Kategori: Tourism | Diterbitkan pada: 30-10-2008 |
Oleh ROCHAJAT HARUN
Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus) di
Saat ini, jumlah wisman itu baru mencapai sekitar 4,8 juta. Target diharapkan tercapai pada peak season di bulan November-Desember. Wisnus pun menjadi pasar pariwisata yang besar karena jumlah penduduk
Pariwisata sebagai aktivitas maupun industri sebenarnya telah berada dalam proses globalisasi. Sehingga sektor ini dapat berproses secara lentur dalam percaturan global dan dapat diandaikan karena memiliki besaran aktivitas ekonomi yang signifikan. Kondisi tersebut harus dimanfaatkan untuk melaksanakan pembangunan kepariwisataan. Selanjutnya pembangunan kepariwisataan harus diarahkan pada pembangunan komunitas secara utuh.
Salah satu aspek penting yakni cara penanganan administrasi pembangunan kepariwisataan memerlukan paradigma yang lebih spesifik berupa kebijakan-kebijakan yang lebih fleksibel serta mampu mendukung percepatan pembangunan maupun industri kepariwisataan melalui keterpaduan daya dan upaya. Di sisi lain keberadaan regulasi yang telah dihasilkan oleh pemerintah disektor pariwisata secara kuantitatif sangat terbatas. Kondisi ini merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya kesenjangan antar stakeholders.
Pemberlakuan otonomi daerah sesuai dengan Undang-undang nomor 32/2004 jo 2211999 sangatlah berpengaruh terhadap perkembangan kepariwisataan Nasional dan Daerah terutama menyangkut kebijakan yang di timbulkan oleh keberadaan Undang-undang tersebut. Kelahiran kebijakan yang sebenarnya ditujukn untuk lebih menitik beratkan pada tingkat keadilan kesejahateraan bagi daerah-daerah yang memiliki potensi sumberdaya berlimpah dengan menggali peningkatan PAD ini sangatlah rentan dengan isu-isu stabilitas keamanan daerah sehingga berpengaruh pula pada tingkat pengembangan dan pengambilan kebijakan pada sektor pariwisata.
Dimensi kepariwisataan yang telah menjadi salah satu kajian internasional dengan magnitude ekonomi yang tinggi membuat sektor ini telah dijadikan sebagai salah satu sektor andalan perekonomian negara maju dan negara berkembang. Aktivitas kepariwisataan menghasilkan lahan bagi peningkatan peluang bekerja dan berusaha, penerimaan pajak, peningkatan kegiatan antar sektor dan pengungkit pembangunan daerah sejalan dengan otonomi daerah.
Hubungan antara politik dan pariwisata tercermin dari kegiatan aparatur dan organisasi pemerintah secara keseluruhan serta bentuk anggapan umum yang dituangkan melalui peraturan-peraturan, norma-norma, syarat-syarat, larangan-tarangan dan sebagainya, yang kemudian dipercayakan kepada instansi, badan / organisasi untuk melaksanakan tugas yang terumuskan didalamnya serta memberi interpretasi kepadanya sehingga terwujud fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan dalam memajukan industri pariwisata kesuruhannya.
Segi pandang yang meletakkan pariwisata sebagai alat (means, tools), dapat diperluas cakupannya, selain ‘alat’ atau kendaraan untuk menuju kepada pengembangan wilayah/daerah, pengurangan kemiskinan, menanggapi isyu lingkungan (pariwisata sebagai industri hijau) juga sebagai alat untuk mendorong terwujudnya identitas nasional. Identitas nasional
Bagaimana identitas/keragaman itu dapat dikembangkan? Hal ini bukan merupakan hal yang mustahil, tetapi diperlukan tekad yang kuat dan disepakati oleh berbagai pihak. Kita harus mengembangkan budaya ‘tampil beda’ dalam setiap upaya pengembangan pariwisata. Namun demikian tampil beda ini hendaknya tidak diartikan sebagai tampil norak, atau mencari obyek tiruan dari
Adalah menjadi kewajiban daerah untuk mengenali daerahnya sendiri dan memperkenalkannya kepada masyarakat luas (wisatawan). Mengidentifikasi apa yang akan diperkenalkan tentang daerahnya, sebagai kebanggaan masyarakat, tidak selalu mudah. Bagaimana masyarakat ingin daerahnya diperkenalkan? Tentunya kita harus dapat menggali lebih dalam apa yang dapat dibanggakan dan dipakai sebagai daya tarik bagi wisatawan. Bagian dari identitas nasional itu dicapai melalui pengenalan diri sendiri dan pengenalan diri orang lain, dan itulah basis pariwisata. Wisatawan yang selalu mencari ‘otherness’ digiring untuk menjelajahi bagian bagian negara lain yang bukan tempat tinggalnya, untuk mengenali perbedaan dan memahaminya.
Menurut World Tourism Organization, suatu lembaga mitra United Nations, pariwisata merupakan industri terbesar di dunia. Ekonomi kepariwisataan mengukur jumlah perjalanan dan konsekuensi ekonominya, langsung, tak langsung maupun yang bersifat induced. Meskipun pariwisata memiliki berbagai dimensi lain selain ekonomi, pustaka tentang pariwisata dengan dimensi ekonomi memang merupakan bagian besar dari pustaka yang ada. Kompleksitas ekonomi pariwisata menyangkut pengeluaran wisatawan dan dampak bergandanya.
Pariwisata merupakan bisnis yang sangat luas cakupannya, terdiri dari ratusan komponen bisnis. Beberapa diantaranya besar sekali tetapi banyak juga yang kecil. Hal ini mencakup bisnis penerbangan, kapal pesiar, perkeretaapian, bus pariwisata, akomodasi, restoran, sarana konvensi dan pameran, perdagangan eceran, dsb.
Pariwisata internasional yang sekarang merupakan industri terbesar di dunia dan merupakan kegiatan ekonomi yang terpenting, juga merupakan elemen pertumbuhan yang paling pesat dalam perdagangan global. Benar atau salah, suka atau tidak suka, pariwisata internasional ini merupakan sesuatu yang embraced oleh negara-negara maju dan negara berkembang yang mencari jalan pintas untuk mendorong ekonomi lokal maupun wilayah, untuk menciptakan atau meciptakan kembali lapangan kerja yang menurun karena mekanisasi, dan dalam banyak hal telah membantu dalam pengembangan infrastruktur.

Sampai kini, kunjungan wisman dan wisnu ke













Euleuh euleuh Yi Dhipa,
Dina artikel akang ieu aya gambar ABG rada buligir, sareng sensual. Atuh mani raeng kana ceuli komentar2 ti para mahasiswa utamana UPI. Pajar teh eta bapak dosen resep kana gambar bulucun. Dijawab we ku akang teh, lain sayah nu nempelkeun gambar rada buligir eta mah, tuh pupuhu Galuh-Purba. Barudak mani sing burileng.
Padahal teu nanaon atuh nya, itung2 ………batur ngalamun.
Hapunten atuh, da nyampakna poto eta anu aya patula-patali sareng Bali mah. Sanes poto sasaha, eta teh pun alo, anu diasuh ku abdi ti nuju orok mula. Namina Mega Citrawati alias “Itik”. Ayeuna nuju neuleuman elmuning hukum di UNISBA. Pangna rada bubulucunan, da cenah di Bali teh kararitu anggoanna, nya nurutan we. Malum ABG atuh. Keun engke mah urang sina buni, da aya prosesna apan jalmi mah…
DHIPA GALUH PURBA
Eta teh potert neng Tia tea kang, nu dina artikel Neng Tia teureuh Kawali? Ku aya-aya wae, ulah sok nyieun pucuk ti girang atuh. Dibejakeun ke ceuceuna ah !
His… teu kenging maen beja!!! TST, Ti Ciamis sama Ti Ciamis…
DHIPA GALUH PURBA
alahhh . .
saha pa ?
wartosken ka neng tia gra ,
Yi Dhipa !
Asa teu percaya mun eta neng Mega teh teges-teges alo yi Dhipa. Ulah2 ……… bebene kadua.
Dina kuliah kamari mah barudak lalaki mani recet naranyakeun eta gambar saha, dimana alamatna, naha can aya nu boga, jeung rea2 deui. Komo eta mah mahasiswa si ontohod Yayan asli ti Cibatu., mani ngoronyoh wae hayang wawanohan cenah. Ah….ku aya aya wae nya .
Leres pisan, piraku kedah susumpahan mah Kang. Eta alo abdi, Itik alias Imeg alias Mega. Ti nuju orok diasuh ku abdi. Malah nuju yuswa 4 taun pernah ical, diumumkeun dina speker masjid. bur-ber milarian ka ditu-kadieu. Ari nu dipilarianna mah nuju diabekel apel ku abdi. Margi kabogoh abdi kapungkur resepeun pisan ka Itik. Pami apel teh sok nuhunkeun dibekel eta Itik teh. Upami mekel Itik mah, opieun teh rada diketrukeun.
Pami masih cangcaya, mangga we aos ieu:
http://galuh-purba.com/pakanci-ka-bali/
http://galuh-purba.com/teu-mumul-ka-pura-tirta-empul/
http://galuh-purba.com/nyaksi-monumen-bom-bali/
http://galuh-purba.com/di-basisir-uluwatu/
http://galuh-purba.com/menyambut-tahun-baru-2008-bersama-itik-mega-citrawati/
DHIPA GALUH PURBA
askum Pa
Aduh teu kiat bapa peurih, teu kiat abi ninggal gambarna
he..he…he…
Muhun Pa jelas pariwisata include in devisa nagari urang, dina kamajuana oge ngapush ekonomi rakyat lumayan ukur ngebulan dapur di masyarakat sakitar Obyek wisatana.
Nuhun sateuacana pa kanggo elmuna.
wasalam
Alah awas siah Yayan oge Ervan.
Na teu sieun ku abah engke dibere nilei E alias teu lulus?. Bongan maraneh geus mere komentar ngucah ngaceh kana potret/ gambar karesep abah. Keun atuh sakali kalieun mah abah teh beger pakokolot, ulah eleh ku abah Dhipa euy! He…..3x
Yayan,oge Ervan,
Tempo euy dina http://galuh-purba.com/pakanci-ka-bali/ bisi silaing hayang eces mah nempo kamencrangan neng Itik. Disidik sidik naaa bet sarimbag jeung Tia nya jang, batur sakelas maneh Yan. Ulah2 barayana, sarua pada2 ti Kawali. Pek tanyakeun langsung ku maneh nya.
Bapak……………..
itu foto siapa???cemburu sayah!!!!!!!!!
heuuuuuuuuuuuuuuuu
Wah…wah…wah…Bapak emang aktif di blog ni ya Pak…
Sektor pariwisata saat ini memang berkembang sangat pesat, tidak tanggung, bahkan beberapa negara menjadikan pariwisata sekor utama dalam pendapatan negaranya. Seperti badan-badan kepariwisataan dunia (The World Travel and Tourism Council dan UNWTO) yang mengatakan bahwa industri pariwisata adalah industri terbesar dan terpesat di dunia saat ini. Pariwisata merupakan sektor perekonomian terbesar walaupun dilanda krisis berkepanjangan beberapa waktu yang lalu. Tren dalam menciptakan lapangan pekerjaan telah menjadi warna khusus sektor pariwisata yang dengan sendirinya membantu meningkatkan produktivitas dan kemakmuran bagi banyak negara.
Jumlah kunjungan wisatawan wisatawan menjadi tolak ukur keberhasilan pariwisata di negara yang bersangkutan, dimana jika jumlah kedatangan wisatawan semakin tinggi maka pendapatan pun semakin tinggi. Terlebih lagi bahwa pariwisata itu dikenal dengan multiplier effect, dimana jika salah satu komponen atau sektor dalam kepariwisataan berhasil maka akan berdampak besar pula terhadap komponen atau sektor lainnya yang terkait. Dengan begitu Pariwisata sangat berperan dalam perekonomian negara. Setiap pendatapan dari pengeluaran wisatawan dan devisa yang masuk terhitung menjadi income negara. Meningkatnya industri pariwisata akan meningkatkan kesejahteraan bangsa.