Kategori: Sajak Indonesia | Diterbitkan pada: 03-10-2007 |

Oleh ILMI IHSANA

Bias indah sinar matamu

Untaian mutiara kasih abadi

Nafasmu bangkitkan aku

Dirimu hadir mengaliri

kalbu

Adalah yang lindungiku

dari terik mentari

jatrock, feb17th 2

Dimuat di Majalah Seni Budaya No. 139, Mei 2003

Kidung Surau Tua

Oleh ANIF ARIFANI

Dinda, aku dengar sendu rindumu

direntang jarak lara

di mana kau bergayut

seperto saat ini, gerimis

kadang menanti

Purnama tak sinarkan lagi keindahan

sinar mengeluh perpeluh kabut, manja

Dinda, senyumlah

walau dalam duka di antara nestapa

reguklah percik pilu hampa

seperti juga kau reguk empedu

hidup tak selamanya putih

ia butuh warna lain

terang, kelam, jingga, temaram

Dinda, bersimpuhlah di atas altar datar surau tua

tuang kabut sendu kisruhmu

dendangkan kidung iman dan rindu

dan bisikan hati berlabuh sejuk

untuk meniti esok, menjelang masa demi masa

Dinda, percayalah, kesabaran selalu tuk dikenang,

seperti surau tua dimakan

sang waktu

ANF.doc.pus.2003

Dimuat di Majalah Seni Budaya No. 139, Mei 2003