Kategori: Tourism | Diterbitkan pada: 31-03-2009 |
Oleh Rochajat Harun
Indonesia memiliki berbagai macam wisata alam yang cukup menarik untuk ditawarkan kepada para wisatawan domestik maupun asing. Ada diantaranya yang sudah dikenal dan banyak dikunjungi para wisatawan, tapi ada pula yang masih belum dikenal oleh masyarakat wisatawan. Padahal objek wisata alam ini cukup potensial untuk ditawarkan untuk kepeperluan berbagai tujuan wisata. Bisa saja disatu kawasan terdapat wisata hutan, pertanian, kawah, pemandangan dan sebagainya. Bahkan ada yang bisa dijadikan objek wisata kesehatan.
Di Jawa Barat banyak terdapat berbagai wisata hutan atau pergunungan dengan kawah-kawahnya yang memiliki berbagai keunikan. Misalnya disuatu kawasan pergunungan terkenal karena terdapat sumber air panas yang mengandung mineral yang berguna bagi penyembuhan berbagai penyakit. Di kawasan lain mungkin punya potensial sebagai bumi perkemahan (forest park ), ataupun penjelajahan hutan (forest adventure, forest hiking ).
Kawah Kamojang sebagai taman wisata alam (TWA) di Jawa Barat memang masih belum populer. Apalagi jika dibandingkan dengan TWA Kawah Putih di Ciwidey, apalagi Kawah Gunung Tangkuban Perahu (Lembang), dan Kawah Papandayan (Cisurupan). TWA Kawah Kamojang terletak di perbatasan Kab. Bandung dan Garut ini masih kalah jauh pamornya. Keberadaannya seakan tersembunyi di balik pipa-pipa berwarna perak yang menghubungkan lubang sumur uap milik Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Kamojang.
Padahal, keelokannya sudah diketahui sejak tahun 1918. Saat itu seorang Belanda, J.B. Van Dijk melakukan perjalanan dan mengusulkan pemanfaatan sumber energi panas bumi di Kamojang yang tercatat memiliki lebih dari 25 lubang kawah. Beberapa lubang lainnya lokasinya berpindah-pindah. Tawaran paling menantang berkunjung ke Kawah Kamojang yang berjarak 38 km dari pusat Kota Bandung dan 25 km dari Kota Garut, bukan sekadar bau belerang yang menusuk hidung dan kepulan asap putih membumbung keluar dari lubang-lubang kawah. Akan tetapi, berbagai suara khas yang dikeluarkan dari masing lubang kawah.
Karena kekhasannya itulah, beberapa kawah dinamai berdasarkan suara. Seperti Kawah Manuk, dinamai karena dalam satu areal kawah yang terdiri atas beberapa lubang mengeluarkan suara seperti burung (manuk). Kawah Kareta dinamai demikian karena bunyinya seperti bunyi kereta api yang sesekali disertai suara peluit. Ada juga Kawah Stik Gas yang mengeluarkan gas dari lubang tanah. Kemudian Kawah Leutak, bentuk kawahnya becek seperti rawa, Kawah Sakarat karena kawah tersebut berbunyi seperti orang yang sedang sekarat mau mati. Selain itu, ada Kawah Kamojang, Kawah Berecek, Kawah Hujan, Kawah Beureum, dan lainnya.
Umumnya, wisatawan yang datang ke TWA Kamojang, merasa tertarik pada Kawah Hujan dan Kawah Beureum. Letak keduanya berdampingan. Kawah Hujan mengeluarkan semburan uap panas bumi dari lubang-lubang tanah seperti jatuhnya air hujan. Semburan uap panas bumi dari lubang tanah di Kawah Hujan sewaktu-waktu cukup tinggi dan mengeluarkan percikan air seperti hujan yang indah dan menakjubkan. Wisatawan sengaja duduk-duduk di bebatuan sekitar kawah dengan maksud merasakan air dan uap panasnya.
Ditempat ini penulis, merasakan seperti mandi uap atau sauna. Menurut pak Koko yang menjadi pawang di kawasan kawah Kamojang dan membimbing kami ke kawah ini, semburan asap alam yeng penuh kandungan mineral ini bisa menyembuhkan berbagai penyakit antara lain penyakit kulit, reumatik, asam urat, kolesterol, kelebihan lemak badan, jantung dan kangker paru-paru. Setelah selesai 15 menit merasakan semburan uap agak panas ini, ternyata penulis merasakan kesegaran dan kenyamanan tubuh yang sulit digambarkan.
Disamping kawah hujan ini, ada lagi jenis semprotan air panas yang keluar dari lubang-lubang kecil, yang digunakan untuk terapi seperti apukuntur. Badan kita yang diminta membelakangi oleh pak Koko, tiba-tiba memperoleh semprotan air panas ke sekitar tubuh kita, mulai dari ujung kaki sampai kepala. Rasanya seperti ditusuk-tusuk jarum akupuntur. Semula agak sakit karena panas. Tapi lama-lami nikmat juga. Sangat menyegarkan setelah selesai 15 menit disemprot air panas kawah yang satu ini.
Memperoleh semburan uap panas bumi, serta tusukan air panas ala akupuntur tadi, banyak dirasakan wisatawan sebagai pengalaman unik dan penuh sensasi. Kita akan merasakan pengalaman yang mendebarkan, menegangkan, sekaligus merasa khawatir sewaktu-waktu lubang-lubang kawah dengan suara bergemuruh memuntahkan isinya. Saya sempat berbincang dengan seorang turis Australia, katanya baru pertama kalinya datang ketempat ini. Dia sangat terkesan, bisa menikmati mandi sauna uap kawah, disamping keindahan alam pergunungannya. It’s so fantastic, and hopely I’ll return to this place as soon as possible. Demikian katanya sewaktu berdampingan dengan penulis menikmati sauna alam kawah Hujan di Kamojang.
Selain itu, pengunjung juga bisa mencoba menggunakan lumpur lulur Kamojang. Di beberapa sudut kawah, terdapat sumber lumpur belerang yang mendidih berwarna abu-abu menyembul dari dalam tanah. Menurut pak Koko dan penduduk setempat, lumpur ini berkhasiat untuk kesehatan kulit. Bahkan sejak dahulu, sering digunakan untuk membersihkan kulit kokoloteun dan ketombe di kulit kepala. Selepas berlulur lumpur, berendam di air panas menjadi pilihan yang wajib dilakukan. Ada beberapa kamar mandi yang disewakan.
Perjalanan menuju Kawah Kamojang merupakan perjalanan wisata yang cukup menyenangkan, baik melalui Majalaya ke Ibun Paseh, maupun melalui Kota Garut seterusnya ke Samarang. Pemandangan pegunungan serta pertanian sayuran warga cukup menyejukan mata. Agro wisata yang sangat potensial, terdapat disetiap lereng-lereng pergunungan.
Di lapangan parkir terdapat beberapa warung makan dan minuman. Diwarung paling ujung milik pak Koko dijual minuman berhasiat yaitu air rebusan lame koneng, bisa berfungsi seperti jamu, rasanya sepet agak pahit. Katanya bisa menyembuhkan berbagai penyakit antara lain tekanan darah tinggi, penyakit gula, dan lemah syahwat. Khasiatnya tidak jauh berbeda dengan rebusan akar naga atau akar pasak bumi pada beberapa tempat lain. Harganya cukup murah, cuma 500 rupiah per gelas. Selain itu disetiap warung tersedia pula minuman khas sana yaitu bandrek. Ada pula warung makan sederhana yang menjual makanan seperti nasi liwet beserta lauk pauknya. Tidak jauh dari warung-warung tersebut terdapat pula beberapa kamar mandi air panas, dan toilet.
Ada beberapa masalah yang perlu segera diperbaiki dalam objek wisata kawah Kamojang ini, antara lain:
- Petunjuk jalan ke kawasan wisata ini kurang jelas. Bahkan ada beberapa papan petunjuk yang mengaburkan misalnya “Dilarang masuk tanpa izin, serta dilarang merokok dan sebagainya” Namun tidak jelas daerah mana yang tidak boleh dimasuki itu. Sehingga penulis sendiri pada waktu pertama kali berkunjung ke objek wisata ini terpaksa tanya sana tanya sini, sampai-sampai kendaran putar bolak balik.
- Jalan masuk ke daerah objek wisata, taringgul alias jelek banyak batu-batu tak terurus. Padahal biaya masuk cukup mahal per orang dipungut biaya 5000 rupiah, dan untuk kendaraan 5000 rupiah per mobil. Biaya mandi per orang 2.500 rupiah, serta ke toilet 1000 rupiah.
- Kurangnya promosi baik di kawasan wisata, maupun di kabupaten Bandung dan Garut, mengenai keunikan objek wisata kawah kamojang ini. Baik sebagai wiisata kesehatan, wisata alam, wisata agro, wisata kuliner, bumi perkemahan maupun perambah hutan ( forest hiking). Mudah-mudahan hal-hal tersebut menjadi perhatian para pengelola Wisata, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat.
Bandung, 15 Februar 2009




Hai, Salam Kenal
sekedar membagi Informasi tentang penyewaan tenda dan alat-alat camping, pembuatan dan penjualan tenda,
Berkemah, Camping, kemping, Even, Wisata Alam, Mabim, Outbound Training, Tenda Dome, Tenda Sarnafil atau Tenda Kerucut;
silakan hubungi kami di http://www.tendaku.net atau http://www.mrcamp.net
email : tendakubandung@yahoo.com
thx..