Menggali Arti Taman Purbakala Cipari

Catatan Tim Survey BAPPEDA Propinsi Jawa Barat


Taman Cipari, Kuningan

Taman Purbakala Cipari terletak di  tengah pemukiman warga, tepatnya Desa  Cipari, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan. Lokasi bersejarah ini pertamakali ditemukan  tahun 1971 oleh seorang petani bernama Wijaya. Waktu itu Wijaya menemukan batuan andesit pipih lebar yang kemudian setelah diteliti ternyata merupakan peti kubur. Selanjutnya, pada tahun 1974 diadakan penggalian total, dan ditemukan banyak batu-batu yang bernilai sejarah. Situs Museum Taman Purbakala Cipari diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. DR. Syarif Thayeb, pada 23 Februari 1978.

            Ada tiga peti kubur batu, yang di dalamnya terdapat bekal kubur berupa kapak batu, gelang batu, dan gerabah. Namun di dalam peti tersebut tidak ada kerangka manusia, kemungkinan sudah hancur.

  Di Cipari Taman Purbakala Cipari juga terdapat sebidang tanah lapang berbentuk lingkaran berdiameter kira-kira 6M,  dibatasi susunan batu sirap, yang mengelilingi sebuah  batu. Tempat ini dinamakan  Batu Temu Gelang, yang  konon pada zaman dulu  menjadi lokasi upacara  ritual yang berhubungan dengan para arwah nenek moyang. Maka dari itu, batu Temu Gelang dikenal memiliki energi yang luar biasa. Banyak diantara para pengunjung yang duduk di batu temu gelang untuk bersemedi, atau sekadar ingin merasakan kekuatan energi yang terkandung.

            Seperti halnya di situs purbakala lainnya, di taman purbakala yang luasnya 6.364 meter persegi ini,  ditemukan pula altar batu atau punden berundak,  menhir, dan dolmen.

Leave a Comment