Kategori: Seni Budaya | Diterbitkan pada: 21-09-2008 |
Oleh RETNO HY
Sedangkan kemarahan Hamzah, panglima Islam berjuluk Asadullah (Singa Allah) itu, dipicu perkataan Abu Jahal yang menghina Muhammad, keponakannya. Di antara kemarahannya tersebut, Hamzah di hadapan Abu Jahal dan kaum Quraisy, mengakui kebenaran agama Islam dan menyatakan masuk Islam.
Bahkan dalam perang Badar, tidak hanya Abu Jahal yang tewas di tangan Hamzah, tetapi juga kakak beradik Utbah bin Rabi`ah dan Syaibah bin Rabi`ah, serta putra Utbah, Al Walid.
Tewasnya para pemuka kaum Quraisy itu, memicu dendam membara dalam diri Hindun karena kehilangan ayah, kakak, dan pamannya.
Hingga saatnya terjadi perang Uhud. Dalam peperangan tersebut, Hamzah, Sang Singa Allah tewas ditikam tombak Wahsyi, seorang budak yang dijanjikan diberi kemerdekaan dan harta berlimpah oleh Hindun.
Namun, setelah Hamzah wafat di tangannya, Wahsyi tidak mendapatkan kebahagian.
**
SUTRADARA Rosyid E. Abby, mengakhiri pentas drama Ramadan “Kasidah Cinta, Sang Singa Allah” oleh Teater Senapati, dengan perasaan dosa dan penyesalan Wahsyi. Drama Ramadan tersebut dipentaskan di Gedung Kesenian Rumentangsiang, Kosambi,
Pergelaran yang didukung Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jabar dan HU Pikiran Rakyat itu, berdurasi 1 jam 45 menit. Karya teater tersebut mengisahkan perjuangan para penegak dan pejuang agama Islam dalam menyebarkan syiar agama.
Dalam balutan setting panggung sangat sederhana, Rosyid dibantu Agus Safari selaku konsultan artistik serta Una Dairy (penata musik), Yatty (penata vokal), Bastian Nurjaman (manajer panggung), Nana Munajat (penata gerak), dan Dadan Sutisna pada multimedia, menciptakan pergelaran yang mampu dicerna penonton.
Sebagai sutradara dengan segudang karya, Rosyid mampu menampilkan kemampuan para aktornya, baik dalam gestur, blocking, vokal, dan artikulasi. Hingga menciptakan internal psikologi termasuk batin yang melingkupi aura penyampaian, juga aksi-reaksi yang dimunculkan ketika berdialog dengan aktor lainnya.***
Dimuat di HU. Pikiran Rakyat, 21 September 2008. Klik di sini untuk melihat langsung di “PR”.







