Statistik

≈ Tulisan: 1414 tulisan
≈ Kategori: 44 kategori
≈ Komentar: 4159 komentar
≈ Hit: 307.154 kali

Arsip: Kemuning

Kategori: Kemuning | Diterbitkan pada: 21-08-2008 | 4 Komentar »

Tiba-tiba ia yang mengajak beristirahat, beberapa meter sebelum sampai ke Curug Satu. Tapi bukan karena lelah, melainkan ingin menikmati suasana di tempat tersebut yang begitu sejuk. Pohon rindang menjadi tempatnya bersandar, angin tingtrim membelai rambutnya. Betapa indahnya alam Curug Tujuh. Kami berbagi cerita, merenung, dan merasakan berbagai gejolak di dalam jiwa. Tak ada rasa lelah seperti yang saya rasakan ketika naik gunung Ciharum bersama Dadan Sutisna. Tidak ada! Yang ada hanya kesejukan, kedamaian, keindahan.

Kategori: Kemuning | Diterbitkan pada: 15-08-2008 | 5 Komentar »

Serangan mag kali ini terasa lebih dahsyat. Dari jam 10.00 WIB sampai jam 14.00, saya masih merasakan sakit yang luar biasa. Akhirnya saya teringat kisah pertama kali terserang mag di Rental Cygnus. Solusinya adalah berbaring tanpa bergerak, dengan kedua tangan di atas dada. Kali ini, saya benar-benar sulit untuk bernafas, sehingga saya mulai komat-kamit membaca ayat-ayat Alloh, dan bersiap jika saya harus tutup usia. Selain membaca ayat-ayat Alloh, bibir saya pun bergetar memohon maaf kepada ibu saya, keluarga saya, saudara-saudara saya, sahabat-sahabat saya, atas segala kesalahan yang terasa dan tidak terasa. Tiba-tiba sayup-sayup terdengar suara Heri (seorang karyawan Cupumanik) mengaji Al-Quran. Saya semakin yakin, bahwa mungkin saat itulah akhir dari hidup saya. Dan saya sudah pasrah, karena bernafas pun sangat sakit. “Allohu Akbar… saya orang yang bergelimang dosa, telah siap menghadap-Mu, jika saat ini saya harus berpulang… Subhannalloh… subhannaloh… Astaghfirullohal adzim… Allohu Akbar… Ya Alloh ampuni dosa-dosa saya. Saya tidak pernah korupsi, kecuali darmaji waktu SMP. Saya tidak pernah menganiaya orang lain, kecuali berkelahi dan pernah menang, pernah juga kalah berlumur darah. Ampuni saya ya Alloh, saya pernah berpacaran dengan dua orang wanita dalam waktu yang bersamaan. Ya Alloh… saya bukan ahli surga, tapi tidak mungkin kuat jika dimasukan ke dalam neraka…” itulah beberapa hal yang sempat terucap di hati saya.

Kategori: Kemuning | Diterbitkan pada: 06-04-2008 | 2 Komentar »

gang-hanura Alhamdulillah, untuk sementara waktu, saya bisa tinggal di rumah Udi, dan ikut bekerja mengaspal jalan. Dari mulai menggali, mengangkut tanah dengan dolak, membakar aspal, dan sekaligus mengaspalnya. Saat itu, lokasi pengaspalannya terletak di Komplek Melong, Cijerah. Setiap hari, dari Jatayu naik angkot Ciroyom-Cijerah menuju lokasi pekerjaan. Bekerja membanting tulang, dengan upah hanya Rp 3.000,-/hari. Namun saya tidak menyesal, karena itulah jalan yang saya pilih. Dalam hati saya hanya terpikirkan bagaimana caranya saya mengumpulkan uang yang banyak, membeli baju, celana, sepatu, sepeda motor, dsb.

Kategori: Kemuning | Diterbitkan pada: 15-03-2008 | 3 Komentar »

ching-ching-liana-budi-utam

Sejenak Ching-Ching tertegun sambil menatap saya. Dia seperti tengah berpikir keras. Tapi… entah berpikir apa. Yang pasti, sore hari, ketika saya mau pulang, Ching-Ching mengajak bicara dengan serius. Saya lupa lagi detail pembicaraannya. Yang pasti, Ching-Ching “mem-PHK” saya, dan menyuruh saya untuk melanjutkan sekolah. Ching-Ching memberi uang yang cukup banyak untuk ukuran anak SMP, rasanya lebih besar dari upah sebulan bekerja sebagai tukang aspal.

Kategori: Kemuning | Diterbitkan pada: 11-02-2008 | 5 Komentar »

ibu-aniHari itu, saya bingung, bagaimana caranya mendapatkan uang untuk makan si Abu. Saya sendiri cukup dengan segelas air kopi. Tapi… kalau rokok saya sudah habis, akan timbul persoalan baru. Saya tidak bisa mikir kalau tidak merokok. Mau ngutang ke warung si ibu pemilik kontrakan? Ah… saya sudah malu, karena kebanyakan ngutang. Bagaimanapun caranya, saya harus dapat uang di hari itu.

Memang di saku celana, masih ada sekitar Rp 6.000,-. Tapi… uang itu tidak berani dibelikan apa-apa, karena motor saya sudah haus pingin minum bensin. Akhirnya, saya berangkat menuju Jakarta. Uang yang Rp 6.000,- digunakan untuk membeli bensin sebanyak Rp 5.000, dan menyisakan Rp 1.000,-. Jadi… jika saya tidak mendapat uang, maka saya tidak akan bisa pulang ke Bekasi.

Kategori: Kemuning | Diterbitkan pada: 13-12-2007 | 1 Komentar »

Bangun tidur kuterus mandi
Tidak lupa menggosok gigi…

Terkadang merasa bosan dengan kegiatan sehari-hari. Menjemukan. Namun apapun yang terjadi, tetap harus dijalani. Demi menggapai cita-cita. Demi meraih angan-angan. Demi mewujudkan segala impian. Hidup ini memang perjuangan. Dan setiap perjuangan tentu memerlukan pengorbanan. Hidup ini memang sukar, tapi tidak terlalu sulit. Hidup ternyata gampang, tapi tidak terlalu […]

Kategori: Kemuning | Diterbitkan pada: 06-12-2007 | 6 Komentar »

INILAH “musuh bebuyutan” Miftahul Malik. Saya memanggilnya Pandu. Meski usianya lebih tua, tetapi ia tampak awet muda, seperti seangkatan dengan saya, bahkan ada juga yang menyangka lebih muda dari saya. Pandu lahir di Ciamis, 25 Méi 1973. Ia adalah alumnus SMAN Kawali, Kabupaten Ciamis.  Pernah juga kuliah di STSI (Sekolah Tinggi Seni Indonesia) Bandung, tapi […]

Kategori: Kemuning | Diterbitkan pada: 06-12-2007 | 12 Komentar »

BERBEDA dengan Agus Bebeng, Miftahul Malik sangat memperhatikan penampilannya. Pakaiannya selalu rapi dan memperhatikan keselarasan perpaduan warna. Bicaranya lancar dan memiliki pengetahuan yang cukup luas. Ngobrol masalah apapun, pasti akan selalu nyambung. Bicaranya sangat meyakinkan.
Saya memanggilnya “Malik”. Ia memang lebih akrab dengan sapaan Malik. Sehari-harinya bekerja menjadi redaktur kesenian Koran Sunda Mingguan (KSM) Galura (group […]

Kategori: Kemuning | Diterbitkan pada: 06-12-2007 | 20 Komentar »

agus-bebengKONON menurut beberapa orang kawan sealmamaternya di STIKOM Bandung, Agus Bebeng adalah atlit Boxer. Badannya kuat. Ia pernah menggelar demontrasi kekuatan dengan cara digebukin oleh kawan-kawannya dalam acara Ospek di kampus STIKOM, Jl. Lodaya, Bandung. Tapi entah bagaimana ceritanya, tiba-tiba Agus berbelok untuk terjun dan menekuni sastra Sunda.

Kategori: Kemuning | Diterbitkan pada: 02-11-2007 | 1 Komentar »

 

Saya (x) ketika menjadi calo angkot jurusan Cicadas-Cibiru
Ketika menginjak kelas II SMA, ada jugarasa jenus menjadi penambang becak. Tapi… bekerja apa lagi yang bisa menghasilkan uang? Saat itu, angkutan kota jurusan Cicadas-Cibiru suka ngetem di depan Komplek Panyileukan. Diam-diam saya punya ide untuk menjadi calo angkot.
Tanpa banyak berpikir, saya pun langsung melakukannya. Jadilah saya […]

Pencarian


Kingkilaban

Katumbiri

Bedah & Niaga