Kategori: Tourism | Diterbitkan pada: 11-12-2008 |

Oleh ROCHAJAT HARUN

Objek-objek wisata yang dimiliki kota Cirebon, sebagian besar merupakan objek-objek wisata budaya, baik dalam bentuk fisik maupun non fisik. Untuk melengkapi pelancongan dan wisatanya, terutama bagi yang ingin menikmati alam wisata, biasanya pengunjung atau wisatawan terus pergi ke wilayah kabupaten Cirebon, Kuningan, Majalengka atau Indramayu.

Berikut adalah objek-objek wisata di kota Cirebon yang dapat dikunjungi dan dinikmati oleh wisatawan.

  1. KRATON KASEPUHAN

Kraton ini berada di wilayah kelurahan Kasepuhan, kecamatan Lemahwungkuk. Dari terminal Harjamukti ke Timur Laut, hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit dengan menumpang becak atau sekitar 30 menit dari stasiun Kejaksan ke arah selatan.

2. MASJID AGUNG SANG CIPTA RASA

Masjid Agung Sang Ciptarasa (sebutan sehari-harinya masjid agung) ini merupakan salah satu bagian dari kraton Kasepuhan. Masjid ini terletak di sebelah Barat alun-alun Sangkalabuwana (alun-alun depan kraton Kasepuhan). Luas arealnya sekitar 4.750 m2 . Didalamnya terdapat beberapa sakaguru yang berfungsi sebagai penopang struktur bagian atas. Yang lebih menarik lagi adalah saka tatal-nya, yaitu sebuah tihang penopang yang cukup kuat, walaupun hanya terbuat dari serpihan-serpihan kayu.

3. KRATON KANOMAN

Dari kraton Kasepuhan, kraton Kanoman ini hanya berjarak 600 m ke arah utara. Akses jalannya harus melalui pasar tradisional yang mengasyikan untuk berbelanja oleh-oleh Cirebonan, sehingga wisatawan yang senang membeli oleh-oleh tidak perlu jauh-jauh mencari toko oleh-oleh, karena segalanya telah tersedia di dalam pasar tersebut.

4. KRATON KACERBONAN

Kraton ini berada di wilayah kelurahan Palasaren, kecamatan Pekalipan. Dari stasiun Parujakan jaraknya hanya 1 km, atau 10-15 menit dengan menumpang becak kearah tenggara. Kraton Kacerbonan sebenarnya merupakan sempalan atau pemekaran dari kraton Kanoman. Pemekaran tersebut terjadi setelah Sultan Anom IV, PR Muhammad Khaerudin wafat.

  1. TAMANSARI GUA SUNYARAGI

Tamansari gua Sunyaragi atau biasa dikenal dengan sebutan Gua Sunyaragi, adalah bekas tamansari pesanggrahan dari kraton Kasepuhan yang fungsi utamanya untuk menyepi atau berkhalwat, sesuai dengan namanya. Sunyaragi berarti tempat untuk menyepi atau mengasingkan raga (sunya berarti sepi dan ragi berarti raga). Sebutan gua disini bukanlah gua alam , melainkan gua buatan atau artifisial.

6. SITUS KALIJAGA

Situs ini terletak di wilayah kelurahan Kalijaga, kecamatan Harjamukti. Dari terminal bus Harjamukti jaraknya hanya berkisar 500 meter kearah selatan. Situs ini disebut juga atau dikenal sebagai taman kera Kalijaga, karena di situs ini terdapat banyak sekali kera yang telah beradaptasi dengan para pengunjung.

  1. VIHARA DAN KLENTENG-KLENTENG

Ada 3 (tiga) tempat peribadatan bagi umat Budha dan Konghucu di kota Cirebon, yang dapat dikunjungi oleh wisatawan. Ketiga tempat tersebut semuanya merupakan bangunan kuno yang bergaya arsitektur klasik Tiongkok: 1. Vihara Dewi Welas Asih (disebut juga klenteng Tay Kak Sie); 2. Klenteng Talang (disebut juga klenteng Kongcu Bio), untuk umat Konghucu; 3. Kuil Pemancar Kesehatan (disebut juga klenteng Bun San Tong).

  1. BANGUNAN-BANGUNAN KOLONIAL

Kota Cirebon juga kaya akan Benda-benda Cagar Budaya (BCB) bangunan-bangunan Kolonial (BAKOL) dari abad XIX hingga abad XX . Beberapa BCB BAKOL yang cukup terkenal adalah: 1. Gedung Balai Kota; 2. Stasiun Kejaksan; 3. Bank Indonesia; 4. Gedung BAT; 5. Gedung Mapolresta 851; 6. Gereja Santo Josep.

  1. TAMAN ADE IRMA SURYANI

Dahulu taman ini bernama taman Traffic Garden Cirebon. Sejak tahun 1966 berubah menjadi taman Ade Irma Suryani Nasution. Taman ini merupakan satu-satunya taman rekreasi dan taman bermain di kota Cirebon.

  1. PELABUHAN

Ada 2 (dua) pelabuhan di kota Cirebon yaitu: 1. Pelabuhan Muara Jati (pelabuhan bongkar muat barang terbesar di Jawa Barat); 2. Pelabuhan Nelayan Kejawanan (merupakan pelabuhan nelayan terbesar di Jawa Barat).


Selain dari objek-objek wisata tersebut diatas, berikut ini ada beberapa jenis kesenian yang masih dapat dijumpai, ditonton ataupun dimiliki sebagai barang sufenir dan dekorasi:

  1. SENI PERTUNJUKAN: Tarling, sintren, lais, genjring, akrobat, masres, terbang, gembyung, tari topeng, tari tayub, rudat, debus, dan lain-lain.
  2. SENI RUPA: Lukisan kaca, tempa tembaga, ukir kulit, ukir kayu topeng, ukir kayu kontemporer, lukis batik.
  3. SENI KRIYA DAN KERAJINAN: Kerajinan rotan, kerajinan bunga rotan, kerajinan batik dan lain-lain.


Cirebon juga terkenal kaya akan makanan khasnya, dari makanan ringan hingga makanan berat seperti:

  1. MAKANAN RINGAN

Jenis keringan: krupuk mares, krupuk udang, sempe leo, gendeng gompel, otok owok, lambak, krupuk blekicot, cocor bebek, intip gurih, lantak/encrod, rengginang, ronge-ronge, ladu emping teki, dsb.

Jenis basahan: klepon, ongol-ongol, apem sapar (adanya setiap bulan Sapar), bubur sura, bubur lolos, gepu, misro, rarauan, raragudig, jalabia, ganda mesri, undal-andil, nagasari, geblog, ketan gurih, growol, dongkal, pusirpani, kraujagung, tahu gejrot, tahu petis, petis rebon, botok roti, pelas dsb.

  1. MAKANAN BERAT

Nasi Lengko, nasi jamblang, nasi langgi, nasi rasul, dan nasi jimat (adanya setiap bulan Maulud), docang, bubur sop ayam, mi kocok, empal gentong, tumpeng jeneng, nasi bugana, dsb.

Cirebon terkenal juga dengan berbagai upacara adatnya, dari yang bersifat kolosal sampai yang individual. Dari yang bersifat kekratonan sampai kepada yang bersifat kerakyatan, seperti:

  1. YANG BERSIFAT KOLOSAL

Upacara Panjang Jimat, upacara ini diselenggarakan setahun sekali oleh ketiga kraton di kota Cirebon, dalam rangka memperingati maulid Nabi Muhammad SAW. Event ini juga dikenal dengan nama Muludan.

Upacara Nadran, upacara ini diselenggarakan oleh para nelayan di daerah pesisiran. Tidak ada tanggal atau bulan yang pasti untuk rutinitas nadran ini. Akan tetapi Besar dan Sura sering menjadi patokan.

  1. YANG BERSIFAT INDIVIDUAL

Slametan Apem, yaitu upacara masyarakat Cirebon pada setiap bulan Sapar, sebagai rasa syukur kepada Sang Pencipta dan sekaligus merupakan tolak-bala, karena pada bulan ini di Jaman Wali Sanga, Cirebon sedang mengalami penggebug. Upacara ini dilaksanakan dengan membagi-bagi apem kinca kepada tetangga.

Slametan Bubur Sura, yaitu upacara masyarakat Cirebon pada setiap bulan Sura sebagai rasa syukur kepada Allah SWT, karena pada bulan ini kota Cirebon didirikan.

Dalam menunjang kegiatan kepariwisataan, maka kota Cirebon memiliki beberapa hotel berbintang maupun yang tidak (jenis Melati) yaitu 8 hotel berbintang (bintang 2-4); 13 hotel Melati. Selain hotel, di Cirebon terdapat 70 restoran/rumah makan, mulai dari yang bertaraf internasional maupun yang tradisional.***