Promosi Pariwisata Perlu Ditingkatkan
Kategori: Tourism | Diterbitkan pada: 24-09-2008 |
Oleh Rochajat Harun
BEBERAPA hari yang lalu Asita Tours & Travel menyelenggarakan Pasar Kaget Wisata 2008. Tepatnya tanggal 25-27 April 2008, di Landmark Building, Braga Bandung. Sesuai dengan namanya memang cukup mengagetkan, dan mungkin cukup menarik bagi pengelola dan peminat Kepariwisataan.
Salah satu yang menarik, adalah produk-produk wisata dan promosi yang dilakukan oleh Malaysia. Begitu strategis dan betul-betul terkesan bagaimana keadaan objek-objek wisata di kerajaan Malaysia itu. Saya menerima 2 (dua) DVD. Yang pertama berjudul Malaysia Your Enchanting Getaway. Didalamnya berisikan Your Link to Enchanting Nature, Your Getaway to Health & Wellness, Passion in Paradise, dan Sands of Serenity. Ditampilkan gambaran objek-objek wisata hutan, wisata pantai serta objek-objek wisata lainnya. Sangat menarik, karena suguhannya dilakukan secara profesional baik bahasa pengantar maupun gambar-gambar visualisasinya.
DVD yang kedua berjudul Afamosa Resort Malaysia. Disajikan dalam 4 (empat) bahasa, yaitu bahasa Inggris, China, Thai, dan Vietnamese. Seperti halnya dengan DVD sebelumnya, inipun sangat menarik. Didalamnya dikemukan beberapa produk dan objek wisata yang cukup merangsang bagi yang menyaksikannya. Selain dari pada Resort Hotel yang nampaknya nyaman dan menarik, termasuk tersedianya Meeting & Conference Rooms yang cukup luas, Resort Business Centre. Beberapa objek wisata lain seperti multi animal show (gajah, ular, monyet, buaya dan sebagainya.). Untuk kegiatan olah raga disediakan juga Golf Course, sport & recreation, carting, flying mashine, Acrobatic performance. Bahkan life show ala Cowboy Texas pun ada, dengan diiringi coutry music, serta bangunan tua kaya dalam film cowboy di Texas. Informasi tentang Afamosa Resort Malaysia ini dapat diperoleh melalui internet dengan website: www.afamosa.com.
Nampaknya Malaysia semangat sekali memancing minat para calon wisatawan dari Indonesia, sehingga pada surat kabar Pikiran Rakyat (5 Mei 2008, hal.5), terdapat iklan wisata alam yang cukup menyolok. Judul iklan: “Nikmati Suasana Liburan di Pegunungan”. Harga Paket mulai USD 29 perorang, sudah termasuk Gratis tiket show Dreamsz. Akomodasi 3 hari 2 malam di First World Hotel. Pendaftaran langsung ke 3 Travel Agent di Jakarta. Selain pemesanan bisa melalui internet dengan website: www.genting.com.my.

Sebelumnya, pada Desember 2007, Indonesia telah mencanangkan VISIT INDONESIA YEAR 2008 (VIY2008). Dan beberapa minggu yang lalu presiden SBY kembali menegaskan untuk segera menyukseskan VIY2008 tersebut, dengan target 7 juta wisatawan mancanegara masuk ke Indonesia. Sayangnya pencanangan kepala negara tersebut, tidak ditinjak lanjuti secara serempak di daerah-daerah. Terutama daerah-daerah yang secara potensial memiliki objek dan atraksi wisata. Hal ini mungkin karena disebabkan adanya kesibukan Pilkada baik ditingkat Propinsi maupun Kabupaten yang cukup menguras tenaga, pikiran dan keuangan.
Walaupun kini sudah lima bulan berlalu setelah gelar pencanangan VIY2008, mudah-mudah belum terlambat. Kita memang harus berpacu dengan waktu. Berbagai cara, teknik dan media promosi seyogianya lebih gencar segera dilaksanakan. Sebab sekarang kita sudah masuk pada era teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Media yang dapat dipergunakan untuk mempromosikan pariwisata jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan dekade sebelumnya.
Beberapa pakar ekonomi industri pernah menyatakan, bahwa apabila produksi industri ingin berhasil dipasarkan maka biaya promosi hendaknya disediakan anggaran yang cukup, minimal 60 % dari total anggaran produksi. Dan dilakukan secara serentak, berkesinambungan dan dijalin secara sinergis (marketting mix) yang melibatkan berbagai media informasi.
Pariwisata, dilihat dari keilmuannya, adalah merupakan suatu bentuk Industri yang berproses sebagai suatu sistem. Jadi wajarlah, apabila produk-produk wisata tersebut termasuk objek dan atraksi wisata, promosinya dilakukan secara gencar, sinergis dan berkesinambungan. Jangan lagi geledug ces seperti yang sudah silam. Kiranya strategi pemasaran pariwisata demikian telah dilakukan oleh beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Singapore dan Thailand.
Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) merupakan salah satu faktor pendorongnya. Teknologi ini sudah banyak diadopsi oleh kalangan pemerintahan, pendidikan, bisnis dan lainnya sebagai sarana untuk promosi, desiminasi informasi dan transaksi. Di bidang pemerintahan disebut dengan istilah e-government), di bidang pendidikan disebut dengan istilah e-learning, dan di bidang bisnis disebut dengan istilah e-business/ecommerce.
Agar tujuan promosi pariwisata tercapai secara efektif, maka media yang dipilih dapat mengkombinasikan berbagai teknologi, dari mulai yang sederhana hingga yang canggih. Hal ini mengingat bahwa latar belakang wisatawan cukup beragam. Memang harus disadari, teknologi yang berbeda memiliki keterjangkauan yang berbeda pula. Keterjangkauan di sini menyangkut luasan geografis maupun kelompok sasaran.
Akhirnya, kita sambut pencanangan VIY2008 dengan lebih menggalakkan lagi berbagai media promosi baik cetak, elektronik maupun media-media promosi lainnya. Tentunya hal ini harus dibarengi pula dengan kesiapan Objek Daerah Tujuan Wisata (ODTW), yang benar-benar siap pakai. Termasuk kesiapan akomodasi dan transportasi. Kita berpacu tidak hanya dengan waktu, tapi juga berpacu promosi dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapore dan Thailand. Semoga target 7 juta wisatawan mancanegara tahun 2008 bisa tercapai. Semoga !
Bandung, 6 Mei 2008
Ass Bapak..
Amiin…
Semoga target 7 juta wisatawan dapat tercapai di tahun 2008 ini.
Benar sekali, kekuatan promosi yang kali ini harus ditingkatkan untuk menyukeskan VIY 2008.
Tanpa promosi, semua program yang sudah dibuat akan terkesan sia- sia dan tidak akan sukses mendatangkan wisatawan..
Indonesia hanya perlu lebih kreatif dalam membuat strategi pemasarannya…
Untuk mewujudkan cita- cita bangsa indonesia dalam sektor kepariwisataanya.
Setuju setujuuuuu…! dan jangan lupa menciptakan suasana masyarakat Bandung yang berbudaya. Ramah terhadap semah, juga ramah terhadap lingkungan…
DHIPA GALUH PURBA
Sehat Pa?
bener pa!!
Promosi adalah suatu alat yang paling efektif, di Indonesia banyak para seniman iklan yang kreatif, harusnya mereka berlomba untuk negaranya sendiri, nah pemerintahan juga mestinya menyediakan peluang banyak, kaya lomba-lomba buat iklan, jangan bikin lomba bikin logo brand melulu”
semoga kedepanya Indonesia lebih dikenal dimata Dunia, dan Pa Rochayat Harun bisa jadi sejarah loh nanti, mana photonya pool banget, handsome lah…
POOL buat DHIPA GALUH PURBA
Semoga Dr.Ir. Rochayat Harun menjadi Menteri Pariwisata Indonesia tahun 2009 ! Amiin .
sampurasun
pa rochayat
memang benar segala usaha pemerintah guna mensukseskan program VISIT INDONESIA YEAR 2008 belumlah terasa maksimal, di karenakan masih ada daerah daerah yang kurang bersinergi dengan program tersebut, padahal daerah tersebut memiliki objek wisata yang potensial.
mengapa dikatakan kurang maksimal? karena kepariwisataan merupakan suatu sistem yang sangat terkait dengan unsur-unsurnya, seperti halnya pemerintah pusat yang bisa dikatakan sebagai penggagas yang utama yang memiliki planning dan pemerintah daerah sebagai yang menjalankan, tetapi apabila pemerintah daerah kurang maksimal maka program yang direncanakan pun akan kurang maksimal.
sebenarnya indonesia sangat potensial bila dijadikan tujuan wisata, negara kita memiliki begitu banyak jenis wisata seperti : ekowisata, wisata bahari, haritage tours, adventure, wisata kuliner, wisata belanja, wisata edukasi dll. selain itu pula negara kita didukung oleh alam yang potensial pula.
seperti sekarang ini negara thailand sedang mengalami konflik internal negaranya, seharusnya itu bisa kita manfaatkan sebagai peluang dan dapat menarik wisatawan yang tujuan awalnya akan mengunjungi thailand dan pada akhirnya melirik indonesia sebagai alternatif tujuan wisata. tetapi hal itu pula harus dibarengi dengan promosi yang profesional dan gencar, maka target 7 juta wisatawan mudah-mudahan dapat tercapai
Amin!!!!!!!!!!
assalamualaikum warrohmatullohi wabarokatuh
promosi pariwisata indonesia perlu ditingkatkan agar lebih maju dan tidak tertinggal dari negara lain sebab banyak sekali objek wisata yang ada di indonesia
namun perubahan-perubahan slogan pariwisata indonesia bisa menghambat tujuan pariwisata indonesia sendiri karena wisatawan akan merasa bingung
kalau sekarang berslogan visit indonesia sebaiknya ini mempunyai makna dan tujuan yang jelas untuk menarik minat wisatawan
wassalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh
sampurasun……………………..
leres pisan pariwisata di urang nuju “kembang kempis”, sim kuring panuju pisan di masing2 wilayah kedah aya anu “dijagokeun” kanggo tujuan wisata utamina wisata budaya purbakala. saur sesepuh mah “moal aya nu ayeuna lamun teu aya anu bareto”. rarasaan urang sunda oge teu acan terang sadayana ka para karuhunna.
hatur nuhun kang ………..
kapayun diantos seratanana, kanggo nambih wawasan urang sunda khususna, umumna balarea.
rampes