Arsip: Sajak Indonesia
Kategori: Sajak Indonesia | Diterbitkan pada: 03-10-2007 | Tak ada komentar »
Oleh LIA DJAMALIYAH
Aku bukan terjebak di sini
Sungguh sengaja pasrah jiwaku
Burung di alam lepas, meneriakkan
Kemerdekaan, demokrasi dan hak asasi
Namun untukku …
Di sinilah segala yang hakiki
Di balik tembok terlindungi
Tanpa radisi, tanpa saling merasa iri
Tanpa saling “saling” mematai
Untuk berebut hidup hari ini
Dalam merah, jiwaku resah
Dalam kecewa, belajar berlapang dada
Dalam tawa ada syukur yang tumpah
Menikmati hari ini, seperti […]
Kategori: Sajak Indonesia | Diterbitkan pada: 03-10-2007 | Tak ada komentar »
Oleh LIA DJAMALIYAH
Hamparan bunga-bunga kamboja
Telah bertaburan dalam nafasku
Sesak kuhirup udara kemerdekaan
Di tangan para abdi negara yang
Menjajakan keadilan dan kedamaian
Raja-raja kecil menggarap lahan
Dengan tangan hukum
Merobek, mencabik, menggempur
Singgasanaku sampai lebur
Tangan hukum tempatku berpijak
Telah terbongkar habis oleh raja-raja kecil
Para ponggawa kerajaan tak lagi ramah
Saat melihat sahaya menggelepar di tepi sungai
Kepompongku tercerai-berai
Berbaur menjadi satu […]
Kategori: Sajak Indonesia | Diterbitkan pada: 03-10-2007 | Tak ada komentar »
Oleh DHIPA GALUH PUBA
Inikah arti dari kesunyian yang mencekam
Lama sudah kunantikan saatnya malam
bertaburan bintang
Mata-mu tiba-tiba memancarkan cahaya
kedamaian
Ingin rasanya kuikuti terangnya sinar itu
Irislah hatiku dengan pedang kebencian
Harapan telah pudar, ditelan keangkuhan
Sorot matamu, berbalik menyeruak ganas
Aku tak kuasa menepisnya
Namun kulihat seberkas kesenduan di
balik matamu
Akan kureguk setiap tetesan air matamu
Cipadung, September 2003
Dimuat di […]
Kategori: Sajak Indonesia | Diterbitkan pada: 03-10-2007 | Tak ada komentar »
Oleh ILMI IHSANA
Terdengar tawa yang berderai
Memanggil-manggil mangsa siap pakai
Lalu dijadikan pejantan
Atau sekedar pelarian
Tinggal pilih, dari kelas tripleks
Atau bintang lima
Mulai dari fast food di kafe
Hingga pake tarif dollar
Sebentuk tubuh pun diobral
Cuci gudang murah meriah
Laris manis bak kacang goreng
Asal jangan ngutang goceng
Tak peduli, yang penting uang
Tak peduli, yang penting nafsu…
[…]