Derajat Bahasa Sunda

Derajat Bahasa Sunda

Oleh Dhipa Galuh Purba dan Sakti Budhi Astuti           Bahasa Sunda dikenal di tingkat nasional, bahkan di tingkat internasional. Namun saat ini, bahasa Sunda lebih dikenal sebagai bahasa untuk bercanda atau humor. Di dunia entertainment, beberapa seniman asal Jawa Barat yang menguasai bahasa Sunda, seringkali melontarkan penggalan bahasa Sunda untuk memancing tawa penonton, dan hampir dipastikan selalu sukses mengundang gelak tawa. Bahkan beberapa waktu yang lalu,  ruangan sidang paripurna DPR RI…

Read More

Save Dayeuhkolot

Save Dayeuhkolot

Oleh DHIPA GALUH PURBA Ketika genangan air sudah mencapai genting, artinya keadaan sudah sedemikian genting MARI mengarahkan pandangan ke Dayeuhkolot dan Baleendah yang kini kembali dilanda musibah banjir. Sebuah tradisi yang selalu terjadi di setiap musim penghujan. Milyaran kucuran dana dari pemerintah daerah atau pusat untuk penanganan banjir, sepertinya tidak membuahkan hasil. Paling tidak, belum berhasil. Sebab, pada kenyataannya sampai tahun ini air masih belum mengerti apalagi memahami bahwa rumah tidak perlu digenangi.  Banjir di Kabupaten…

Read More

Catatan Kecil Sebelum Lomba di ”Pesta Sastra 2014” Balai Bahasa Jabar

Catatan Kecil Sebelum Lomba di ”Pesta Sastra 2014” Balai Bahasa Jabar

Catatan Kecil DHIPA GALUH PURBA   Hari ini, Kamis, 21 Agustus 2014, jam 08.00 WIB akan digelar ”Festival Sastra” yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Jawa Barat, di Hotel Ibis, Jl. Braga No. 8, Bandung. Ada Lomba Musikalisasi Puisi, Lomba Bercerita, dan Lomba Membaca Cerpen. Saya mendapat amanah dari Balai Bahasa Jabar untuk menjadi salahsatu juri Lomba Membaca Cerpen. Biasanya saya membuat catatan lomba seusai acara berlangsung. Tidak diwajibkan oleh panitia, tetapi saya selalu membuat catatan…

Read More

Versi Quick Count: Topik Ramadan di Facebook Menurun 54,23% Dibanding Tahun Lalu

Versi Quick Count: Topik Ramadan di Facebook Menurun 54,23% Dibanding Tahun Lalu

Oleh DADAN SUTISNA   Seorang sumber yang tidak mau disebutkan namanya, menyatakan bahwa perbincangan mengenai Ramadan tahun ini (1435 H) menurun 54,23% dibandingkan dengan Ramadan tahun lalu (1434 H).   “Banyak faktor yang memengaruhinya,” ungkapnya ketika tidak ditemui siapa-siapa di rumahnya. Ia menegaskan, munculnya angka 54,23% tersebut tak asal comot, apalagi hasil ramal-meramal. “Lembaga kami melakukan survei kecil-kecilan pada malam hari, dengan biaya dua gelas kopi dan tujuh batang rokok, semuanya ditanggung sendiri.”   Konon,…

Read More

Suara Masyarakat Cerdas

Oleh DADAN SUTISNA   Saya sering mendengar dan membaca ungkapan “masyarakat cerdas” belakangan ini. Beberapa di antaranya menyebut “masyarakat pintar”. Tetapi saya lebih sepakat dengan kata “cerdas” ketimbang “pintar”, gara-gara ada peribahasa “pencuri lebih pintar daripada polisi”. Demikian juga tujuan pendidikan nasional, memilih kata “mencerdaskan” daripada “memintarkan”. Saya mengutip définisi yang paling sederhana dari KBBI, bahwa cerdas adalah sempurna perkembangan akal budinya (untuk berpikir, mengerti, dsb); tajam pikiran.   Para politikus sering kali melontarkan ungkapan…

Read More

Tentang Quick Count

Oleh DADAN SUTISNA   Dulu saya sempat bertanya-tanya, kenapa harus ada quick count? Bukankah itu bagian dari ramal-meramal? Bahkan, awalnya saya mengira, quick count hanyalah téknik untuk menggiring suatu keputusan. Ternyata ketika saya memiliki kesempatan untuk berkenalan dengan statistika, trend analisis dan probabilitas, semuanya bisa dikaji secara keilmuan.   Hal terpenting dalam survei apapun adalah métodologi, rambu-rambunya, dan itu sudah menjadi rumus umum serta siapapun bisa menggunakannya. Lembaga survei yang indepénden, tentunya akan mendahulukan integritas…

Read More

Tentang Undangan

Oleh DADAN SUTISNA   —————- Bubuka: Tulisan ini berkaitan dengan pilprés. Siapapun bisa mengklik tanda panah di pojok kanan atas, dan memilih “I don’t want to see this” jika merasa terganggu. —————-   Undangan itu telah tiba dengan seksama. Seorang gadis suruhan Pa RT mengantarkannya kemarin soré. Selain logo KPU, ada nama saya di sana, dengan tulisan agak merumput tapi masih bisa dibaca. Tak ada arahan apapun dari gadis pengantar undangan itu, kecuali saya bergumam…

Read More

2 Kebaikan Atau 3 Kebaikan?

Ustad Arifin Ilham dengan gaya seolah-olah santun, mengatakan bahwa Jika memilih No. 1 kita melakukan 2 kebaikan. Yaitu,  Prabowo menjadi Presiden dan Jokowi tetap menjadi gubernur. Demikian pula Wagub Jabar Deddy Mizwar mengatakan hal yang sama: ada dua kebaikan jika memilih nomor 1. Sangat halus, membungkus suatu ajakan untuk tidak memilih nomor 2, dengan menjual kata ”kebaikan”. Sebenarnya model seperti inilah yang senantiasa membuat saya enek. Seperti juga yang suka berkoar-koar membawa agama Islam, dan…

Read More

Undangan Aam Amilia

Oleh DHIPA GALUH PURBA   Tribun Jabar, 27 Februari 2014   UNDANGAN itu ditujukan kepada para penulis pemula yang sedang bersemangat untuk belajar mengarang. Tidak berupa undangan resmi yang dicetak dengan desain artistik. Tidak pula melalui SMS atau BBM, berhubung tahun 1970-an alat telekomunikasi masih sangat terbatas. Sebut saja undangan dari hati yang begitu peduli akan pentingnya regenerasi kepengarangan. Undangan itu datang dari seorang sastrawati yang karyanya sudah membumi di jagat sastra Sunda: Aam Amilia….

Read More

Sastrawan Karna Yudibrata Tutup Usia

Baru menginjak hari kedua di tahun 2014, tiba-tiba saya mendengar berita yang cukup mengejutkan, yakni meninggalnya sastrawan Sunda Karna Yudibrata. Innalillahi Wa Inna Ilaihi Roziun. Beliau meninggal di Rumahsakit Santosa, Kamis (2/01/2013), sekitar pukul 06.30 WIB. Karna Yudibrata,  lahir di Rancah, Ciamis, 17 September 1936, putra dari Mad Hasan/ Siti Arsah. Pada masa kecilnya, Karna menempuh pendidikan di SR (Sekolah Rakyat) Tambaksari, Rancah (1951). Lalu melanjutkan ke SGB Subang  (1954), SGA Bandung (1957), Sarmud FKIP…

Read More
1 2 3 33