Arsip: Suatu Hari
Kategori: Suatu Hari | Diterbitkan pada: 10-06-2009 | Tak ada komentar »
Terlebih lagi bagi orang-orang yang sukses di dunia kesenian, mimpi itu sangat penting. Ketika Agnes Monica mendapat Anugerah Musik Indonesia Awards (AMI Awards), Agnes mengatakan bahwa jangan takut untuk bermimpi, karena prestasi yang diraihnya diawali oleh sebuah mimpi. Untuk contoh seorang penulis, mari kita lirik Stephenie Meyer, seorang penulis kelahiran Hartford, Connecticut, 24 Desember 1973. Ia menulis cerita romantis seorang vampir berjudul Twilight, dan terjual sekitar 42 juta kopi di seluruh dunia, serta diterjemahkan ke dalam 37 bahasa. Cerita yang ia tulis bersumber dari mimpi-mimpinya di tahun 2003. Lalu, mimpi dalam tidurnya itu diolah menjadi sebuah novel, seraya memimpikan kesuksesan menjadi seorang penulis. Dan… sungguh luar biasa hasilnya. Bagaimana kalau mimpi dalam tidurnya itu hanya diterjemahkan oleh sebuah paririmbon? Jadi, ada pula seni mengolah mimpi dari mimpi.
Kategori: Suatu Hari | Diterbitkan pada: 04-06-2009 | Tak ada komentar »
Catatan DHIPA GALUH PURBA
Mestinya surat dari Prita dijadikan bahan evaluasi oleh Rumah Sakit Omni Internasional, untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Bukan malah bersikap arogan dan benar-benar menunjukkan kebodohan yang benar-benar belegug. Kejadian ini telah menunjukkan kebodohan dokter dan pengelola Rumah Sakit Omni Internasional. Mereka tidak mengerti bahwa surat pembaca seharusnya dilawan dengan hak jawab, bukan dengan memamerkan “banyak duit” dengan cara menjerat Prita supaya dijebloskan ke dalam bui.
Kategori: Suatu Hari | Diterbitkan pada: 02-06-2009 | 1 Komentar »
By DHIPA GALUH PURBA
For: someone in Pulogebang
The night long I passed throuht dreams:
In darkness, I wrestle with you
I wrestle with you… with love
And as for love’s caress
We hate silence!!!
We like wrestle with love
We hate silence…
Thank you for your every coming
Kategori: Suatu Hari | Diterbitkan pada: 18-05-2009 | Tak ada komentar »
Catatan Kecil DHIPA GALUH PURBA
Pesta besar-besaran telah berlangsung di gedung Sasana Budaya Ganesha Bandung, seiring dengan deklarasi calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) SBY-Budhiono. Megah, meriah, dan sumringah. Sama sekali tidak mempedulikan aksi demontrasi mahasiswa yang menolak pendeklarasian SBY-Budhiono. Pasangan ini didukung oleh lebih dari 20 partai kontestan pemilu 2009. Diantaranya adalah PKS (Partai keadilan sejahtera), PKB (Partai Kebangkitan Bangsa), PPP (Partai persatuan Pembangunan), PAN (Partai Amanat Nasional), dsb.