Arsip: Suatu Hari
Kategori: Suatu Hari | Diterbitkan pada: 14-01-2010 | Tak ada komentar »

Catatan Kecil DHIPA GALUH PURBA
Anugerah FTI Award diberikan kepada tokoh yang mempunyai dedikasi tinggi terhadap kehidupan teater. Sebelumnya, FTI Award dihaturkan kepada WS Rendra (2006), Putu Wijaya (2007), dan Nano Riantiarno (2008). Dewan juri FTI Award yang terdiri dari Aspar Paturusi, Amoroso Katamsi, Akhudiat, Jajang C. Noer dan Radhar Panca Dahana memutuskan Slamet Rahardjo merupakan tokoh yang paling pantas mendapat anugerah tersebut.
Kategori: Suatu Hari | Diterbitkan pada: 05-10-2009 | 10 Komentar »

Catatan Kecil DHIPA GALUH PURBA
MOHON tidak berburuk sangka dulu, saya tidak berniat menulis seputar pornografi. Sengaja saya tulis dalam bahasa Indonésia, karena kata “momok” dalam bahasa Indonésia tidak porno, berbéda dengan “momok” dalam bahasa Sunda, terlebih ditambah kata “ngeunah”.
Kategori: Suatu Hari | Diterbitkan pada: 26-07-2009 | Tak ada komentar »
Dina kandang anu ukuranna kira-kira 1,5 X 1 M, katingali aya simbut lebah juru. Basa ditanyakeun ka Iwan, éta simbut téh ngahaja keur pakéeun babi. Sabab, dina hiji peuting, babi téh kadéngé jejeritan. Malah aya sababaraha urang anu jelas ngadéngé éta babi nyambat indungna, “Emaaa… emaaa…!” kitu sora babi téh. Puguh baé matak muringkak bulu punduk. Iwan ogé henteu wanieun sosoranganan muru ka kandang babi. Barang ditingali, manahoréng éta babi téh keur ngahodhod tiriseun. “Dimana aya babi tiriseun? Biasana ogé babi mah guley dina kulah…” kitu ceuk Iwan, anu harita tuluy nyokot simbut. Geus dibéré simbut mah babi téh jempling. Anu ahéngna, éta simbut dibebenah ku babi tug nepi ka ahirna éta babi ngaréngkol bari diharudum simbut.
Kategori: Suatu Hari | Diterbitkan pada: 26-07-2009 | 3 Komentar »
Catatan Kecil DHIPA GALUH PURBA
Hampir setiap malam berkunjung ke warnet di sekitar Jatinangor, bertegur sapa dengan penunggunya, lalu duduk di depan layar monitor sambil menikmati perjalanan keliling dunia, meski hanya melalui dunia maya. Biasanya memilih yang lesehan, untuk memudahkan mencari solusi seandainya kantuk menyerang. Tidak jarang setelah kelelahan browsing, langsung tertidur di warnet. Penunggu warnet seringkali membangunkan dengan berbagai cara. Awalnya sangat mengherankan, karena orang lain pun banyak yang tertidur, tetapi tidak suka dibangunkan. Baru mengerti setelah mencoba interopeksi diri. Jadi, bukan malasah tidur yang dipersoalkan, melainkan masalah… mendengkur. Tapi, siapa pula yang ingin mendengkur? Mendengkur itu kan sudah bagian dari takdir.
Kategori: Suatu Hari | Diterbitkan pada: 20-07-2009 | Tak ada komentar »
Alhamdulillah… seorang ponakan telah mengabarkan rencana pernikahannya. Ina, demikian saya memanggilnya. Nama aslinya adalah Aryani Gumelar (l. 19 September 1983). Ina adalah putra Kang Aceng Kholil SR dan Ceu Tetty Yunarti (l. Tasikmalaya, 15 Agustus 1961). InsyaAlloh Ina akan menikah di Bandung pada 9 Agustus 2009 kepada Wisnu Wiratama. Semoga pernikahan ponakan saya bias berlangsung dengan lancar, tanpa suatu halangan apapun, dan selalu mendapat lindungan Allah SWT, Amiin.
Kategori: Suatu Hari | Diterbitkan pada: 20-07-2009 | Tak ada komentar »
Catatan DHIPA GALUH PURBA
Namun sangat disesalkan ketika Presiden SBY begitu mudahnya mengaitkan peristiwa peledakan bom dengan perolehan hasil Pemilu. Dalam pidatonya di Istana Negara, Presiden SBY secara implisit menyatakan bahwa pelaku pengeboman diduga pihak yang kecewa dengan hasil Pemilu Presiden 2009. Seperti yang kita ketahui, banyak sekali pihak yang kecewa dengan hasil Pemilu, dikarenakan ketidakbecusan KPU dalam melaksanakan amanatnya. Persoalan DPT, penggelembungan suara, keberpihakan Ketua KPU kepada calon tertentu, dan lain-lain, merupakan faktor yang menjadikan kekecewaan pada hasil Pemilu. Tetapi, bukan berarti kecewa pada hasil pemilu lantas melakukan teror bom. Tidak semestinya tragedy tersebut dipolitisasi untuk menjatuhkan lawan politik Presiden SBY. Ini sangat berbaha, karena bisa mengakibatkan konflik horizontal antara kelompok yang puas dan kelompok yang tidak puas pada hasil pemilu. Sudah mah tidak puas pada hasil pemilu, diduga teroris lagi.
Kategori: Suatu Hari | Diterbitkan pada: 30-06-2009 | 1 Komentar »
Catetan DHIPA GALUH PURBA
Dadali Manting Tipeuting, rumpaka lagu Kang Darso anu dipikalandep oge ku simkuring. Numutkeun Kamus RA Danadibrata, DADALI teh sabangsa alap-alap, buluna luis, jaringhas, jeung rikat pisan. Dadali hiberna cepet jeung suat-sietna saperti langlayangan adu, dina nyerepetna siga kapal jet, sarta lamun rek mubus ka jero daun gomplok siga nu babarieun pisan, teu sieuneun neumbag kana dahan, ari kabeukina manuk nu laleutik disamberna dina keur bongoh. Ari MANTING sasarina dibasakeun kana anjing anu keur dibawa moro terus-terusan ngagogog lantaran nenjo atawa ngambeu mangsana. Tapi taya salahna kecap MANTING dilarapkeun kana DADALI oge. Jadi, DADALI MANTING TIPEUTING hartina dadali anu keur suat-siet nyamber pihakaneun dina mangsa wanci peuting.
Kategori: Suatu Hari | Diterbitkan pada: 10-06-2009 | Tak ada komentar »
Terlebih lagi bagi orang-orang yang sukses di dunia kesenian, mimpi itu sangat penting. Ketika Agnes Monica mendapat Anugerah Musik Indonesia Awards (AMI Awards), Agnes mengatakan bahwa jangan takut untuk bermimpi, karena prestasi yang diraihnya diawali oleh sebuah mimpi. Untuk contoh seorang penulis, mari kita lirik Stephenie Meyer, seorang penulis kelahiran Hartford, Connecticut, 24 Desember 1973. Ia menulis cerita romantis seorang vampir berjudul Twilight, dan terjual sekitar 42 juta kopi di seluruh dunia, serta diterjemahkan ke dalam 37 bahasa. Cerita yang ia tulis bersumber dari mimpi-mimpinya di tahun 2003. Lalu, mimpi dalam tidurnya itu diolah menjadi sebuah novel, seraya memimpikan kesuksesan menjadi seorang penulis. Dan… sungguh luar biasa hasilnya. Bagaimana kalau mimpi dalam tidurnya itu hanya diterjemahkan oleh sebuah paririmbon? Jadi, ada pula seni mengolah mimpi dari mimpi.
Kategori: Suatu Hari | Diterbitkan pada: 04-06-2009 | Tak ada komentar »
Catatan DHIPA GALUH PURBA
Mestinya surat dari Prita dijadikan bahan evaluasi oleh Rumah Sakit Omni Internasional, untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Bukan malah bersikap arogan dan benar-benar menunjukkan kebodohan yang benar-benar belegug. Kejadian ini telah menunjukkan kebodohan dokter dan pengelola Rumah Sakit Omni Internasional. Mereka tidak mengerti bahwa surat pembaca seharusnya dilawan dengan hak jawab, bukan dengan memamerkan “banyak duit” dengan cara menjerat Prita supaya dijebloskan ke dalam bui.
Kategori: Suatu Hari | Diterbitkan pada: 02-06-2009 | 1 Komentar »
By DHIPA GALUH PURBA
For: someone in Pulogebang
The night long I passed throuht dreams:
In darkness, I wrestle with you
I wrestle with you… with love
And as for love’s caress
We hate silence!!!
We like wrestle with love
We hate silence…
Thank you for your every coming