Kategori: Tourism | Diterbitkan pada: 23-11-2008 |
Oleh ROCHAJAT HARUN
Tentunya ada pula objek wisata hutan yang memang sudah lama dikenal dan dilola seperti kawasan Puncak Bogor, hutan gunung Tampomas, gunung Gede, gunung Pangrango, gunung Tangkuban Perahu, gunung Patuha, gunung Dieng, gunung Bromo dan lain-lain. Namun demikian masih masih banyak sekali objek wisata kehutanan di
Apabila kita cermati beberapa produk hukum yang menyangkut pengelolaan hutan seperti Kepres No. 41 tahun 2004 tentang perizinan atau perjanjian di bidang pertambangan yang berada di Kawasan Hutan, terdapat 13 izin / perjanjian dibidang pertambangan. Kepres ini telah ditindak lanjuti dengan Peraturan Menhut No. P.12 / Menhut-II/2004 tentang penggunaan Kawasan Hutan Lindung untuk kegiatan Pertambangan. Demikian pula dengan produk hukum dari Menteri Kehutanan berupa Peraturan Menhut No. P.14 / Menhut-II / 2006 tentang pedoman Pinjam Pakai Kawasan Kehutanan yang kemudian diperbaiki lagi dengan Peraturan Menteri Kehutanan No.P-64 / Menhut-II / 2006.
Kenyataan di lapangan, sungguh tak bisa dibayangkan mau dibawa kemana arah pelestarian hutan ini. Apalagi kalau dalam operasionalnya masih tersembunyi kepentingan politik dan kepentingan pribadi maupun kelompokan pejabat teras baik eksekutif maupun legislatif. Dari sekian banyak produk hukum tersebut, tidak ada atau sedikit sekali yang berkaitan dengan ”kepariwisataan” sebagai salah satu upaya bisnis, guna perolehan income negara yang sekaligus dalam rangka pelestarian hutan
Pada tahun 1992, dalam United Nation Conference on Environment and Development -the Earth Summit- di Rio de Janeiro, dirumuskan program tindak yang menyeluruh hingga abad ke-21 yang disebut Agenda 21, yang kemudian diadopsi oleh 182 negara peserta konferensi termasuk Indonesia. Agenda 21 merupakan cetak biru untuk menjamin masa depan yang berkelanjutan dari planet bumi dan merupakan dokumen semacam itu yang pertama mendapatkan kesepakatan internasional yang sangat luas, menyiratkan konsensus dunia dan komitment politik di tingkat yang paling tinggi. Pertemuan Rio ditindaklanjuti dengan Konferensi Dunia tentang Pariwisata Berkelanjutan pada tahun 1995 yang merekomendasikan agar setiap pemerintahan negara dan daerah, segera menyusun rencana tindak (action plan) pembangunan berkelanjutan dibidang kepariwisataan, serta merumuskan, mempromosikan serta mengusulkan Piagam Pariwisata Berkelanjutan.
1. Pembangunan pariwisata kehutanan harus berdasarkan kriteria keberlanjutan -dapat didukung secara ekologis dalam waktu yang lama, layak secara ekonomi, adil secara etika dan sosial bagi masyarakat setempat.
2. Pariwisata kehutanan harus berkontribusi kepada pembangunan berkelanjutan dan diintegrasikan dengan lingkungan alam, budaya dan manusia.
3. Pemerintah dan otoritas yang kompeten, dengan partisipasi lembaga swadaya masyarakat dan masyarakat setempat harus mengambil tindakan untuk mengintegrasikan perencanaan pariwisata sebagai kontribusi kepada pembangunan berkelanjutan.
4. Pemerintah dan organisasi multilateral harus memprioritaskan dan memperkuat bantuan, langsung atau tidak langsung, kepada projek-projek pariwisata kehutanan yang berkontribusi kepada perbaikan kualitas lingkungan.
5. Ruang-ruang dengan lingkungan dan budaya yang rentan saat ini maupun di masa depan harus diberi prioritas khusus dalam hal kerja sama teknis dan bantuan keuangan untuk pembangunan pariwisata kehutanan yang berkelanjutan.
6. Promosi/dukungan terhadap berbagai bentuk alternatif pariwisata kehutanan yang sesuai dengan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan
7. Pemerintah harus mendukung dan berpartisipasi dalam penciptaan jaringan untuk penelitian, diseminasi informasi dan transfer pengetahuan tentang pariwisata kehutanan dan teknologi pariwisata kehutanan berkelanjutan.
8. Penetapan kebijakan pariwisata kehutanan berkelanjutan memerlukan dukungan dan sistem pengelolaan pariwisata kehutanan yang ramah lingkungan, studi kelayakan untuk transformasi sektor, dan pelaksanaan berbagai proyek percontohan dan pengembangan program kerjasama internasional.
Sebagai industri terbesar di dunia, pariwisata memiliki potensi yang sangat besar untuk mempengaruhi -negatif maupun positif- lingkungan, keadaan sosial dan ekonomi dunia. Agar pariwisata dapat secara efektif memberikan kontribusi yang positif, program tindak global Agenda 21, maka diperlukan adanya prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan. Dengan demikian Piagam Pariwisata Berkelanjutan perlu diterjemahkan ke dalam langkah-langkah nyata yang relevan bagi pariwisata kehutanan.
Pariwisata yang memenuhi kebutuhan wisatawan dan wilayah yang didatangi wisatawan (tourist destination) pada saat ini, sekaligus melindungi dan meningkatkan kesempatan di masa depan. Pengertian tersebut mengarah pada pengelolaan seluruh sumber daya kehutanan sedemikian rupa sehingga kebutuhan ekonomi, sosial dan estetika dapat terpenuhi sekaligus memelihara integritas kultural, berbagai proses ekologi yang esensial, keanekaragaman hayati dan berbagai sistem pendukung kehidupan.
Dalam mengembangan kehutanan sebagai objek wisata, ada beberapa hal yang harus diperhatikan secara serius, baik dalam perencanaan maupun pelaksanaannya di lapangan.
1. Kesulitan Transportasi. Masalah trasportasi wisata / jalan merupakan masalah umum yang dihadapi oleh dunia pariwisata di Indonesia, terutama tranportasi dari dan ke lokasi yang terpencil. Sedangkan untuk tranportasi lokal tidak begitu masalah karena dapat diatasi oleh tranportasi yang disediakan atau dilola oleh masyarakat setempat.
2. Akomodasi penginapan. Terutama di tempat atau lokasi objek wisata kehutanan, terasa masih langka. Kalaupun ada, masih belum terpelihara dengan baik. Sebetulnya, rumah-rumah penduduk setempatpun bisa saja dijadikan tempat nginap wisatawan, seperti halnya yang terjadi di
3. Objek Wisata Hutan. Pada umumnya objek wisata di
4. Sumber Daya Manusia. Bagaimanapun bagusnya objek wisata hutan, namun diperlukan Sumber Daya Manusia yang mampu menggelar, merencanakan serta menpromosikan objek-objek wisata kehutanan secara menyeluruh. Setidak-tidaknya para pemandu turis (tourist guide) betul-betul perlu menguasai hal-hal yang menyangkut kehutanan, dan sekaligus mampu menjaga keselamatan wisatawan baik selama diperjalanan, maupun di kawasan wisata hutan. Ini berarti sumberdaya manusia di bidang wisata hutan menjadi amat menentukan dalam menyiapkan obyek-obyek pariwisata yang ada. Dengan demikian SDM wisata hutan perlu disiapkan baik jumlah, kualitas maupun kemampuannya sebagai abdi-abdi masyarakat wisata kehutanan. Apalagi objek wisata kehutanan ini memiliki banyak risiko, baik selama perjalanan kunjungan maupun risiko di lokasi wisata kehutanan.
5. Promosi Pariwisata Kehutanan. Perhatian pemerintah baik pusat maupun daerah, dalam hal ini harus lebih digalakkan. Upaya yang sungguh-sungguh untuk memasarkan obyek-obyek wisata kehutanan di
6. Masalah Keamanan (Security). Antara lain masalah keselamatan wisatawan dilokasi wisata, maupun selama perjalanan menuju lokasi wisata. Kemungkinan terjadinya bencana alam, gelombang Sunami, keadaan pisik lapangan, keamanan di perjalanan dan sebagainya. Ini semua memerlukan pemikiran dan penanganan yang cukup serius. Keadaan tekstur dan struktur pergunungan & kehutanan yang bisa menimbulkan penuh risiko, perlu diperhitungkan secara matang, baik oleh pengelola wisata maupun para pemandu.
7. Koordinasi Antar Departemen. Setidak-tidaknya ada 3 (tiga) departemen yang akan banyak terlibat demi keberhasilan Revitalisasi Hutan Wisata ini, yaitu DEPDIKBUD, DEPNAGRI, dan DEPHUT. Untuk itu koordinasi yang mantap seyogianya segera dilakukan, bahkan bila perlu disediakan landasan hukum yang kuat setidak-tidaknya melalui Keputusan Presiden, sehingga menjamin keberhasilan Revitalisasi Hutan Wisata








Semoga hutan di Indonesia tetap lestari. Amiin.
Cool… hanya satu kata yang selalu bisa saya katakan untuk mengagumi tempat ku bernaung – Indonesia. COOL… Semua ada disini… One stop tour… One stop adventure…
Benar! Negara yang begitu kaya ini terlalu lama tidak menunjukkan diri seutuhnya di hadapan dunia. Negara ini terlampau kaya, kaya, kaya dan kaya. Indonesia yang begitu unik. Sumber daya alam yang tersedia berlimpah. Kaya dengan sumber daya tambang (emas, gas, minyak, dll) tapi kenapa bangsa ini masih tetap miskin. Rakyat yang di sekitar daerah sumber daya bukannya makmur malah jadi pengemis dan tenaga buruh. Heran!!!
Sedih..Yap sedih. Lama saya merenungkan hal ini (cieee… khekhe). Banyak potensi paiwisata yang pantas di ketahui dunia disini, tidak hanya Bali dengan pantai dan masyarakatnya yang unik, tapi daerah-daerah lain yang jauh lebih dasyat (jika dikembangkan dan dipromosikan).
Seperti wisata hutan. Saya sangat setuju dengan hal ini. Indonesia merupakan Negara tropis yang memiliki kawasan hutan luas dengan cukup cahaya matahari, jutaan jenis tumbuhan dan ribuan spesies binatang. Kita memiliki Pulau Komodo, yang merupakan satu-satu nya pulau tempat hidup nya komodo, yang sangat menarik perhatian para peneliti dan pecinta binatang. Pulau komodo ini juga sebagian besar adalah hutan, jadi kenapa tidakdipromosikan lebih lagi?
Kalimantan. Pulau ini memiliki hutan terbesar dan penghuni hutannya pun bergitu beragam. Bahkan banyak film Hollywood yang mengambil setting di hutan Kalimantan, seperti Anaconda2, dll. Banyak peneliti yang mengunjungi hutan Kalimantan. Di pulau ini juga terdapat banyak jenis tumbuhan dan binatang yang sangat special yang tidak dimiliki oleh Negara lain.
So, dengan kekayaan yang besar seperti sontoh di atas, kenapa Indonesia masih tidak mampu mempromosikannya secara besar-besaran??? So sad…
Revitalisasi hutan. Baiklah banyak pihak lebih memperhatikan, kesadaran untuk perduli dan mengambil tindakan atas sumber daya alam yang besar ini.
Assslmlkm……
Kita tahu bahwa Indonesia memiliki areal kehutanan & pergunungan yang sangat potensial untuk dilola dan dikembangkan sebagai objek wisata secara baik. hanya kurangnya strategi promosi dan pengembangan hutan tersebut. sehingga wisnus dan wisman tidak banyak yang mengetahuinya. terlebih, hutan diIndonesia makin gundul. karena adanya penebangan pohon ilegal. untuk itu diperlukannya perhatian pemerintah dan penjagaan dan pelestarian hutan yang baik.
wisata kehutanan termasuk wisata minat khusus. jarang sekali wisatawan yang ingin berwisata ke hutan-hutan. tetapi semua itu bisa saja berubah. jika keadaan hutan yang memiliki daya tarik baik dibenak wisatawan.
assalamu’alaikum….
indonesia memiliki keanekaragaman suku, bangsa, budaya, dan agama yang beragam. alam yang melimpah ruah menjadi bekal kita untuk kita gunakan dan kelola menjadi suatu hal yang lebih bermanfaat, yang merupakan salah satu titipan Tuhan yang patut kita jaga. luasnya hutan dan samudera yang begitu kaya akan berbagai isinya merupakan suatu wujud kepedulian tuhan yang semuanya itu harus dilestarikan. namun, beberapa dari smeua itu telah hilang dan kini hanya dapat diratapi. padahal betapa besar dan berharganya suatu lahan hutan dan pegunungan yang telah tuhan ciptakan, yang seharusnya dikelola dengan baik. para stakeholder harus ikut serta dan pemerintah terutama untuk mengembangkan pengelolaan hutan dan pegunungan serta semua sumber daya alam untuk dijadikan potensi wisata yang lebih menarik wisatwan. walaupun wisata ini merupakan wisata minat khusus alangkah baiknya jika pemeliharaan dapat ditingkatkan guna keberlangsungan kegiatan pariwisata.
ass…
Indonesia memiliki areal kehutanan & pergunungan yang sangat potensial untuk dilola dan dikembangkan sebagai objek wisata secara baik.namun harus ada strategi dalam merencanakan, mengembangakan serta mempromosikan wisata hutan ini kepada para wisatawan terutama wisatawan mancanegara.
karena indonesia adalah negara kaya akan alam dan segala isisnya.
cayooo…
saya yakin indonesia semakin kaya akan alam wisatanya.
wassalam . .
Assalamualaikum..
Merupakan sebuah anugrah bagi negara kita tercinta bahwa indonesia dikaruniai banyak sekali potensi sumberdaya alam, perairan indonesia juga melimpah ruah, flora dan fauna tidak kalah banyaknya, apalagi hutan yang bergelimang dimana-mana. dari sabang sampai merauke hutan terhampar beserta dengan seluruh isinya, namun suatu hal yang sangat disayangkan. bahwa ternya pemerintah masih saja tidak peka terhadap kelestariannya. banyak sekali terjadi pembalakan liar, penebangan hutan tanpa menanamnya kembali sebagai wujud dari responsibilitas penebang, orang hanya mau enaknya saja.menebang setelah itu tererosi sehingga lama-kelaman akan berakibat merugikan tidak hanya satu pihak. namun seluruhnya cepat atau lambat akan terasa. untuk itu beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemeliharaan hutan perlu dijadikan sebagai bahan introspeksi tidak hanya untuk pemerintah namun ini untuk semua khususnya bagi orang-orang yang suka tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan hutan sebagai bisnis.
wassalam…
Seperti yang diketahui bahwa, pengembangan produk wisata haruslah mempertahankan keaslinya serta kelestariannya agar dapat berkelanjutan. Di Indonesia banyak sekali hal-hal yang dapat dijadikan sebagai atraksi wisata salah satunya adalah Hutan dan keragaman flora dan faunanya. Saya setuju bahwa pengembangan wisata tidak hanya berorientasi pada profit saja tetapi juga aspek lingkungan dan keadilan yang merata bagi masyarakat dan bukan korban pembangunan pariwisata. Yang terpenting dalam revitalisasi hutan wisata adalah:
1. partisipasi Pemerintah;
dalam menjaga,mengamankan,mengawasi kekayaan hutan dan segala isinya dari kerusakan yang di akibat oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan memberikan sanksi yang tegas bagi pelanggarnya. Agar terpeliharanya kelestarian hutan dan tetap menjadi daya tarik wisata.
2. partisipasi masyarakat;
menjaga kekayaan dan kelestarian agar tetap asri dan terjaga dengan tidak merusak hutan flora dan faunanya. Menumbuhkan kesadaran terhadap lingkungan.
3. partisipasi Industri Pariwisata
mengembangkan produk-produk wisata yang bertemakan ramah lingkungan/green tourism.
Ketiga komponen diatas harus bersinergi dalam mewujudkan terciptanya pembangunan hutan wisata yang berkelanjutan.
assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh
hutan di indonesia luas sekali
selain untuk industri pembangunan, ini juga bisa digunakan untuk industri pariwisata
namun dalam pengelolaan dan pelaksanaanyya harus seimbang
tidak boleh merusak ekosistem
wassalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh
assalamualaikum..
salah satu bukti negeri yang subur adalah negeri yang dipenuhi oleh hutan dan pegunungan,, banyak negara yang tidak mempunyai banyak daerah kehutanan oleh sebab itu, Indonesia menjadi tujuan utama objek agrowisata. hanya saja banyak masyarakat Indonesia yang tidak menyadari akan pentingnya hutan bagi kelangsngan hidup orang banyak. banyak masyarakat Indonesia yang menebang hutan hingga gundul.
maka dari itu, perlu diseimbangkan antara kebutuhan industri dengan kebutuhan pariwisata agar rakyat Indonesia tetap bekerja dan pariwisata tetap berjalan..
wassalamualaikum..
As… Pa Rochayat
Hutan kkita memang paling baik dan cukup produktif Pa, namun ini bisa mengundang para penebang hutan liar Pa
harus ada kesadaran dai masyarakat sendiri Pa, kalo udah teratur, dalam pengembangan parwisata juga mudah Pa
saya suka blog anda…
also vist jasa pengamanan
God luck!!