Kategori: Seni Budaya | Diterbitkan pada: 29-06-2009 |
Catatan PANDU RADEA

Semua Panitia Festival yang terdiri dari Domingo Borges (ketua Panitia) Fransisco Brito (kordinator) dan Filia Agrimanaki, menyatakan bahwa Wayang Ajen merupakan penampil terbaik dalam festival de Titeres de Canarias 2009. Tidak saja berdasarkan penilaian pribadi namun juga berdasarkan tanggapan penonton dari berbagai kota yang pernah menonton Wayang Ajen. Demikian pula tim kesenian boneka lainnya yang datang dari beberapa Negara, juga menyakan kekagumannya akan pertunjukan Wayang Ajen. Wayang Ajen juga merupakan satu-satunya group yang dibiayai sepenuhnya oleh Panitia. Sedangkan group lainnya hanya akomodasi saja yang ditanggung panitia, untuk tiket pesawat mereka harus mencari sponsor sendiri.
Kepercayaan dan penghargaan besar dari panitia berkaliber International tersebut jelas tidak disia-siakan oleh Tim Wayang Ajen. Setiap jadwal acara selalu diikuti tepat waktu. Hal ini untuk memberikan citra baik bagi dunia international, bahwa seniman Indonesia memiliki disiplin tinggi dan sikap profesionalisme. Dari semua hal diatas, terutama pertunjukan Wayang Ajen yang selalu sukses besar akhirnya Wayang Ajen diundang tampil untuk acara live di station TV Teidevision canal 6. Dalam format siaran langsung ini, Wayang Ajen menampilkan sesuatu yang berbeda yaitu Wayang Karinding.
Pertunjukan yang berjalan 30 menit tersebut menampilkan simulasi permainan wayang golek dengan iringan alat musik tradisional yang disebut karinding. Alegria, pembawa acara Bosque Imagico menyatakan kepuasaanya. Dalam wawancara live tersebut kami juga kembali menjelaskan secara singkat gambaran mengenai pertunjukan Wayang Golek sunda dan wayang Indonesia pada umumnya. Yang ditampilkan wayang ajen hanya sebuah simulasi saja, Karinding yang menjadi pengiring musik adalah antisipasi akibat alat pertunjukan yang biasa dipergunakan tidak dibawa, sehubungan informasi panitia menyatakan Tim Wayang Ajen hanya akan diwawancara saja, tidak diminta tampil dalam format pertunjukan wayang golek. Untuk itu, maka kami juga menyerahkan video rekaman pertunjukan Wayang Ajen sebenarnya yang telah direkam di tanah air. Agar mereka tidak salah presepsi mengenai pertunjukan Wayang Ajen yang sebenarnya.
Pada kesempatan tersebut juga kami mengenalkan Wayang Daun kepada Teidevision. Wayang yang dibuat dari daun kering tersebut ternyata sangat diminati oleh Alegria sebagai media pembelajaran kretifitas bagi anak-anak. Bahkan dirinya berjanji akan mengembangkan wayang daun dalam program Bosque Imagico. Selain itu Alegria juga akan selalu mengatakan bahwa Wayang Daun yang akan dikembangkanny,a diciptakan oleh 4 seniman Wayang Ajen Indonesia yang telah berkunjung ke Tenerife.
Untuk itu Tim Wayang Ajen memberikan nama setiap karakter Wayang Daun, sesuai dengan nama karakter pada tokoh Wayang Golek Sunda. Hal tersebut merupakan sebuah promosi seni Indonesia yang akan selalu diingat. Jika Wayang Daun di kemudian hari berkembang, maka nama Indonesia, melalui kreatifitas tim Wayang Ajen, akan selalu harum dikenang oleh pecinta Wayang Daun di Spanyol, khususnya di Tenerife.



