Kategori: Tourism | Diterbitkan pada: 31-03-2009 |
Oleh Rochajat Harun
Indonesia dikenal dari bahasa Yunani yaitu “Indos” yang berarti Hindia dan “Nesos” yang berarti kepulauan. Pulau terbesar adalah pulau Kalimantan (539.460 km2) diikuti Pulau Sumatera (473.606 km2), Pulau Papua (421.981 km2), Pulau Sulawesi (189.216 km2) dan Pulau Jawa (132.187 km2) yang paling kecil tapi populasi penduduk paling banyak. Sebagai negara kepulauan sebagian besar permukaannya dikelilingi laut, tidak salah kalau disebut sebagai negara kelautan.
Sebagai negara republik demokrasi, Indonesia terbagi 32 propinsi yang secara geografi terbagi atas empat pulau terbesar. 60 % dari populasi penduduk 210 juta jiwa sebagian besar hidup didaerah pesisir atau di pulau - pulau yang tersebar. Populasi penduduknya merupakan negara ke empat yang paling banyak di dunia.
Indonesia terletak diantara Benua Asia dan Australia dengan panjang 5.120 km yang dipisahkan dengan Samudera Pasifik dan Hindia. Terdiri dari 5 pulau besar dan 30 pulau kecil dengan total 17,508 pulau dan 6.000 pulau berpenghuni. Kepulauan Indonesia terbagi atas 3 zona wilayah waktu dimana penyesuaian dengan standar kutub waktu Indonesia bagian Barat melalui penambahan waktu 7 jam dari GMT sampai Indonesia bagian Tengah hingga Indonesia bagian Timur.
Terdapat 3.500 spesies hidup di dalam laut baik flora dan fauna dan dikenal sebagai surga baik di kehidupan laut beserta kehidupan diatasnya, dengan keberadaan jenis flora fauna yang unik seperti orang utan, harimau Sumatera, badak bercula satu, anoa dan komodo ditambah kehidupan flora dari paling kecil hingga besar seperti bunga raflesia yang pada saat berbunga akan memiliki rata-rata diameter 3.2 meter.
Didalam hutan tropis memiliki berbagai jenis pepohonan seperti pohon meranti dan bambu, dengan luas total area hutan yang dikonservasi 12.9 juta Ha. Sedangkan kehidupan laut memiliki jenis ikan langka, terumbu karang dan makhluk hidup endemik lainnya.
Suhu udara tropis yang hangat sepanjang tahun dengan tingkat kelembaban antara 60-100 % terbagi atas derajat kelembaban rata-rata 31 ° C atau 88 ° F dari bulan April hingga September dengan hembusan angin Muson Timur berupa udara kering, sedangkan hembusan angin Muson Barat pada Oktober hingga Maret merupakan musim hujan dengan temperatur udara 28° C atau 83 ° F berupa udara basah.
Selain laut, pantai sebagai daerah tropis dengan daerah belakang pantai serta daerah pegunungan menawarkan eksotisme atraksi untuk bertualang yang juga menawarkan keindahan alam dan dapat dinikmati melalui aktivitas bertualang, bisnis dan bersenang-senang.
Ada 350 kebudayaan etnik masyarakat dari Sabang hingga Merauke menghasilkan peninggalan sejarah dan budaya manusia melalui generasi ke generasi berupa nilai kehidupan masyarakat, kesenian tradisional dan peninggalan-peninggalan lainnya, bahasa dan dialek khas tiap daerah berjumlah 583 bahasa yang dipersatukan dengan satu bahasa yaitu bahasa Indonesia. Sejarah bahasa nasional ini berasal dari Melayu, penulisannya secara Romawi dibawah pengaruh Eropa.
Mayoritas penduduk beragama Islam (85%), walaupun secara sejarah agama pertama yang masuk ke Indonesia adalah Budha dan Hindu tetapi berdasarkan konstitusi Indonesia tercantum kebebasan untuk memilih agama yang dikenal sebagai salah satu prinsip dasar tercantum dalam “Pancasila”.
Dalam kehidupan keseharian masyarakat memiliki nilai tradisi dan budaya adat mengakar dan kepercayaan yang memiliki nilai kebersamaan berupa azas mufakat dan musyawarah yang dilakukan baik secara seremonial sekalipun. Hal inilah menjadikan peninggalan sangat unik dan dilestarikan berkelanjutan dengan terus memperingatinya.
Pariwisata mengambil peranan penting dalam upaya melestarikan yang diaplikasikan tanpa mengubahnya Pada saat ini sudah dikemas dalam bentuk event yang bersifat festival tradisional daerah yang dikomunikasikan dalam bentuk kalender event/festival, seperti di Bali dan Jawa secara seremonial eksistensi budaya tetap terjaga dengan keberadaan kegiatan perayaan agama, drama tarian dan kostum didukung instrumen alat seni pukul dan tiup yang dibuat dari bambu atau kayu seperti gamelan, angklung dan suling yang ditampilkan sendiri atau dengan alat seperti wayang orang atau wayang kulit. Sebagai hasil cindera mata yang cukup terkenal seperti batik, perak dari Jawa, lukisan dari Bali, dan masih banyak lagi hasil kerajinan masyarakat seperti dari Sumatera, Sulawesi dan Papua. Hal ini tentunya akan memberikan pengalaman menarik.
Selain hal diatas, masyarakat memiliki menu makanan utamanya seperti nasi, jagung, sagu hingga kentang, walaupun mayoritas sudah makan nasi tapi didaerah tertentu masih dipertahankan. Dalam pengolahannya masakan dari Sumatera dan Sulawesi memiliki rasa lebih pedas dibanding daerah lainnya, namun tergantung dengan budidaya rempah-rempah masing-masing daerah.
Masyarakat Indonesia dikenal sopan dan hangat dengan keberadaan salam perkenalan dengan berjabat tangan baik untuk pria atau wanita dengan ciri khas nasional sambil tersenyum. Keramahtamahan ini yang selalu menjadi kunci dalam pelayanan bagi pengunjung dalam menikmati keindahan Indonesia.
Agar optimal dalam pembangunan pariwisata dengan slogannya yang dikenal dengan “ultimate in diversity”, maka dalam pengemasan produk wisata selain mengidentifikasi daya tarik juga perlu menyiapkan fasilitas berupa jaringan perhubungan dan informasi agar selalu ditingkatkan. Walaupun sebagian kota besar sudah dilengkapi dengan pusat bisnis hingga akomodasi bertaraf internasional yang ditunjang dengan dukungan sumber daya manusia yang ahli dan berstandar internasional agar memiliki nilai daya tarik.
Menurut Depbudpar pada tahun 2003, bahwa dari 30 provinsi yang ada di Indonesia memiliki berbagai jenis obyek wisata alam dengan jumlah 1.484 dan 954 obyek wisata budaya.
Selain menunjang kelancaran perjalanan wisata, para wisatawan juga membutuhkan kemudahan akan informasi yang lengkap dan akurat tentang daya tarik wisata atau pencapaian, berupa fasilitas aksesibilitas serta fasilitas di tempat tujuan wisata yang memiliki nilai daya jual.
Potensi wisata berupa 17.508 pulau-pulau yang terbentang sejauh 5.120 km dengan iklim tropis sejuk baik di darat maupun di pantai dan laut dan berada di lempengan jajaran gunung berapi, dan melihat secara geologis kehidupan flora dan fauna yang diatas permukaan atau didalam laut terbagi atas 2 wilayah yang dikenal dengan garis Wallace dimana kehidupan antara wilayah Indonesia bagian atas hampir sama dengan flora dan fauna daratan Asia sedangkan Indonesia bagian bawah lebih mirip dengan daratan Australia. Hal ini menjadi semakin banyak daya tarik bagi wisatawan untuk melihat kehidupan yang terdapat di daratan, di atas ataupun di bawah permukaan laut.
Aktivitas kelautan merupakan kegiatan bagi wisatawan dengan melihat kehidupan disekitar terumbu karang, kepulauan, ditambah dengan ketersediaan resor pantai yang mampu menambah nilai pengalaman berwisata. Selain kegiatan diatas, eksplorasi kekayaan sumber daya kelautan juga berpotensi berupa program perlindungan keberlanjutan kehidupan kelautan dan memberikan manfaat dengan mengajak penduduk lokal selain wisatawan untuk berpantisipasi.







