Kategori: Sajak Indonesia | Diterbitkan pada: 18-09-2007 |

Oleh DHIPA GALUH PURBA

–untuk Soni Farid Maulana

Bahkan sambaran petir menghantam

atap rumah, hanya sumbangnya lantunan tenor

dan gemeresik musik yang mengusik

tak senada, tak seirama

Tidak juga semerdu hembusan angin

Iringi barisan hujan menerpa bumi

Biarkan mereka mencerca hujan

dan memvonis biang banjir bandang

Sebab kita tahu tangan-tangan berlumur serakah

Tak ada waktu merasa takut!

Kuakan pintu lebar-lebar

Kita bebas telanjang

Berdendang riang rindukan hujan

Situ Panjalu, 13 Juni 2005