Kategori: Sajak Indonesia | Diterbitkan pada: 01-09-2008 | 4 Komentar »
Hingga sampailah kaki ini ke tepi Ramadhan
alunan suara nan merdu dari menara masjid
luluhkan bangunan keangkuhan
bertalu-talu beduk mengetuk
jiwa yang bergumul kebusukan
Kategori: Sajak Indonesia | Diterbitkan pada: 01-09-2008 | 4 Komentar »
Hingga sampailah kaki ini ke tepi Ramadhan
alunan suara nan merdu dari menara masjid
luluhkan bangunan keangkuhan
bertalu-talu beduk mengetuk
jiwa yang bergumul kebusukan
Kategori: Sajak Indonesia | Diterbitkan pada: 13-08-2008 | 5 Komentar »
Badut tersenyum tanpa duka
Badut menari, menyanyi
Membaca puisi nada hati
Badut tersenyum
Sebab ia tak ingkar janji
Sebab ia tlah disakiti
Sebab ia tlah dikhianati
Kategori: Sajak Indonesia | Diterbitkan pada: 11-08-2008 | 2 Komentar »
wahai setitik luka, beginilah ceritanya:
aku bercinta dengan pelangi yang membentang
dari langit dusun embun sampai ke langit Amerika
kami lalui dengan irama warna-warni nan indah
ku bawa pelangi bertengger di atas pohon
berenang di air sejuk
bergumul di rerumputan
kukenalkan pada awan, bintang, bulan
angin, tanah, dan semuanya…
Kategori: Sajak Indonesia | Diterbitkan pada: 24-07-2008 | Tak ada komentar »
Kotaku tergenang gelimang impian
Terputuslah jejak darah itu
Saat air mata memerah dan membelenggu
Langkah meragu di pintu bisu