Kategori: Sosok | Diterbitkan pada: 15-02-2009 |

MENJADI seniman Sunda, khususnya di bidang tarik suara, merupakan obsesi Lia Revany sejak remaja. Demi memujudkan mimpi tersebut, Lia kerap mengikuti berbagai lomba nyanyi di seantero Jawa Barat. Berkat ketekunan serta kemampuan yang dimilikinya, ibu dari tiga anak itu mampu memboyong berbagai penghargaan, di antaranya juara Bintang Radio dan Juara Lomba Nyanyi Pop Sunda HUT Kota Bandung. Tak hanya di jalur pop Sunda, ia juga sempat menorehkan prestasi sebagai juara nyanyi dangdut pada peringatan Hardiknas. Berbekal hasil yang dicapai itu, Lia pun merambah dapur rekaman.
Hingga saat ini, Lia sudah memiliki tiga album pop Sunda dan salah satunya “Saukur Cimata” (2006), terbilang berhasil mencuri simpati para pencinta lagu pop Sunda.
Bukan saja di industri rekaman, tampil secara langsung di hadapan penonton, Lia pun memesona. Terbukti saat ia unjuk kabisa pada puncak acara Pesta Buku Bandung 2009 di Landmark Convention Hall
Selain “Ras Ka Diri”, dalam album terbarunya, Lia juga menyanyikan lagu “Kalakay Murag” (ciptaan Iyar Wiarsih), “Liuh Linduh” (Yayat S), “Layung Situ Panjalu” (Dhipa Galuh Purba). Bahkan tak hanya piawai berolah vokal, dari sisi intelektualitas, wanita kelahiran Tasikmalaya 6 April ini pun sangat teruji.
Lia dipercaya mendampingi artis Rieke Diah Pitaloka menjadi narasumber dalam diskusi seputar buku dan dunia pendidikan. Wajar jika Lia begitu fasih menyampaikan materi soal pendidikan karena selain sebagai penyanyi, ia pun merupakan seorang pengajar di SMA BPI 3
Kendati persaingan di jagat musik kian ketat, Lia tetap merasa optimis lagunya bisa diterima masyarakat. Bahkan ia mengatakan, berkat kemajuan teknologi, lagu-lagunya kini banyak dipesan via internet oleh para pencintanya di luar negeri. (mza/”GM”)**
Dimuat di HU. GALAMEDIA, 14 Februari 2009. KLIK DISINI untuk melihat langsung di GALAMEDIA.



