Kategori: Tourism | Diterbitkan pada: 24-09-2008 |
Oleh ROCHAJAT HARUN
GARUT, salah satu kabupaten di Jawa Barat, terletak sekitar 64 km sebelah tenggara Bandung ibu kota Jawa Barat dan sekitar 250 km dari Jakarta. Garut berada pada ketinggian 0 m sampai dengan 2800 m. dpl., berbatasan langsung dengan Samudra Indonesia di sebelah selatan yang memanjang sekitar 90 km garis pantainya. Di utara berbatasan dengan kabupaten Sumedang., Barat Laut dengan kabupaten Bandung. Di barat dengan kabupaten Cianjur, dan di timur dengan kabupaten Tasikmalaya.
Garut dikenal sebagai pemasok sayuran, palawija, buah-buahan, jagung dan beras untuk kebutuhan nasional. Juga penghasil tanaman dengan nilai ekonomis tinggi yaitu akar wangi, yang merupakan bahan dasar parfum.
Garut juga terkenal karena sebagai pelopor nasional sutra alam sejak tahun 1920-an dan pelopor perkulitan tradisional nasional. Kota ini terkenal pula karena sentra peternakan domba unggulan baik untuk domba adu maupun untuk pedaging, dan industri makanan khas Dodol Garut.
Pada umumnya Garut adalah daerah agraris dengan sumber air yang sangat melimpah. Sayangnya komoditas pertanian yang tempo dulu terkenal seperti Jeruk Garut, kedele dan tembako mole, kini sudah tiada lagi. Jeruk Garut yang dulu tahun 60-an terkenal karena manis, harum dan lezatnya, kini hanya tinggal kenangan. Musnah diserang Virus. Sekalipun almarhum pakar Virus guru besar UNPAD yaitu Prof DR Soelaeman telah berusaha sekuat tenaga untuk menyembuhkan penyakit ini, ternyata tidak berhasil. Kini di lokasi tanaman Jeruk di Karang Pawitan, Sadang dan Wanaraja, sudah tak nampak lagi hamparan tanaman jeruk seperti tahun-tahun 50-60an.

Keindahan alam Situ Bagendit, Garut, Jawa Barat (Poto: Puspita Asri Pracéka)
Tempo dulu pada jaman Belanda Garut dikenal sebagai sebagai Swiss van Java, karena pesona alamnya yang menakjubkan dengan kontur yang sangat eksotis dan disempurnakan dengan hawa yang sejuk dan bersih. Bahkan pada pertengahan tahun 1950-an Garut terkenal dengan sebutan Kota Intan.
Jarak yang tidak begitu jauh dari Bandung, ibu kota Jawa Barat tersebut, menjadikan kota Garut cukup ramai di kunjungi baik oleh wisatawan domestik (wisdom) maupun wisatawan mancanegara (wisman). Hal ini dapat terlihat dengan cukup padatnya kota ini terutama pada akhir minggu atau musim libur anak sekolah.
Beberapa objek dan atraksi wisata yang dapat dilihat dan dikunjungi di Garut adalah:
- Wisata Budaya: Candi Cangkuang, Situ Bagendit, Makam keramat Godog, Makam keramat Cinunuk, Situ Kabuyutan Ciburuy, Kampung Dukuh.
- Wisata Alam: Cipanas, Flamboyan Ngamplang, Papandayan, Kawah Talaga Bodas, Kawah Darajat, Air terjun Neglasari, Curug Orok, Sayang Heulang, Pantai Santolo, Pantai Gunung Gede, Pantai Cijeruk Indah, Pantai Manalusu, Pantai Cijayana, Pantai Rancabuaya.
- Wisata Minat Khusus: Arung Jeram Sungai Cimanuk dan Cikandang, Curug Citiis, Kawah Talagabodas, Gunung Papandayan, Air terjun Neglasari, Cagar Alam Leuweung Sancang.
Menurut keterangan yang diperoleh dari Dibudpar Jawa Barat, Garut memiliki sekitar 29 objek wisata. Sungguh potensi wisata yang cukup menggembirakan, apabila dilola secara baik dan professional. Beberapa objek wisata di Kabupaten Garut yang menarik dan bisa dipasarkan kepada wisdom maupun wisman antara lain:
- Pantai Ranca Buaya, adalah pantai yang sangat eksotis dengan tebing karang yang menjulang tinggi dihempas gelombang pantai selatan yang perkasa tempat bersarangnya burung walet pantai yang berkualitas. Keramah tamahan adalah salah satu ciri khas warga pantai ini, walau wajah keras para pekerja laut cukup kentara. Kitapun bisa menikmati hidangan laut yang segar dan murah dengan penyajian secara kekeluargaan. Bagi penggemar selancar, mungkin pantai ini cukup cocok, terutama para wisman.
- Pantai Cijayana, merupakan pantai kosong berpasir hitam sebagai pantai tempat ikan laut bertelur pada saat perubahan musim. Juga merupakan finish point untuk rafting di sungai Cikandang. Ada dua sungai yang biasa digunakan untuk rafting, yaitu Sungai Cikandang dengan tingkat kesulitan IV – V yang berakhir di pantai Cijayana dan hulu sungai Cimanuk pada grade III-IV yang berakhir di Garut Kota. Kegiatan dan lokasi yang sungguh menantang, menegangkan dan mengasyikan.
- Pantai Taman Manalusu yang dipopulerkan oleh cucu dari Karl Manalusu Tambunan, Administratur Perkebunan Kelapa Sawit Condong. Terletak di Kecamatan Cikelet, 96 km dari Garut Kota. Taman lautnya menakjubkan. Tidak kalah indahnya dengan taman laut Bunaken di Menado.
- Pantai Santolo / Cilaut Eureun, adalah sebuah dermaga tua yang unik pada sebuah tanjung kecil. Merupakan pelabuhan nelayan tradisional dengan dermaga peninggalan Belanda pada abad 18. Hanya sekitar 84 km kearah selatan Garut.
- Sayangheulang, adalah pantai berpasir putih yang bersebelahan dengan Santolo dan kita bisa menyusuri sepanjang sekitar tiga kilometer untuk menikmati pemandangan yang menakjubkan ditambah semilir spoi-spoi pantai yang segar dan jauh dari polusi. Atau bisa pula kita berjalan diatas karang yang sedikit menjorok ke laut ketika laut surut sambil menikmati ikan-ikan hias pada kubangan-kubangan kecil yang diselingi deburan ombak pantai selatan yang perkasa.
- Karang paranje, mirip Tanah Lot di Bali namun lebih kecil, Biasa digunakan untuk tempat memancing yang mengasyikan. Terletak di Kecamatan Cibalong, 86 km dari Garut kota.
- Leuweung (hutan) Sancang berikut Pantai nya, adalah garis pantai paling timur, langsung berbatasan dengan Tasikmalaya. Sancang adalah hutan suaka alam yang dimitoskan sebagai tempat mangkatnya Prabu Siliwangi raja Pajajaran yang melegenda. Pantai yang sangat bersih tempat pemancingan favorit para petualang seringkali dipergunakan sebagai lahan penelitian lingkungan dan biologi.
- Gunung/ Kawah Papandayan, terletak pada ketinggian 2626 m dpl. Adalah gunung berapi aktip. Namun sangat aman untuk dikunjungi sampai ke bibir kawah sekalipun. Dan merupakan kawah dengan kaldera terluas di Asia. Jauhnya hanya 29 km dari kota Garut. Sudah terkenal terutama di kalangan pencinta alam.
- Kawah Darajat, di sekitar perkebunan rakyat yang sangat subur dan kini dibuat pembangkit listrik dan berdekatan dengan kawah Kamojang di perbatasan Garut – Bandung.
- Curug Orok, terletak di Perkebunan teh Papandayan dengan ketinggian 20 m. Keunikan air terjun ini adalah banyaknya aliran air dari sungai bawah tanah sehingga membentuk landscape yang menakjubkan. Terletak 30 km kearah selatan Garut.
- Curug Citiis, di lembah Gunung Guntur berdekatan dengan Cipanas. Dapat dicapai dengan jalan kaki dari desa Pasawahan, kampung Rejeng, dimana para penduduknya cukup ramah. Sesuai dengan namanya, air curug ini sangat dingin namun menyegarkan. Tidak jauh dari curug Citiis ini malah sudah banyak bangunan perumahan semacam vila, yang bisa disewa bagi yang mau nginap. Pemandangan sekitarnya cukup indah. Memandang kearah timur akan nampak perkampungan pedesaan, yang dikelilingi persawahan penduduk, melihat kesebelah selatan akan nampak Garut Kota yang sudah semakin padat dengan berbagai bangunan.
- Situ Bagendit, dengan Nyi Endit sebagai legendanya adalah situ terluas di Garut seluas 124 ha. Jarak dari Garut Kota 13 km melewati jalan yang diapit sawah sejauh mata memandang. Kita bisa mengelilingi situ ini dengan rakit bambu tradisional, sambil menikmati sepoi-sepoi angin pegunungan. Ada banyak kedai yang menunggu kita setelah berakit selain fasilitas atraktif lainnya. Setiap tahun diadakan festifal Bagendit yang menampilkan berbagai atraksi budaya dan seni.
- Candi Cangkuang, satu-satunya candi terlengkap di Jawa Barat peninggalan abad VIII. Berada di sebuah pulau ditengah Situ Cangkuang. Terdapat enam buah rumah adat, dan lokasinya dinamakan Kampung Pulo atau Kampung Adat.. Kekhasan objek wisata ini adalah adanya rakit bambu melintas Situ Cangkuang yang ditebari Teratai Merah dan Putih untuk mencapai pulau tersebut. Jarak dari Bandung 54 km. Sedangkan dari kota Garut 16 km.
- Makam Godog, makam Prabu Kiansantang putera Prabu Siliwangi, kakek dari Sunan Gunung Jati Cirebon. Paling banyak dikunjungi terutama pada bulan maulud. Demikian pula Makam Pangeran Papak, penyebar agama Islam dan pejuang local melawan penjajah Belanda.
- Kampung Sampireun, letaknya tak jauh dari Gunung Papandayan, tepatnya di kecamatan Samarang. Disana disewakan beberapa rumah yang punya gaya dan disain tradisional sunda. Berada di sebuah kolam luas. Baik makanan, pelayanan, para petugas, maupun suguhan hiburan dan lain-lain, dilakukan secara budaya tradisional sunda. Banyak menarik para wisatawan asing, karena promosinya dilakukan secara professional di Jakarta, walau bayarannya pakai dolar yang cukup mahal.
- Cipanas, adalah objek wisata yang paling diunggulkan. Berada 6 km dari Garut Kota di kaki Gunung Guntur yang eksotis. Memiliki sumber air panas paling bening di Indonesia yang terjadi dalam kolam renang berbagai desain. Disinipun banyak hotel mulai dari kelas melati sampai dengan bintang tiga, kolam renang air panas, kamar rendam air panas dan beberapa restoran kecil.
Kiranya dari apa yang ditampilkan dan diurai singkat beberapa objek wisata diatas walaupun tidak semua ODTW, ternyata Kabupaten Garut memiliki objek wisata yang sangat potensial untuk segera dipasarkan secara nasional maupun global/ internasional, melalui berbagai media promosi.
Penulis pernah membaca beberapa brosur dan liflet dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut yang ditulis dalam dua bahasa, Indonesia dan Inggeris. Bagus, sudah mulai ada kemajuan. Tinggal upaya promosi yang lebih strategis, gencar dan koordinatif. Koordinasi baik antar dinas, maupun vertical dengan pusat. Termasuk koordinasi dengan Asosiasi-asosiasi kepariwisataan nasional maupun internasional. Bilamana perlu media-media komunikasi dengan teknologi baru seperti internet maupun TV perlu lebih digalakkan secara istikomah dan terarah.
Satu hal yang tidak kalah pentingnya adalah peningkatan kemampuan kelembagaan Public Relation (PR), beserta SDM nya. Terutama yang nanti akan langsung menangani pelayanan consumer yaitu wisatawan domestic (wisdom), maupun wisatawan mancanegara (wisman). Jadikanlah SDM yang benar-benar handal dan professional.
Akhirnya, diharapkan Garut telah memiliki Visi dan Misi Kepariwisataan yang workable untuk dioperasionalkan. Sehingga akhirnya Garut menjadi Kabupaten terunggul di Jawa Barat yang mampu bersaing sekalipun dengan dunia luar. Garut menjadi Kabupaten Pangirutan ( punya daya tarik) Wisatawan. Semoga!***













Bagus artikelnya. Jadi terkenang masa dahulu !
Tapi jangan hanya mengenang masa lalu Kang Budi, mari kita menatap masa depan dengan penuh semangat!!!
DHIPA GALUH PURBA
Saya ingin sekali Garut menjadi swiss van java, karena berpotensi tinggi, tetapi mengapa sulit untuk mempromosikannya?
Saya bisa membantu mempromosikan di Prancis, asal saja Garut selalu menjaga kebersihan kelestarian alamnya dan masyarakatnya sadar serta membantu kemajuan wisatawan di Garut pada khususnya. Tidak usah modern tetapi bersih rapih dan teratur….bisakah kita mencuatkan Garut sekarang??
Garut harus bisa mencuat ya Pa…..!semoga saja menjelang pemerintahan yang baru sekarang bisa meningkatkan prestasi Garut dalam segala bidang, apalagi dalam bidang pariwisata karena Garut memiliki objek wisata yang potensial.diharapkan pemerintah dan masyarakat dapat bekerjasama untuk mewujudkan semua itu.amiin………..
Bravo Garut…..!
Ass……
indah sekali memang Garut itu…..
Sayang sekali saya jarang sekali untuk bisa berlibur ksana…..
Garut memiliki objek-objek wisata yang berpotensi untuk memajukan kepariwisataan Jawa Barat….Bahkan Indonesia sendiri……
Garut sudah memiliki Brand di Masyarakat Indonesia……buktinya Garut banyak dikenal masyarakat luar kota….contohnya Jakarta,Surabaya….Bahkan Sumatera………
Bahkan Saudara saya yang sekarang tinggal di Medan lebih tau tempat wisata yang ada di Garut dibandingkan dengan objek wisata yang ada di Bandung!!!!
Memang mungkin Garut ini perlu lebih meningkatkan promosi objek-objek wisata yang dimilikinya…………….
Bagaimana cara yang tepat untuk lebih mempromosikan Garut ini sebagai Kota Wisata yang handal pak????????
Wsl….
Ass.
Setuju Pa….
Garut merupakan sebuah Kota yang kaya akan beragam objek wisata khususnya wisata alam yang dinilai sangat mampu untuk menembus pasar wisata Nasional maupun Internasional.
garut dapat membuktikan bahwa “inilah sebuah kabupaten yang dapat berkembang….”.
Swiss van Java masih sangat layak ditempatkan pada Kabupaten ini karena potensinya yang masih dapat membuktikan bahwa julukan ini setara dengan potensi yang dimilikinya.
Tetapi masyarakat sekitarnya juga jangan berleha leha dengan julukan ini, hal yang ditakutkan jika sudah terlena dengan suatu julukan yang sangat indah (Swiss van Java), masyarakat sekitar tidak mau lagi mengeksplor kreasi nya, SDM pariwisatanya pun tidak akan lagi mempunyai semangat untuk mengembangkan garut menjadi lebih baik lagi.
Tengok saja Bandung, sebagian masyarakatnya sudah terlena dengan julukan Parijs Van Java…, Bandung Kota Kembang…
Tapi apa, ulah masyarakatnya yang terlena dengan Julukan itu jadi sangat malas untuk menjaga Bandung tetap jadi kota kembang, akibatnya jadilah Bandung sebagai Kota Sampah..
Setelah ini terjadi barulah masyarakat Bandung sadar akan pentingnya menjaga Bandung ini.,
Wass.
Ass.
Banyak potensi wisata di Garut.Dan banyak masyarakat yang telah mengenal Garut,hanya saja mereka tidak sadar dengan potensi-potensi wisata yang dimiliki kota Garut.Bukan hanya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab.Garut saja yang memiliki andil untuk mempromosikan dan mengelola objek wisata di Garut,tetapi masyarakat di Garut juga perlu ikut menjaga,melestarikan,memasarkan,dan mengelola kota Garut.Juga terus menggali dan mempertahankan ciri khas kota Garut.Agar Garut kembali menjadi Swiss van java.
Wass.
Ass..
Saya senang dengan artikel yang Bapa buat.
karena saya bisa tahu, bahwa Garut memiliki banyak potensi pariwisata yang sangat banyak.
Yang saya tahu garut terkenal hanya karena dodolnya yang khas, ternyata Kabupaten Garut memiliki objek wisata yang sangat potensial untuk segera dipasarkan secara nasional maupun global/ internasional, melalui berbagai media promosi.
Pemerintah daerah Garut harus membuat Garut kembali di juluki Swiss Van Java.
Wss
Maaf Pak sebelumnya, Karena Saya bukan orang Garut jadi saya tidak terlalu mengenal objek wisata yang ada disana. Namun dari apa yang bapak telah sampaikan disini, wawasan saya mengenai Garut sangatlah menjadi luas. Banyak sekali objek Wisata yang sangat disayangkan tidak bisa berkembang dan sangat di sayangkan pula banyak sekali hal yang hilang mengenai pariwisata yang ada di Garut. Tetapi Garut masih tetap bisa menjadi ODTW yang menjajikan, karena banyak faktor yang mendukung dari segala aspek. mudah -mudahan saja Garut dapat membantu mengembangkan Pariwisata Indonesia.
assalamu’alikum….
sebenarnya Garut memiliki potensi wisata yang cukup tinggi dengan berbagi potensi alam yang sudah menunjang. sejauh ini mungkin setiap orang telah memperhatikan bagaimana kenyataan keadaan Garut saat ini jika dilihat dari salah satu bentuk kawasan wisata yang berpotensial. namun, saya kira ada beberapa hambatan yang harus segera ditangani oleh para stakeholders khusunya pemerintah. bahwasannya, aksesibilitas yang kurang memadai sehingga Kota Garut kurang dikenal oleh wisatawan, baik itu wisatawan asing maupun wisatawan lokal itu sendiri. ileh karenanya, apabila masalah aksesibitas yang dapat ditangani dan ditingkatkan dapat membantu meningkatkan perkembangan pariwisata Garut. selain itu, adakalanya gaerah ini menjadi tolak ukur bagi masyarakanya yang hanya menikmati sebagian onbek wisata pada hari-hari besar tertentu saja.
selebihnya, untuk peningkatan mutu kualitas potensi pariwisata sendiri harus didasari atas pemenuhan standar injek wisata yang menjadi tumpuan agar daya tarik wisatawan yang semakin meningkat.
semoga kedepannya baik Barut maupun daerah-daerah lain yang lebih berpotensidalam bidang pariwisata akan dapat berkembang dan menjadikan pariwisata sebagai salah satu industri yang menghasilkan devisa negara terbesar. amiiin,…………….^_^
Cayo Garut………………
Walau pun saya bukan orang yang berasal dari Garut tapi setidaknya saya tau obyek-obyek wisata yang ada di Garut, Garut mempunyai obyek wisata yang sangat potensial apabila di kelola dengan baik, dan apabila kita pergi ke garut masi dapat merasakan udara yang sejuk karena masi banyak nya pepohonan. Mudah-mudahan kelestarian alam dan obyek wisata Garut akan selalu terjaga agar dapat dinikmati semua orang dan yang pasti dapat menambah devisa kepada pemerintah. Semoga kedepan nya baik Garut atau kota-kota lain yang mempunyai oyek wisata dapat berkembang dan menjadikan pariwisata di Indonesia menjadi penghasil devisa negara yang paling besar,amin….
saya suka dengan artikel bapak karena saya meskipun bukan orang Garut,tetapi saya banyak mengetahui bahwa kota Garut dulu terkenal dengan jeruknya,tidak hanya dengan dodol serta dombanya.Terlihat Kab.Garut yang memliki banyak potensi wisata dan itu merupakan aset yang harus dipertahankan oleh pemda setempat di bantu oleh pemerintah pusat serta instansi yang terkait di bidang pariwisata
Kota Intan, itulah yang terus melekat dalam benak saya ketika mendengar Kota Garut. Seperti filosofi Intan yang merupakan batu berharga yang sangat langka dan mahal harganya, memang itulah Garut. Sebuah kota kabupaten yang memiliki banyak potensi wisata alam, budaya maupun sejarah. Kembali pada filosofi Intan sendiri, jika batu tersebut didiamkan saja tanpa diasah maupun dipercantik, batu itu tak akan ada harganya, begitu juga dengan potensi wisata yang dimiliki kOta Garut, jika tak dikembangkan maka tidak akan menghasilkan apapun.
Asslmlkm…..
Seindah itukah Garut????
Garut termasuk salah satu objek wisata yang ingin sekali saya kunjungi. Sayang sekali kesempatan itu belum ada. Dengan membaca artikel dari bapak, semakin menguatkan keinginan saya untuk mengunjungi kota tersebut. Banyak kota wisata yang sangat dikenal begitu indah dari kota tersebut.
Garut dapat dijadikan salah satu daerah kawasan wisata yang dapat menambah devisa Negara. Untuk itu pemerintah harus turut memperhatikan demi memperlancar aksesibilitas objek-objek wisata yang ada pada daerah tersebut. Tidak hanya pemerintah, masyarakat setempat pun jangan cepat puas dengan potensi yang dimiliki kota Garut. Masyarakat harus dapat menjaga dan melestarikan apa yang dimiliki oleh kota tersebut. Agar apa yang dimiliki oleh kota Garut dapat menjadi core kota tersebut dan dikenal oleh wisnus maupun wisman.
Wsslmlkm….
Begitu banyak potensi wisata yang dimiliki oleh daerah Garut, hendak ini menjadi peluang besar untuk daerah tersebut dalam memaksimalkan pendapatan daerah. Saya setuju dengan pendapat penulis, pemerintah daerah harus berupaya seoptimal mungkin mempromosikan potensi ini,dengan gencar pada segmentasi pasar yang tepat dan efektif. Agar upaya promosi tersebut lebih terarah dan tepat sasaran dengan kegiatan promosi yang intensif diharapkan nanti pasar akan aware dengan mau datang berkunjung ke Garut. Dalam memasarkan produk wisata hendaknya juga memiliki style product yang berbeda dengan daerah lain, seperti yang kita ketahui bahwa yang menawarkan pesona alam tidak hanya daerah Garut saja yang ada di Negara kita ini tetapi daerah lain juga walaupun produk yang ditawarkan relatif sama yaitu pesona alam,tetapi hendaknya memiliki perbedaan atau keunikan tersendiri yang tidak dimiliki daerah lain, misalnya tema yang di usung atau taglinenya “pesona keindahan Garut dan budaya Asli Sunda” dengan demikian wisatawan akan tertarik untuk berkunjung karena memiliki suatu keunikan tadi yang ditawarkan dan memiliki nilai pengalaman yang lebih bagi wisatawan. Dalam buku Manajemen Pariwisata oleh Dr.Ir Rochajat Harun, M.ed. dikemukakan bahwa dalam kepariwisataan “product style” yang baik adalah:
1. objek itu sendiri harus menarik untuk disaksikan maupun dipelajari
2. mempunyai kekhususan dan berneda dari objek yang lain
3. adanya kemudahan di dalam pencapaiannya (aksesibilitas) yangmana prasarana menuju ke tempat tersebut terpelihara dengan baik.
4. tersedia fasilitas , something to see,something to do, something to know and something to buy.
5. memiliki potensi pasar (layak untuk dikunjungi), sehingga ada selera pasar(demand), yang didukung oleh kondisi lingkungan yang baik (aman,nyaman, kesehatan dan lain sebagainya) dan juga kondisi iklim yang baik.
6. adanya pengelolaan yang baik, dan sarana pendukung untuk melaksanakan aktifitas didalamnya(akomodasi dan sebagainya).
Seperti yang kita ketahui bahwa pariwisata adalah kegiatan multi sektoral dengan terciptanya pertumbuhan kepariwisataan yang semakin baik serta didukung dengan iklim politik yang baik di daerah, maka sektor-sektor lain juga akan tumbuh dan berkembang dengan baik. Seperti industri perhotelan, akomodasi, perjalanan wisata, telekomunikasi dan restoran dan pada akhirnya membuka lapangan pekerjaan baru dan dapat mengurangi tingkat pengangguran dan kemiskinan.
Kota Intan, itulah yang terus melekat dalam benak saya ketika mendengar Kota Garut. Seperti filosofi Intan yang merupakan batu berharga yang sangat langka dan mahal harganya, memang itulah Garut. Sebuah kota kabupaten yang memiliki banyak potensi wisata alam, budaya maupun sejarah. Kembali pada filosofi Intan sendiri, jika batu tersebut didiamkan saja tanpa diasah maupun dipercantik, batu itu tak akan ada harganya, begitu juga dengan potensi wisata yang dimiliki kita Garut, jika tak dikembangkan maka tidak akan menghasilkan apapun.
ass,,
Garut memang termasuk kota yang indah. Dan sekarang kota Garut harus lebih di kembangkan lagi dalam pariwisata. Karena Garut cukup mempunya potensi wisata yang cukup banyak. Pemerintahpun harus turut dalam proses mengembangkan kota ini. Karena jika kota ini suke dalam dunia pariwisata akan menambah kembali menjadi salah satu devisa bagi negara Indonesia.