Kategori: Tourism | Diterbitkan pada: 07-12-2008 |
Oleh ROCHAJAT HARUN
Pemasaran produk industri pariwisata jauh lebih kompleks sifatnya dibandingkan dengan memasarkan produk perusahaan manufaktur yang umumnya berbentuk atau berwujud. Oleh karena itu sebelum memasarkan produk industri pariwisata, seorang penjual haruslah memahami dan mengerti benar sifat dan karakter produk yang akan ditawarkan kepada pembeli (wisatawan).
Beberapa karakter dari produk industri pariwisata:
1. Tourism is a service.
Transaksi penjualan tidak mengakibatkan pemindahan hak milik. Pada barang-barang berwujud, penjualan mengakibatkan pemindahan hak milik dan barang dapat dipindahkan dari gudang penjual ke rumah pembeli. Sebaliknya hubungan antara penjual dengan wisatawan sedikit kompleks sifatnya. Wisatawan sewaktu mengkonsumsi atau menggunakan produk industri pariwisata yang sudah dibelinya banyak tergantung kepada penjual.
2. Fragmented Supply vs. CompositeDemand.
Kebanyakan barang berwujud diproduksi dan disuplai dalam bentuk barang jadi yang siap pakai. Produk industri pariwisata justru sebaliknya, ada sesuatu yang ditambahkan terhadap produk lain sehingga dengan cara demikian produk itu dapat memuaskan pembeli.
3. Travel Motivation are Heterogeneous.
Tiap orang melakukan perjalanan wisata dengan motivasi yang berbeda-beda. Motivasi itu ada yang rasional dan ada pula yang tidak rasional. Seseorang mungkin ikut tour untuk menyaingi tetangganya yang baru saja kembali Umroh (tidak rasional), sedang orang lainnya ikut tour karena ingin menyaksikan EURO di Negeri Belanda.
4. The Dominant Role of Travel Intermediaries.
Usaha kepariwisataan perantara dalam penjualan (Travel Agent, Tour Operator, Reservation Services, Hotel and Charter Brokers, Cooperative Travel Organizations) merupakan Channel Captain dalam pemasaran produk industri pariwisata dan peranannya sangat menentukan sekali. Tanpa bantuan perantara ini dapat dikatakan pemasaran produk pariwisata sukar dilakukan.
5. Complementary of Tourist Services.
Produk masing-masing perusahaan yang terlibat dalam industri kepariwisataan, baru tinggi nilainya bila produk perusahaan yang satu dikombinasikan dengan produk yang lain hingga memiliki nilai yang lebih tinggi bagi wisatawan. Contohnya suatu paket wisata harus terdiri dari kombinasi: transportasi, akomodasi, restoran, objek dan atraksi wisata.
6. The Role of Official Organizations in Tourism Marketting.
Karena sifat dan karakter produk industri pariwisata yang jauh berbeda dengan produk barang-barang perusahaan manufaktur biasanya, apalagi dengan karakter:Fragmentation of supply, the complementarity of tourist services, the predominance of small and medium sized enterprises and and importance of tourism in many economics, maka wajar bila pemerintah ikut membantu suksesnya pemasaran dalam kepariwisataan. Disinilah pentingnya peranan organisasi pariwisata, apakah yang ada di tingkat nasional, di daerah, baik organisasi pemerintah, atau swasta harus turun tangan untuk mensukseskan kegiatan pemasaran, baik untuk tingkat daerah maupun tingkat nasional.
7. Perishable Product.
Sebenarnya kondisi cepat rusak itu tidak terjadi pada produk industri pariwisata, tetapi dapat terjadi pada salah satu produk dari supplier atau perusahaan industri pariwisata itu. Misalnya seat pesawat yang tak terpenuhi, kamar hotel yang tidak terisi sluruhnya dari yang disediakan.
8. No Transfer of Ownership.
Dalam penjualan atau transaksi produk industri pariwisata tidak terjadi perpindahan hak milik, seperti pada transaksi barang-barang berwujud yang dihasilkan perusahaan manufaktur.
9. Production and Consumption Take Place in The Same Time.
Proses produksi dan komsumsi jatuh pada saat pada saat yang bersamaan. Jadi antara pemberi jasa dan penerima jasa jaraknya dekat sekali. Dengan kata lain tanpa kehadiran konsumen tidak mungkin proses produksi dapat dilakukan. Contoh: untuk melaksanakan paket wisata yang sudah dibeli calon wisatawan, harus dengan bantuan Biro Perjalanan Wisata (BPW) yang menjualnya. Tidak mungkin dilakukan sendiri oleh pembeli, tetapi harus didampingi oleh seorang Tour Leader yang ditunjuk BPW untuk membawa rombongan wisatawan sesuai dengan Tour Itinerary yang tersedia.
10. The Dichotomy Between Suppliers Providing Product Components and Customers Buying ’complete packages of experience’.
Terjadi dichotomy antara produk yang disediakan supplier dan paket wisata yang dikemas oleh suatu BPW. Produk yang dikemas oleh suatu BPW untuk dijadikan suatu paket wisata berasal dari perusahaan-perusahaan yang berbeda dalam: jenis dan macam produk, fungsi dan manfaat bagi calon wisatawan, manajemen dan kepemilikannya, brand atau logo, lokasi dan jarak perusahaan dari konsumen. Kesemuanya itu harus dikemas dalam bentuk paket wisata dengan brand atau logo BPW sendiri. Sedangkan di lain pihak, tiap perusahaan selaku supplier tetap mempromosikan produknya sendiri dengan menggunakan bendera sendiri- sendiri pula.
Salah satu upaya yang sangat menentukan keberhasilan Pemasaran Produk Pariwisata adalah Penelitian Pemasaran (Marketting Research). Pada umumnya Research diartikan sebagai aktivitas mengumpulkan, mencatat dan menganalisa data dan fakta. Sedangkan yang dimaksudkan dengan marketing research adalah penyelidikan yang dilakukan terhadap aktivitas pembelian dan penjualan serta usaha-usaha penyampaian barang-barang dan jasa-jasa dari produsen kepada konsumen.
Di dalam kepariwisataan, sebagai akibat dari bermacam-macam faktor dan motivasi orang melakukan perjalanan, ada yang rasional dan ada pula yang irrasional, maka suatu negara yang mengharapkan kedatangan wisatawan (tourist receiving countries), tidak ada jalan lain baginya untuk mengatasi persaingan, selain mengadakan research sebagai alat bantu dalam kebijaksanaan perusahaan.
Pada dasarnya riset pemasaran pariwisata merupakan kegiatan dalam usaha mengumpulkan data dan fakta, kemudian menganalisanya untuk informasi yang akan dipakai dalam pengambilan keputusan (decision making). Selanjutnya, hasil riset itu dapat digunakan untuk menyusun dan mempertajam strategi pemasaran di waktu yang akan datang. Jadi reseach pemasaran dapat dikatakan suatu pandangan jauh ke depan, bagaimana perusahaan dapat berjalanan dengan baik dan bisa mencapai tujuan yang sudah dirumuskan pada waktu pendiriannya.
Manfaat dari riset pemasaran wisata adalah:
1. Sebagai masukan dalam usaha memonitor pencapaian target perencanaan yang telah ditetapkan perusahaan;
2. Sebagai dasar penilaian petugas pemasaran atas prestasi yang telah dicapai dalam suatu periode tertentu.
3. Sebagai alat untuk melakukan evaluasi keberhasilan peluncuran suatu produk atau jasa yang baru dikembangkan atau yang sudah lama ada.
4. Untuk mengetahui perubahan selera konsumen sebagai akibat adanya kemajuan teknologi dan fashion.
5. Untuk mengetahui rahasia keberhasilan pesaing dengan mengetahui strategi pemasaran yang diterapkan dalam perusahaan yang sama.
6. Untuk mengetahui pemilihan perantara oleh konsumen dalam melakukan pembelian produk dan jasa yang kita tawarkan.
Pertama, Original Research: yaitu riset yang dilakukan untuk mengetahui data-data yang belum diketahui dan penelitian lapangan atau laboratorium melalui percobaan atau survai terhadap konsumen dengan jalan menganalisis data statistik.
Kedua, Secondary Research: yaitu suatu penelitian yang dilakukan dengan mencari data dan fakta dari bahan-bahan yang sudah dikumpulkan oleh orang atau lembaga yang hasilnya telah dipublikasikan untuk bermacam-macam keperluan.***








ass.pa,waduh sampai saya bingung mu komentar apa .
abis artikel bapa sangat panjang dan sudah cukup jelas,hehe ….
yasngat setuju memasarkan produk pariwisata itu sangat penting agar produk pariwisata itu tidak turun kualitasnya baik bagi negara indonesia dan luar negeri.
tentu ini harus adanya kerjasama antara masyarakat dan instansi pemerintah dalam negeri untuk tetap melestarikan dan mengembangkan produk pariwisata.