Kategori: Skenario | Diterbitkan pada: 03-10-2007 |

Legenda Misteri

Mistéri Ronggéng Béntang

Ide Cerita/Skenario: Dhipa Galuh Purba

 

 

 

 

 

 

 

 

 

FADE OUT

FADE IN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

01.  EXT. HALAMAN RUMAH NYAI LAYUNG. MALAM.

 

E.S. Tampak Pertunjukan Bajidor dalam rangka memeriahkan pesta pernikahan Nyai Layung dan Gan Ocen.

Nyai Layung dan Gan Ocen mengenakan pakaian pengantin. Keduanya tengah asyik menyaksikan pertunjukan bajidor.

Arena pertunjukan dikelilingi oleh penerangan oncor yang ditancapkan di setiap sudut. Sebuah oncor berukuran besar, ditancapkan di tengah-tengah arena. Para nayaga (penabuh gamelan) duduk tidak beraturan di depan alat musiknya masing-masing (Gendang, saron, bonang, gong, dll).

Beberapa orang ronggeng tengah mempertontonkan kemahiran tariannya, mengililingi oncor besar. Para penonton yang mengililingi arena pertunjukan (kebanyakan laki-laki), tak henti-hentinya bersorak-sorai. Para ronggeng semakin bersemangat memamerkan kebolehannya.

Para tamu undangan menyalami pengantin. Ada yang sekedar bersalaman. Ada pula yang memberikan semacam kado.

Insert: Seorang wanita setengah baya, membawa bungkusan kado berukuran agak besar. Tampak ia sangat susah payah membawanya. Lalu Ujang (pembantu Nyai Layung) membantu mengangkatnya, dan membawa kado itu ke dalam rumah.

Wanita setengah baya itu menyalami kedua pengantin, dengan tatapan yang tajam.

Insert: Ujang kaget, karena kado yang dibawanya sangat berat, tapi sebelumnya kelihatan ringan ketika dibawa wanita setengah baya itu.

 

CUT TO

 

02.  INT. KAMAR PENGANTIN. MALAM.

 

O.S. Suara gamelan bajidor terdengar samar-samar. Pintu terbuka. Ujang masuk sambil membawa kado yang berukuran besar. Lalu meletakannya di lantai, di antara kado-kado lain yang sudah bertumpuk.

FS: Ujang menyeka keringatnya, karena bingkisan itu paling besar dan berat, tidak terangkat.

 

UJANG

Sialan! naon sih isinya?

Ujang menendang kotak kayu itu. Tapi tiba-tiba kakinya seperti ada yang mengangkat, sehingga Ujang jatuh tersungkur. Ujang ketakutan. Ujang segera ke luar dari kamar.

Out Shot: Kotak kayu.

 

CUT TO

 

03.  EXT. HALAMAN RUMAH NYAI LAYUNG. MALAM.

 

Cont. Scene: 01

Suasana pertunjukan Bajidor semakin meriah.

Nyai Layung dan Gan Ocen saling bertatapan mata, mengandung isyarat. Keduanya menganggukan kepala. Lalu Gan Ocen berdiri sambil memegang tangan Nyai Layung. Keduanya segera beranjak masuk ke dalam rumah.

Di tengah arena pertunjukan bajidor, beberapa orang laki-laki masuk ke tengah arena, dan menghampiri para ronggeng. Lalu ikut menari secara berpasangan. Seorang laki-laki meminta selendang seorang ronggeng. Lalu dikenakan di lehernya.

 

DISOLVE TO

 

04.  INT. KAMAR PENGANTIN. MALAM.

 

 

NYAI LAYUNG

Rumah Akang benar-benar hebat. Aku tidak membayangkan akang sekaya ini.

 

GAN OCEN

Ah tidak usah dipikirkan. Nanti rumah ini juga milik kamu.

 

Gan Ocen segera memeluk Nyai Layung Nyai Layung dan Gan Ocen sedang bercinta di atas ranjang penganting.

 

Insert: Kaki Nyai Layung mengangkat kaki Gan Ocen. Tampak di pergelangan kaki Nyai Layung ada gelang kerincing berwarna kuning emas. Gelang itu berbunyi, setiap kakinya bergerak.

O.S: Suara gelang kerincing.

 

DISOLVE TO

 

05.  EXT. KUBURAN SI LEUNYAY. MALAM.

 

O.S: Suara gelang kaki Nyai Layung.

 

Tampak sebuah kuburan bergetar. Semakin lama getarannya kian hebat. Lalu kuburan itu meledak, tanahnya berhamburan. Kemudian munculah Si Leunyay (arwah sesosok wanita yang menyeramkan, mengenakan pakaian serba putih).

 

SI LEUNYAY

(Tertawa terbahak-bahak)

Hi hi hi…

 

Si Leunyay meninggalkan kuburan.

 

CUT TO

 

06.  INT. KAMAR PENGANTIN. MALAM.

 

Cont. Scene 4

 

Nyai Layung dan Gan Ocen semakin bernapsu melepaskan hasratnya. Bunyi kerincing makin keras dan sering terdengar.

Insert: di atas jendela kamar, tampak sebilah keris menempel di dinding.

 

CUT TO

 

07.  HALAMAN BELAKANG RUMAH NYAI LAYUNG. MALAM.

 

Si Leunyay sudah sampai di depan jendela kamar.

Tampak di balik gordeng kamar, siluet sepasang pengantin yang sedang bercinta.

Si Leunyay melesat, hendak menembus dinding. Namun tubuhnya terpental.

 

SI LEUNYAY

(Berteriak kesakitan) Akkh…!

 

CUT TO

 

08.  INT. KAMAR PENGANTIN. MALAM.

 

Cont. Scene 06

Ruangan bergetar dengan hebat. Gan Ocen terperanjat. Matanya langsung tertuju pada keris di atas jendela.

 

GAN OCEN

Suara apa itu?

 

NYAI LAYUNG

Aku tidak mendengar apa-apa.

GAN OCEN

Itu pasti suara siluman yang kau puja. Dia datang mau minta korban padamu. Aku tahu, setiap laki-laki yang menikah denganmu selalu meninggal dunia. Tapi aku tidak takut. Karena siluman itu tidak mungkin bisa menembus rumahku ini.

 

Nyai Layung terkejut.

 

GAN OCEN

Siluman itu tidak akan mampu menyentuhku karena pusaka ini (menunjuk ke arah keris) akan membakar tubuhnya, jika dia berani menembus dinding kamar ini.

 

Nyai Layung semakin tegang.

 

GAN OCEN

Akulah lelaki pertama yang bisa melalui malam pengantin bersamamu, Nyai!. (Tertawa) Ha ha ha… Aku akan kaya raya!

 

CUT TO

 

08. A. EXT.  HALAMAN BELAKANG RUMAH NYI LAYUNG. MALAM

 

Si Leunyay nampak mencoba sekali lagi menembus kamar. Tapi tetap tidak berhasil. Malah dia kesakitan. Maka dia pun memanggil Nyi Layung.

                       

SI LEUNYAY

                        Layuuuuunnggg..!!!! Layuuunnnnggg!!!!

 

CUT TO

 

08.B. INT. KAMAR PENGANTIN. MALAM

 

Cont. Scene. 08

 

Nyai Layung nampak kaget. Gan Ocen malah ketawa.. Nyai Layung juga berusaha tersenyum. Gan Ocen kembali memeluknya. Nyai Layung kembali bersikap tenang. Gemeincing gelang di kakinya kembali berbunyi.

 

CUT TO

 

08. C. EXT. HALAMAN BELAKANG RUMAH NYAI LAYUNG. MALAM

 

Cont. Scene. 08.A

 

Nampak Si Leunyay berteriak keras, kemudian dia masuk ke dalam tanah.

 

CUT TO

08. D. INT. KAMAR PENGANTIN. MALAM

 

Cont. Scene. 08.B

 

Nampak Gan Ocen mengangkat tatapannya. Dia terkejut, ruangan tempat tidur berubah menjadi sebuah taman yang luas dan berputar perlahan.

                       

GAN OCEN

Benar-benar di taman yang indah

 

Gan Ocen nampak senang. Dia kembali mau memelukNyai Layung, tapi tiba-tiba kardus kado yang besar meledak. Dari kardus itu muncul Si Leunyay. Gan OCEN kaget. Sementara Nyai Layung segera melompat dari tempat tidurnya.

 

GAN OCEN

Bagaimana kau bisa masuk ke kamarku.

                       

SI LEUNYAY

Kau salah sangka, Ocen! Aku tidak pernah masuk melalui pintu kalau hendak memangsa korbanku.

 

Si Leunyay tertawa cekikikan. Kemudian dia melompat menyerang Gan Ocen. Gan Ocen tidak berdaya melawan Si Lenyay. Dalam waktu sekejap, Gan Ocen meninggal.

Setelah Gan Ocen terkapar, tiba-tiba ada perubahan pada diri Nyai Layung. Nyai Layung tampak semakin cantik dan mempesona. Tentu saja Nyai Layung sangat bergembira.

F.S: Si Leunyay menatap Nyai Layung.

SI LEUNYAY

Hi hi hi… Kau telah menyelesaikan persembahanmu yang terakhir. Artinya, kau akan segera menjadi seorang ronggeng béntang yang ternama! Setiap orang yang memandang rupamu akan tergila-gila. Kau akan menjelma menjadi sosokku yang dulu pernah ada. Aku adalah dirimu. Dan kau adalah diriku. Kau akan mendapatkan apapun yang kau inginkan, Layung. Hi hi hi…

 

NYAI LAYUNG

Terimakasih, Nyai.

 

SI LEUNYAY

Dan kau pun akan memiliki kecantikan yang abadi dan usia yang tidak terbatas, jika kau sanggup menyempurnakannya.

 

NYAI LAYUNG

Mennyempurnakannya? (senang) Apapun saya akan melakukannya, Nyai.

 

SI LEUNYAY

Bagus. Di malam purnama yang akan datang, kau harus kawin dengan seorang laki-laki yang masih perjaka. Ingat, harus perjaka! Mandikan dia dengan tujuh mata air yang harus kau ambil dari Ranca Katel, Cigorowek,  Cigeuri, Ciramping, Cijengkol, Ciputat, dan Simpar.

NYAI LAYUNG

Aku akan melakukannya (menatap keris)

 

Si Leunyay menghampiri tubuh Gan Ocen. Tiba-tiba Si Leunyay merasa kesakitan. Dia seperti silau oleh keris yang ada di tubuh Gan Ocen.

            SI LEUNYAY

            Singkirkan keris itu, Layung…Singkirkan!

 

Nyain Layung segera mengambil keris yang ada di tubuh Gan Ocen kemudian membuangnya.

 

 

CUT TO

 

08.E. INT. RUANG KERJA DUKUN DINTA. MALAM

 

Dukun Dinta nampak terkejut dan terjaga dari semedinya. Kemudian Dukun Dinta kembali mengerahkan tenaganya.

 

CUT TO

 

08.F. INT. KAMAR PENGANTIN. MALAM

 

Cont. Scene 08. D

 

Si Leunyay menyalurkan tenaganya ke tangannya yang ada di dada Gan Ocen. Setelah tangan di tarik, di dada Gan Ocen nampak  Bah Dinta (seorang dukun) yang sedang duduk bersila.

 

SI LEUNYAY

Rupanya keris itu milik Si Dukun Dinta. Akan kubunuh dukun keparat itu!

 

Si Leunyay pun segera melesat meninggalkan kamar Nyai Layung.

Nyai Layung berteriak histeris.

 

CUT TO

 

09.   EXT. HALAMAN RUMAH NYAI LAYUNG. MALAM.

 

Si Rewok dan Si Cebol yang sedang asyik menari dengan ronggeng, terkejut mendengar teriakan Nyai Layung..

 

REWOK

Suara Nyai Layung??!!!

 

CEBOL

Bener! Jangan-jangani ada sesuatu yang terjadi sama Gan Ocen.

 

REWOK

Benar. Ayo kita lihat!

 

Si Rewok dan Si Cebol segera berlari ke dalam rumah.

 

CUT TO

 

10.   INT. KAMAR PENGANTIN. MALAM.

 

Cont. Scene 08.F.

 

Nyai Layung sedang bercermin, memperhatikan wajah dan tubuhnya yang kian mempesona. Seulas senyum terhias dari bibirnya.

O.S. Suara menggedor-gedor pintu.

Nyai Layung terkejut. Ia segera menghampiri tubuh Gan Ocen. Lalu berpura-pura bersedih sambil memeluk tubuh Gan Ocen.

 

O.S. REWOK & CEBOL

Gan, buka, Gan! Apa yang terjadi, Gan?!

 

Insert: Pintu dojebol. Lalu Si Rewok dan Si Cebol berhamburan masuk.

 

            NYAI LAYUNG

            (Pura-pura menangis) Kenapa ini mesti terjadi lagi…

 

Si Rewok dan Si Cebol saling berpandangan. Mereka menatap mayat Gan Ocen dengan penuh ekspresi.

Tiba-tiba pandangan Si Rewok beralih ke tubuh Nyai Layung. Dia terpesona, menatapnya, karena tubuh Nyai Layung masih setengah telanjang.

 

CEBOL

Ayo, kita kejar iblis itu! Kita harus segera memberitahukan Bah Dinta!

 

REWOK

Kita harus mencari keris Gan Ocen dulu, biar kita bisa mengalahkan iblis itu.

 

SI CEBOL

Dimana keris itu?

 

REWOK

(Kepada Nyai Layung) Nyai, dimana keris Gan Ocen?

 

Nyai Layung mengggelengkan kepalanya sambil menangis.

 

CEBOL

Waduh mau dicari dimana, Rewok?

 

 

REWOK

Pokoknya kita cari saja sampai dapat.

 

Cebol dan Rewok berusaha mencari sampai akhirnya si Rewok  mendapatkannya. Selanjutnya mereka pergi meninggalkan tempat itu.

 

CUT TO

 

11.  EXT. PERSIMPANGAN JALAN DESA. MALAM.

 

Sebuah mobil mini (mobil merk apa pun, yang penting mobil mini) meluncur cukup kencang. Tiba-tiba Bi Iroh menyeberang (berpakaian serba putih). Mobil direm sekaligus, tetapi Bi Iroh tetap tertabrak. Suara rem melengking dan teriakan Bi Iroh hampir bersamaan.

Sopir mobil itu adalah Darma. Ia membuka pintu mobil dengan gugup. Lalu menghampiri tubuh Bi Iroh yang tergeletak. Darma membopongnya masuk ke dalam mobil.

Mobil berputar kembali, meninggalkan tempat tersebut.

Bersamaan dengan itu, Si Cebol dan Si Rewok muncul. Rewok dan Cebol memperhatikan kepergian mobil Darma.

 

REWOK

Ke mana larinya iblis itu? Akan kucabik-cabik tubuhnya, dan akan kumakan dagingnya mentah-mentah.

 

CEBOL

Jangan-jangan iblis tadi naik mobil itu. Kelihatannya dia buru-buru pergi waktu kita datang.

 

REWOK

Mana mungkin iblis naik mobil. Dia bisa melayang sesuka dia.

 

CEBOL

Lalu kemana iblis itu?

 

REWOK

Mana aku tahu, pokoknya Iblis itu harus segera dimusnahkan.

 

CEBOL

Apa mungkin dia ke rumah Bah Dinta?

 

 

REWOK

Kalau begitu, ayo coba kita ke rumah Bah Dinta!

 

 

CUT TO