Kategori: Simpay Dipawikarta | Diterbitkan pada: 18-10-2007 |
Bapak Purwa Dinata adalah putra kedua dari Muhammad Nas Dipawikarta. Menikah dengan Ma Amah, dan dikaruniai tiga orang anak, yaitu:
- Oom Somadikara
- Ceu Rupiah (meninggal dunia saat masih bayi)
- Juana (Kang Andeung)
Selanjutnya, Bapak Purwa menikah lagi dengan Ibu Odah, dan dikaruniai 11 anak, antara lain:
- Aip
- Mamat Rahmat. P
- Yayah Komariah
- Juju Purwadi
- Jaja Somatri
- Dadeng Sunarya
- Ceu Sapti
- Aa Sugiat
- Siti Dewi Kuraesin
- Ade Suwita
- Ace Rosadi
Bapak Oom Somadikara menikah dengan Ma Pramanik, dan melahirkan tiga orang anak, antara lain:
- Ujang Daman (l. 1962). Menikah dengan Ade, dan mempunyai dua orang anak, bernama Deri Putra Pratama dan Rizki.
- Rochimah (l. 1965). Menikah dengan Eutik A.R., dan mempunyai seorang anak bernama Sari.
- Mara Kania (l. 1969). Menikah dengan Karti, dan memiliki dua orang anak bernama Ajid dan Kiki Apriyadi.
Selanjutnya Bapak Oom Somadikara menikah dengan Maya Dahlia, dan dikaruniai empat orang anak, antara lain:
- Mega Yani (l. 1970). Menikah dengan Deni, dan telah memiliki dua orang anak bernama Zaki Faisal Husein dan Satya Marwah Diniar.
- Indra Irawan (l. 1972). Menikah dengan Agustini.
- Roslia Rahayu (l. 1974). Menikah dengan Vemiludianto, dan telah memiliki seorang anak bernama Velia Wanda Nur Salsa.
- Dian Hadiani/ Acu (l. 1978)
Bapak Juana (Kang Andeung) menikah dengan Ibu Popong, serta dikaruniai enam orang anak, antara lain:
- Iyan. Menikah dengan Eti, dan dikaruniai dua orang anak bernama Neng Iput dan Cep Syipa.
- Yadi. Menikah dengan Noneng, dan dikaruniai dua orang anak bernama Rubi dan Wajma.
- Dewi. Menikah dengan Budi, dan dikaruniai seorang anak bernama Sarah.
- Yanti. Menikah dengan Yana, dan dikaruniai seorang anak bernama Nila.
- Dadan (l. 1977)
- Juwita (l. 1982)




Halah meuni kumplit yeuh Kang Dhipa silsilah kulawargana.Gaduh bukuna rupina mah nya.
Abdi mah nuju satekah polah ngempelkeun deui ti wargi nu masih aya.Tos pareumeun obor yeuh.
Numawi ieu teh nuju bibilintik dina raraga hoyong ngadamel bukuna. Abdi oge tos rada pareumeun obor. Numawi ayeuna nuju dicaang-caangkeun deui. Ngeureuyeuh we, mamanawian tiasa kahontal. Hatur nuhun tos nganjang ka dieu. Ulah kapok nya…
Dhipa Galuh Purba