Kategori: Tourism | Diterbitkan pada: 02-11-2008 |
Oleh ROCHAJAT HARUN
Beberapa tahun yang lalu Setyanto P. Santosa mantan Kepala BP-Budpar pernah menyoroti amburadulnya manajemen pariwisata
Kesemuanya ini menggambarkan amburadulnya manajemen pariwisata
Selanjutnya beliau menjelaskan bahwa kekuatan pariwisata
Terlepas dari kebenaran sinyalemen pak Setyanto tersebut tadi, saya sendiri melihatnya dari sisi lain, yaitu analisa keilmuan, walaupun ada pendapat yang mengatakan bahwa “Pariwisata” itu bukanlah suatu disiplin ilmu. Namun bagaimanapun juga pengelolaan kepariwisataan memiliki dasar-dasar keilmuan yang kuat antara lain ilmu dan teori-teori manajemen.
Sebagai sebuah Organisasi, Pariwisata merupakan suatu sistem, yang mempunyai unsur-unsur yang satu sama lain saling terkait dan berhubungan satu sama lain. Keberadaan (eksistensi) dan keeratan hubungan unsur-unsur tersebut menggambarkan sampai seberapa kuat Sistem Kepariwisataan tersebut. Apabila salah satu unsur tidak ada atau lemah, maka sudah dipastikan kesisteman pariwisata akan terganggu atau tersendat-sendat kegiatannya. Karenanya dalam mengelola kepariwisataan diperlukan Manajemen Pariwisata yang betul-betul handal dan tepat sasaran..
Menurut David Weaver & Martin Oppermann dalam bukunya Tourism Management (2000) sistem Kepariwisataan mempunyai 8 (delapan) unsur sebagai berikut:
1. Host communities;
2. Host government;
3.Tourism business;
4. Universities;
5. Community colleges;
6. NGOs;
7. Origin government, dan
8. Tourists
Pariwisata merupakan fenomena yang multidimensional dan multisektoral yang harus dilihat dalam satu kesatuan sistem. Yang berada di dalam sistem yang lebih luas. Sistem kepariwisataan yang sederhana:
-
- Melihat pariwisata dari sisi penawaran dan permintaan;
- Mempunyai hubungan ketergantungan atau keterkaitan antara destinasi dan sumber pasar yang dihubungkan dengan transportasi;
- Didasari oleh arus informasi yang dapat mendorong dan memungkinkan wisatawan datang.
- Sistem yang lain melihat keterkaitan dan ketergantungan satu sama lain antara berbagai komponen kepariwisataan, yang tak dapat dipisah-pisahkan sebagai satu kesatuan produk: transportasi yang menyediakan akses, daya tarik yang menjadi faktor utama kunjungan, amenities yang disiapkan untuk memberikan pelayanan bagi wisatawan.
- Dilihat dalam hubungan input-output, sistem ini berada dalam lingkungan yang lebih luas, output-nya akan tergantung bukan hanya kepada input tetapi kepada bekerjanya faktor-faktor strategis lingkungan dan instrumen-instrumen kelembagaan.
- Melihat pariwisata dari sisi penawaran dan permintaan;
Pariwisata merupakan sektor yang multidimensional karena memiliki keterkaitan dengan banyak sektor dan ilmu, karenanya membutuhkan pemahaman yang tepat agar dapat mengelola unsur-unsur pariwisata secara utuh termasuk stakeholders yang terlibat dan terkait didalamnya. Pariwisata memiliki suatu sistem dan rangkaian mata rantai yang sangat kuat sehingga dinamakan Anatomi Pariwisata atau bagian dari batang tubuh patiwisata.
Pada dasarnya struktur anatomi pariwisata tidak terlepas dari pemahaman dan ruang lingkup terhadap pariwisata internasional, nasional, dan regional. Pariwisata internasional berpengaruh terhadap kondisi pariwisata nasional dan daerah. Hal ini karena berhubungan dengan adanya beberapa interaksi, diantara wisatawan dan masyarakat di tingkat destinasi. Interaksi pemahaman dan pandangan berpikir diantara wisatawan dan masyarakat, serta interaksi usaha pariwisata yang ditimbulkan karena adanya kegiatan wisata.
Sistem dinamik pariwisata dapat dijadikan atau diperlihatkan sebagai dua loop reinforcing dan loop balancing dalam menerangkan fungsi dan aktifitas pariwisata.
Alhamdulillah, apa yang dihawatirkan oleh banyak orang bahwa motto Visit Year 2008 yang telah dicanangkan oleh Presiden RI Yudoyono akan gagal, ternyata tidak. Bahkan sudah mulai membuahkan hasil. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus) di













Saya setuju seperti apa yang telah dikemukakan diatas bahwa pariwisata merupakan suatu sistem karen didalamnya terdiri dari berbagai subsistem yang berkaitan erat yang tidak dapat dipisahkan.
pariwisata juga mempunyai informasi yang sangat diperlukan wisatawan,produk,transportasi dan akomodasi merupakan suatu sistem yang sangat penting dalam dunia kepariwisataan.
Sehat Pa?
Ervan 0707694
Memang pa sebuah brand bisa mempengaruhi semuanya, contohnya kalo kita beli majalah dengan cover yang buruk ga’ kan nafsu bacanya. Kalo gak salah 2003 waktu Presiden Megawati kita juga punya brand Indonesia, endless beauty of diversity tapi pa menteri-menterinya pada kelaut alias lupa deh buat push brand itu, karena mereka juga kan suatu system dalam pariwisata. Trus yang paling keren menurut saya waktu perencanaan brand image di tahun 2004 yang waktu itu kalo ga salah Indonesia ultimate in diversity, kerenya kaya mirip iklan mobil Pa ultimate driving comfort and free driving iklan mobil CRV Honda.
Terus soal pariwisata bukan bagian dari suatu ilmu menurut saya salah besar Pa, mestinya orang yang beranggapan begitu mesti tau kalo salah ilmu itu merupakan salah satu system yang menunjang kepariwisataan, coba kalo ga ada gimana?
Terimakaih banyak Pa ilmunya.