Statistik

≈ Tulisan: 1600 tulisan
≈ Kategori: 44 kategori
≈ Komentar: 26199 komentar
≈ Hit: 908.408 kali
PulsaSuper.Com

Arsip: Artikel Indonesia

Kategori: Artikel Indonesia | Diterbitkan pada: 27-01-2010 | Tak ada komentar »

palagan-teaterOleh DHIPA GALUH PURBA

PIKIRAN RAKYAT , 24JANUARI 2010

Proses penggarapan drama Sunda bagi anak-anak sekolah merupakan salah satu aplikasi nyata dari pelajaran bahasa Sunda dan seni budaya. Sayang sekali, pelajaran bahasa Sunda di sekolahan hanya menjadi muatan lokal (mulok) yang nilainya tidak memengaruhi kelulusan. Padahal, amanat pemeliharaan seni budaya Sunda telah diperkuat oleh Perda Kebudayaan Jabar 2003. Selain itu, UUD 1945 Amandemen telah menegaskan, “Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional” (Pasal 32, ayat 2). Pemerintah pusat telah menyadari betapa pentingnya peran bahasa daerah untuk kemajuan bahasa nasional dan kebudayaan nasional. Bahkan di tingkat internasional, kelangsungan bahasa indung sangat dihargai. Pada 21 Februari 1999, UNESCO (United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization) telah mendeklarasikan Hari Bahasa Ibu Internasional (Mother Tongue). Sampai sekarang, Hari Bahasa Ibu Internasional diperingati setiap tanggal 21 Februari.

Kategori: Artikel Indonesia | Diterbitkan pada: 27-01-2010 | Tak ada komentar »

lorong_teaterOleh AHDA IMRAN

PIKIRAN RAKYAT , 24JANUARI 2010

Kenyataan semacam ini tak ayal membuat banyak orang tergoda untuk membandingkannya dengan sejumlah program yang mendapat dukungan penuh dari pemerintah. Termasuk apa yang sempat menjadi isu hangat ketika Pemprov Jabar sempat berencana membiayai pembuatan film “Perang Bubat” yang memakan dana Rp 6 miliar. Inilah yang membuat Dhipa Galuh Purba membandingkannya dengan anggaran penyelenggaraan FDBS, yang menurutnya bagai ”cicak dan dinosaurus”!

Kategori: Artikel Indonesia | Diterbitkan pada: 27-01-2010 | Tak ada komentar »

teater-pecutOleh GODI SUWARNA

PIKIRAN RAKYAT , 24JANUARI 2010

Ketika FDBS 2008 tengah berlangsung dengan serunya, seorang Kadisbudpar Jabar saat itu, bukannya memberi dorongan, beliau malah berkomentar sangat miring di sebuah harian; bahwa teater Sunda sudah ketinggalan zaman, baik mutu pementasannya maupun isi naskah-naskahnya. Padahal, beliau cuma nongol saat acara pembukaan FDBS, tidak pernah sekali pun melongok orang berlomba. Keruan saja, pernyataan gegabah seperti itu sungguh sangat menggemparkan. Peserta, panitia dan sejumlah seniman simpatisan lainnya murang-maring di Rumentang. Dadi P. Danusubrata yang bergodeg dan berkumis lebat serupa Jante Arkidam, sampai meneteskan air mata, lantas tersedu-sedu, mungkin saking geram campur sedih yang mendalam.

Kategori: Artikel Indonesia | Diterbitkan pada: 07-01-2010 | 2 Komentar »

KOMPAS JABAR, SELASA, 05 JANUARI 2010

Oleh Dhipa Galuh Purba

Kemalasan panitia pun dapat terlihat pula dalam profil Ibu Iyar Wiarsih, salah satu peraih Anugerah Budaya Kota Bandung 2009, dan satu-satunya profil yang tidak disertai foto. Ibu Iyar atau Mamah Iyar adalah tokoh legendaris yang foto-fotonya bisa diunduh di internet atau diambil di media massa cetak jika panitia keberatan menemui beliau di tempat tinggalnya untuk sekadar memotret. Kemalasan panitia juga tampak dari uraian profil Hendarso, yang jelas sekali mengambil tulisan dari http://manuskripkesunyian.wordpress.com tanpa mau menuliskan sumber tersebut.

Kategori: Artikel Indonesia | Diterbitkan pada: 25-09-2009 | 3 Komentar »

Oleh Dhipa Galuh Purba

Beruntung Bandung memiliki sastrawan dan pencipta lagu yang piawai meracik lirik dan memanggungkan senandung. Nama Bandung melambung melalui lantunan lagu, dari jenis kawih, tembang, katem, sampai bandungan. Berbagai tema diangkat dalam rumpaka (lirik/syair) yang berkenaan dengan Bandung.

Kategori: Artikel Indonesia | Diterbitkan pada: 03-09-2009 | 5 Komentar »

Oleh DHIPA GALUH PURBA

KOMPAS JABAR, 1 SEPTEMBER 2009

Orang saling memaafkan segala kesalahan dan saling mendoakan agar dapat menjalani ibadah puasa dengan lungsur-langsar. Pria-wanita, tua-muda mengantre untuk kuramas atau diangir (menyucikan diri/mandi besar). Gairah munggah tidak punah. Ngadulag tetap menjadi santapan telinga di bulan yang sarat makna.

Kategori: Artikel Indonesia | Diterbitkan pada: 07-08-2009 | Tak ada komentar »

Sikap heroik selalu diidentikan dengan memanggul senjata, bambu runcing, lalu menembus barikade musuh. Tak heran Bung Tomo ada tugunya, juga Moh Toha. Kalau kemudian ada persepsi bahwa sejarah memperjuangkan kemerdekaan di Indonesia lebih beraroma kekerasan, kita tak perlu heran, karena pelajaran sejarah di sekolah menggiring siswa ke alam heroik bernuansa kekerasan.

Kategori: Artikel Indonesia | Diterbitkan pada: 28-07-2009 | Tak ada komentar »

Oleh SUKRON ABDILAH

(Artikel ini dimuat Kompas Jawa Barat, Sabtu 13 Desember 2008)
Pelestarian budaya Sunda juga, tidak pantas kalau terjebak “romantisme” kejayaan masa lalu, tetapi harus melihat ke depan (futuris) untuk merumuskan Sunda masa depan yang tetap diakui dunia. Sebab, kendati hidup di zaman teknologis, misalnya, justru akan ada generasi baru yang menyadari bahwa ia tengah melupakan kebudayaannya. Alhasil, muncul gerak kesundaan dalam wajahnya yang baru. Seperti yang terjadi saat ini, ketika bahasa Sunda banyak ditinggalkan generasi muda, ada sekelompok nonoman Sunda yang masih peduli. Bahkan mereka melakukan upaya-upaya penangkalan atas ancaman kebudayaan global dengan memanfaatkan apa yang dibawa oleh globalisasi.

Misalnya, seorang Dhipa Galuh Purba, salah satu generasi muda Sunda, memposting artikel berbahasa Sunda di website-nya. Online Majalah Cupumanik (www.cupumanik.com) juga adalah tanda bahwa kita tidak usah takut atas kematian bahasa Sunda, yang kerap diangkat di setiap media massa. pokoknya, selama masih muncul entry berbahasa Sunda, tatkala mengetiknya di kolom search engine, selama itu pula bahasa Sunda tidak akan punah. Itulah semangat baru Sunda!

Kategori: Artikel Indonesia | Diterbitkan pada: 24-05-2009 | 1 Komentar »

Oleh AJIP ROSIDI

Sedangkan karya-karya yang digolongkan kepada ”zaman Islam”, agaknya adalah karya-karya yang secara jelas memperlihatkan pengaruh atau alam pemikiran Islami. Dalam garis besarnya karya-karya itu dapat dibagi menjadi dua golongan: yang pertama ialah karya-karya yang bersifat sufistik seperti karya-karya Hamzah Fanzuri dari Aceh dalam bahasa Melayu (abad ke-17), karya-karya La Ode Muhammad Idrus Qaimuddin dalam bahasa Walio di Sulawesi Selatan, karya-karya Haji Hasan Mustapa dalam bahasa Sunda di Tanah Sunda (pertukaran abad ke 19 ke abad ke 20), dan lain-lain. Karya-karya demikian umumnya ditulis oleh para ulama yang mendalam pengetahuannya tentang Islam dan mempunyai kecendrungan terhadap sufisme.

Kategori: Artikel Indonesia | Diterbitkan pada: 24-05-2009 | Tak ada komentar »

Oleh Hernowo

Pada awal Januari 2007, saya mencoba membuat sebuah buku dengan cara memanfaatkan isu yang sedang hangat yang dimunculkan oleh sebuah buku. Buku yang memunculkan isu dan membuat laris buku itu adalah novel karya Dan Brown, The Da Vinci Code. Majalah Gatra, ketika buku Dan Brown itu sedang laris-larisnya di Indonesia, menyebut buku Brown itu sebagai buku yang paling sensasional. Berpijak pada kehebohan buku tersebutlah saya—dengan nama pena, Khulqi Rashid—membuat buku dengan judul Al-Quran Bukan Da Vinci’s Code.

Pencarian


Kingkilaban

Katumbiri

Bedah & Niaga