Arsip: Tourism
Kategori: Tourism | Diterbitkan pada: 31-03-2009 | Tak ada komentar »
Oleh Rochajat Harun
Pada masa Soekarno, pariwisata diberi makna politik. Konperensi Asia Afrika sungguh menempatkan Indonesia di posisi terhormat diantara negara-negara selatan. Selanjutnya proses internasionalisasi ini dilakukan Soekarno untuk menunjukkan ke dunia luar bahwa Indonesia pantas untuk menjadi sasaran kunjungan baik untuk kepentingan ekonomi maupun liburan. Hotel internasional didirikan dan ternyata dapat menciptakan permintaan. Saat itu pariwisata mempunyai arti lain lagi, kalau boleh dikatakan ada unsur prestise yang tercakup didalamnya. Indonesia ingin memiliki hotel bertaraf internasional untuk menunjukkan eksistensinya di dunia internasional.
Kategori: Tourism | Diterbitkan pada: 31-03-2009 | Tak ada komentar »
Oleh Rochajat Harun
Ada 350 kebudayaan etnik masyarakat dari Sabang hingga Merauke menghasilkan peninggalan sejarah dan budaya manusia melalui generasi ke generasi berupa nilai kehidupan masyarakat, kesenian tradisional dan peninggalan-peninggalan lainnya, bahasa dan dialek khas tiap daerah berjumlah 583 bahasa yang dipersatukan dengan satu bahasa yaitu bahasa Indonesia. Sejarah bahasa nasional ini berasal dari Melayu, penulisannya secara Romawi dibawah pengaruh Eropa.
Kategori: Tourism | Diterbitkan pada: 31-03-2009 | Tak ada komentar »
Oleh Rochajat Harun
Daerah satu dengan lainnya perlu tampil beda dalam rangka meningkatkan keunggulan kompetitifnya dan meningkatkan arus perjalanan antar daerah. Semangat bersaing harus dikerahkan untuk menghadapi negara lain dalam rangka meraih lebih banyak pangsa pasar mancanegara sambil tetap menguasai pasar nasional/domestik, bukan persaingan antara daerah satu dengan lainnya dan “duplikasi” atau replikasi bentuk atau jenis kegiatan wisata antar daerah.
Kategori: Tourism | Diterbitkan pada: 31-03-2009 | Tak ada komentar »
Oleh Rochajat Harun
Sikap negatif terhadap petani perlu segera dihapus dari segala lapisan masyarakat, dan diganti dengan sikap yang menghormati dan menghargai kedudukan petani sebagai warga yang sama derajatnya di bumi pertiwi Indonesia. Petani dan keluarganya di pedesaan yang merupakan mayoritas penduduk Indonesia, adalah penyandang budaya asli kontemporer maupun penyerap teknologi mutakhir yang potensial.