Kategori: Obituari | Diterbitkan pada: 08-11-2007 |

Oleh DHIPA GALUH PURBA

Namanya diabadikan dalam pasanggiri tembang Sunda piala “Saodah Cup”. Ia pun mendapat penghargaan dari Yayasan Pancaniti atas prestasinya menjadi juru mamaos tembang Sunda (1980). Selain itu, Nyi Mas Saodah pun piawai mencipta lagu. Selain “Kinanti Kaum”, lagu-lagu karya Nyi Mas Saodah di antaranya “Pandan Arum”, “Sekar Wangi”, “Pupundén Ati”, dsb.

Nyi Mas Saodah lahir di Cianjur, tahun 1918, dan meninggal di Cianjur, tahun 1986. Ia menjadi salahsatu seniwati yang mengharumkan nama Cianjur. Kendati demikian, Nyi Mas Saodah  pun aktif melakukan kegiatan kesenian di Bandung. Pernah mengisi acara tembang di Radio NIROM pada masa Hindia Belanda, kemudian pada tahun 1950 menjadi juru mamaos tetap di RRI Bandung selama 16 tahun, dibawah pimpinan R.A. mandala Kusumah.

Warna suara Nyi Mas Saodah agem dan berat, serta memiliki suara khas dalam penggunaan surupan dengan ukuran suling 60-62. Selanjutnya ukuran surupan tersebut dijadikan acuan oleh juru mamaos lainnya, dan akhirnya menjadi ciri surupan tembang Sunda Cianjuran.***

 

Sumber tulisan ini diambil dari Ensiklopedi Sunda