Statistik

≈ Tulisan: 1610 tulisan
≈ Kategori: 31 kategori
≈ Komentar: 2965 komentar
≈ Hit: 1.120.629 kali

Kingkilaban

Katumbiri

Bedah & Niaga

Arsip: Obituari

Kategori: Obituari | Diterbitkan pada: 08-07-2008 | 4 Komentar »

didi-wiardiKuring rada cangcaya kénéh, da sacara saréat mah Kang Didi téh anom kénéh. Malah asa can kacaturkeun kawin. Ku kituna kuring nelepon balik ka Kang Dian, hayang ngayakinkeun éta béja. Tapi kang Dian ogé nampi wartos téh ti salahsawios personil kelompok musik Samba Sunda, sami deuih ngalangkungan SMS anu katampi jam 12 langkung cenah. Jadi, pupusna tiasa janten sekitar jam 00.00 WIB.

Kategori: Obituari | Diterbitkan pada: 30-03-2008 | 2 Komentar »

Yoseph Iskandar

Drama “Juag Toéd” (1984) dipentaskan berkali-kali di Bandung, Jakarta, dan berbagai kota lain di Jawa Barat. Drama komedi ini tidak bisa lepas dari sejarah perkembangan seni tari jaipongan yang dipopulerkan menjelang akhir tahun 1970-an oleh Gugum Gumbira, Tati Saleh (alm.), dan Euis Komariah. Cerita dalam “Juag Toéd” merupakan semacam bantahan dan pembelaan Yoseph terhadap seni jaipongan. Pada saat itu, jaipongan diprotes oleh kalangan istri pejabat karena dianggap terlalu vulgar, erotis, dan hanya membangkitkan nafsu berahi. Drama “Juag Toéd” menyindirnya dengan mengambil setting tatar Sunda sebelum zaman perang. Pada zaman itu, istri seorang wedana disebut juag toéd dan bupati pun masih disebut kangjeng dalem.

Kategori: Obituari | Diterbitkan pada: 06-02-2008 | 3 Komentar »

RAFRAF lahir di Banjarsari, Ciamis, 2 Oktober tahun 1929, buah pernikahan Bapak Udin Tampura dengan Ibu Ratna Permana. Pendidikan RAF dimulai dari HIS. Setelah itu, pada zaman Jepang, RAF melanjutkan pendidikan Pesantren, tepatnya di Pesantren Miftahul Huda Ciamis. Pada masa revolusi, RAF muda melanjutkan sekolah Pertanian di Tasikmalaya, dan Sekolah Menengah Atas di Bandung. Jenjang pendidikan tingginya di lalui di Fakultas Hukum Universitas Indonesia Jakarta, sampai tingkat Sarjana Muda. Minat pada kesusastraan, menurut pengakuannya karena pengaruh E. Soewitaatmadja, kakak ibunya yang mengasuh RAF senjak kecil. Pada tahun 1963, RAF diangkat sebagai pegawai Perkebunan Negara IX sampai dengan pensiun dari PTP XII pada tahun 1983.

Kategori: Obituari | Diterbitkan pada: 03-01-2008 | 1 Komentar »

iman-februariSiapa yang mengira, jika Iman telah sekian lamanya menyembunyikan sebuah penyakit yang sangat berat. Sebab dalam kesehariannya, pemuda kelahiran 14 Februari 1976 itu, begitu ceria dan selalu penuh dengan canda tawa. Tak pernah terlihat murung, atau menceritakan penderitaannya yang sangat memilukan. Semangat hidupnya begitu menggelora. Seakan Iman pun tak peduli dengan penyakitnya. Dia terus berjuang dengan tangannya sendiri. Mungkin Iman tak ingin membuat rekan-rekannya merasa bingung, apalagi turut memikirkan deritanya. Bahkan Iman selalu mencoba untuk tetap kelihatan sehat, segar dan bugar.

Pencarian



Masukkan Code ini K1-FY74D7-A
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com