggusuh neangan batur hirup, salse we. Enya, mending ulah tulus kawin, engke we taun 2010 ngarah kadagoan keneh para ABG jaman ayeuna.
    Siaran mah saminggu sakali, saban malem kemis, jam 10 peuting…

    DHIPA GALUH PURBA

  32. Uga - October 28th, 2008 at 16:46

    naha bet ngantosan abg nu 2010?teu dipercanten ku abg ayeuna?heeee….naha uninga kitu bakal dugi ka 2010?heeee…..pangapunten. Eh puntennya seratanna awon.


    Sanes teu dipercanten, tapi abdina anu teu percanten. Nya terang atuh, da 2010 mah kantun 2 taun deui. InsyaAlloh abdi panjang yuswa saur Kang Haji Wawan (HaWe) Setiawan oge. Margi mun abdi maot, saha nu bade nyerat obituari2 pangarang Sunda? Paling ayeuna ukur Djasepudin sareng Atep Kurnia. Tah pami Djasepudin sareng Atep maot, saha nu bade nyerat obituarina? Logis pisan asana mah pami abdi kedah panjang yuswa… amiiiin

    DHIPA GALUH PURBA

  33. Badryanto - November 7th, 2008 at 14:46

    Nyunken waktos unggal dinten…tapi kedah..
    hoyong privat diajar ngadmel web…
    kang, hapunten…urang barengwe 2010 mah, meh murah…
    abdi mah ngiring…hajatna mun pareng kawin 2010…he..he..

    hayu, kari datang ka kampus ti Senen nepi ka Kemis.
    Enya, urang patungan nyewa Gedong Pusdai. kawin-kawin wae meni hararese…

    DHIPA GALUH PURBA

  34. beng - November 19th, 2008 at 05:05

    cik atuh panggajarkeun nulis carpon

Isi komentar.

Pencarian


Kingkilaban

Katumbiri

Bedah & Niaga