Kategori: Tourism | Diterbitkan pada: 29-11-2008 |
Oleh ROCHAJAT HARUN
Akomodasi perhotelan tidak dapat dipisahkan dengan pariwisata. Tanpa kegiatan kepariwisataan dapat dikatakan akomodasi perhotelan akan lumpuh. Sebaliknya pariwisata tanpa hotel merupakan suatu hal yang tidak mungkin, apalagi kalau kita berbicara pariwisata sebagai suatu industri.
Hotel termasuk sarana pokok kepariwisataan (main tourism superstructures). Ini berarti hidup dan kehidupannya banyak tergantung pada banyak atau sedikitnya wisatawan yang datang. Bila kita umpamakan industri pariwisata itu sebagai suatu bangunan, maka sektor perhotelan merupakan tiangnya.
Kita menyadari bahwa tujuan wisatawan datang berkunjung pada suatu tempat bukanlah untuk tidur di hotel semata-mata. Menginapnya wisatawan di hotel dan akomodasi lainnya selalu dikaitkan dengan keperluan lain dengan motivasi yang beraneka ragam. Dengan perkataan lain, sektor perhotelan bukan suatu hal yang mutlak harus ada. Tanpa hotel orang-orang juga dapat menikmati banyak obyek dan atraksi wisata.
Anggapan demikian itu dapat kita terima bila kita membicarakan pariwisata bukan sebagai suatu industri, tetapi sebagai suatu aktivitas saja yang tidak ada artinya dalam perkembangan ekonomi daerah sekitarnya, seperti halnya dengan kegiatan “piknik”. Piknik dilakukan tidak berapa jauh dari tempat kediaman orang yang melakukannya dan dilakukan kurang dari 24 jam. Segala fasilitas serta keperluan disediakan sendiri, bahkan biayanya dipikul bersama-sama secara gotongroyong.
Berbeda dengan tour, dimana perjalanannya dilakukan lebih dari 24 jam. Dengan demikian mau tidak mau wisatawan memerlukan tempat tinggal untuk sementara, selama dalam perjalanannya. Dimana ia dapat beristirahat, mandi dan makan.
Industri pariwisata dewasa ini sudah memasuki apa yang disebut dengan “mass-tourism”. Dimana orang-orang tidak lagi melakukan perjalanan sendiri-sendiri, tetapi berombongan (group). Hal ini dimungkinkan karena berkembangnya penerbangan borongan (charter flight) dan tersedianya fasilitas akomodasi dalam jumlah kamar yang relatif banyak. Tempo dulu hal seperti ini telah dilakukan oleh Thomas Cook pada tahun 1841, yaitu dengan mencarter kereta api untuk membawa wisatawan sebanyak lebih kurang 500 orang dalam excursion yang dilakukan antara kota Leicester dan kota Loughborough.
Sekarang pesawat yang digunakan untuk rombongan wisatawan sekaligus dapat membawa penumpang dalam jumlah besar, mencapai 300 - 400 penumpang. Selain itu kecepatan terbangnya ada yang melebihi kecepatan suara, seperti Concorde buatan bersama Inggris - Perancis. Bila dengan kondisi semacam ini tidak disiapkan sarana perhotelan dengan segala fasilitasnya, dapat dibayangkan bahwa akan terjadi stagnasi dalam penerimaan kunjungan wisatawan yang hari demi hari meningkat terus. Apalagi sekarang sedang berkembang suatu jenis pariwisata yang pasaran potensialnya adalah orang yang melakukan perjalanan untuk tujuan komperensi, seminar, simposium, loka karya, musyawarah nasional dan kegiatan lain semacam itu yang tentunya membutuhkan fasilitas dan sarana yang lengkap.
Itu semua hanya dapat disediakan oleh hotel-hotel yang bertaraf internasional dan bukan oleh rumah-rumah penginapan atau perumahan rakyat (home stay) yang kini sedang berkembang di Bali dan Yogyakarta. Bagi wisatawan yang bepergian secara perorangan tanpa bantuan Tour Operator, memang kebanyakan tidak memerlukan hotel mewah bertaraf internasional semacam itu. Atas dasar pemikiran ini, dalam kegiatan pariwisata sebagai suatu industri, sektor perhotelan adalah mutlak. dan bahkan dunia perhotelan telah berkembang menjadi industri tersendiri. Karena itu sekarang kita juga mengenal istilah “hotel industry“.
Sampai seberapa jauh peranan industri perhotelan dalam industri pariwisata dapat kita lihat dari pengeluaran wisatawan bila datang pada suatu tempat atau daerah tujuan wisata. Berdasarkan suatu penelitian yang pernah dilakukan, lebih dari 50% uang yang dikeluarkan wisatawan disedot oleh industri perhotelan. Berapa besarnya volume uang yang beredar dalam sektor industri perhotelan? Di Amerika Serikat saja dalam tahun 1969 tercatat sebesar US $ 7,25 milyar, termasuk untuk pengeluaran makanan dan minuman (food and beverages). Sedang dalam sektor industri pariwisata secara keseluruhan berjumlah sebesar US $ 35 -US $ 45 milyar setahun.
Jumlah hotel di Amerika Serikat dalam tahun 1939 terdaftar sebanyak 41.400 hotel dengan 1.600.000 kamar dan jumlah tersebut meningkat terus sehingga menjadi 65.350 hotel dengan 2.600.000 kamar dalam tahun 1969. Dengan jumlah wisatawan sebanyak 400 juta (business and pleasure travellers) dalam tahun 1969, industri perhotelan dapat menampung tenaga kerja sebanyak 600.000 orang dengan bermacam macam keahlian dan untuk itu telah dikeluarkan upah dan gaji sebesar US $ 3 milyar setiap tahunnya.
Dewasa ini industri perhotelan sudah sangat maju, banyak perusahaan raksasa yang memasuki usaha yang menarik ini. Satu di antara yang terbesar adalah Holyday Inn, yang dalam tahun 1975 sudah mempunyai 274.000 kamar yang tersebar luas di seluruh dunia, belum termasuk yang di Indonesia. Perusahaan perhotelan yang besar lainnya ialah Sheraton, Inter-continental, Hilton International, Trust Houses Forte dan Ramada Inn. Adapun pemilikan hotel-hotel tersebut ternyata banyak kaitannya dengan perusahaan industri pariwisata secara keseluruhan. Hotel Hilton misalnya, dimiliki oleh Trans World Airlines, Inter-continental Hotel oleh Pan American Airways dan Sheraton Hotel dimiliki oleh ITT.
Sekarang sudah banyak maskapai penerbangan memasuki usaha industri perhotelan, kelihatannya seperti melakukan usaha terpadu (integrasi) atas pertimbangan efisiensi perusahaan dan keuntungan promosi di samping segi praktis lainnya. Di antara perusahaan tersebut adalah : Japan Airlines dengan Jal Hotel System-nya, Federal Hotel, Port Dicson di Kuala Lumpur, Hotel Plaza di Hongkong; Presedent Hotel di Jakarta; KLM dengan Golden Tulip Group; Cathay Pacific dengan Indra Regent atau Ambassador di Bangkok dan Hongkong; Thay International Airways dengan Mandarin Hotel dan lain-lain.
Di dalam industri pariwisata, hotel bukanlah satu-satunya bentuk bagi akomodasi wisatawan dan traveller lainnya. Tetapi masih banyak akomodasi lain yang dikenal dengan sebutan akomodasi tambahan (supplementary accomodation). Hotel adalah sebuah gedung / bangunan yang menyediakan penginapan , makanan dan pelayanan yang bersangkutan dengan menginap serta makan bagi mereka yang mengadakan perjalanan. Hotel merupakan bangunan akomodasi yang menyediakan kenyamanan lebih tinggi dan status tertentu bagi mereka yang menginap disitu.
Penentuan golongan hotel-hotel menurut tanda bintang dinyatakan dengan sertifikat yang dikeluarkan oleh Direktur Jenderal Pariwisata, yang dilakukan 3 (tiga) tahun sekali. Diklasifikasi menjadi 5 golongan, yang dinyatakan dengan tanda bintang. Golongan tertinggi dengan tanda bintang








assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh
hotel berperan sekali dalam kepariwisataan
bahkan ini menjadi hal yang sangat penting setelah odtw
hotel sebaiknya memiliki fasilitas yang diperlukan pengunjung terkait objek wisata setempat
misal, hotel “A” terletak dekat perkebunan teh
maka hotel “A” harus menyediakan tempat khusus untuk menikmati pemandangan perkebunan teh
wassalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh
Assalam..
saya sangat setuju pa,,akomodasi adalah bagian dari anatomi pariwisata, dalam hal ini wujudnya berupa industri perhotelan. akomodasi mempunyai peranan yang sangat penting, sekarang industri perhotelan berubah menjadi industri yang sangat berkembang, bahkan hotel sering dimanfaatkan tidak hanya untuk kepentingan pariwisata saja, namun saat ini, untuk sekedar kepentingan bisnis saja, kerap sekali perhotelan menjadi tempat untuk berbagai macam activitas bisnis contohnya seperti meeting.
hotel banyak sekali dimanfaatkan unutuk seluruh kepentingan event-event seperti pernikahan, dll.
oleh karena itu sudah dapat kita prediksikan pada tahun-tahun yang akan datang, industri perhotelan akan semakin pesat perkembangannya. tingagal bagaimana kebijakan pemerintah saja terhadap pemeliharaan industri-industri maju dalam negeri.
wassalam..
assalamualaikum..
berkembangnya suatu daerah kepariwisataan adalah banyaknya hotel yang tersedia di daerah wisata tersebut, karena hotel berperan sangat penting bagi perkembangan priwisata. suatu hotel yang menunjang dapat menambah jumlah wisatawan yang datang dan menginap di hotel tersebut.
walaupun hotel bukanlah satu-satunya bentuk akomodasi bagi wisatawan tetapi haruslah selalu membina dan mengurus bagaimana hotel dimasa yang akan datang.
wassalamualaikum