Kategori: VCD Pop Sunda | Diterbitkan pada: 06-08-2008 |
MASIH tentang pencarian orang tua, Wina melantunkan album “Budak Saha” setelah sukses menggebrak blantika musik pop Sunda dengan lagu “Indung” (ciptaan Uko Hendarto). Wina adalah penyanyi pon Sunda yang terbilang remaja dalam usia, tetapi sudah matang dalam membawakan lagu pop Sunda. Suaranya merdu dan sangat nyunda, ditunjang lagi dengan wajahnya yang rupawan. Tidak diragukan lagi jika Wina merupakan penyanyi remaja yang sukses dalam meyakinkan masyarakat pecinta lagu pop Sunda.
Nama lengkapnya Wina Juliana (l.
Penyanyi remaja yang mengidolakan Détty Kurnia ini pernah mengeluarkan album duet bersama ibunya, yang berjudul “Dimana Bapa“.
Saya pernah berjumpa dua kali dengan Wina. Pertama, ketika saya masih bertugas di Radio Antassalam FM
Kira-kira setahun kemudian, saya bertemu dengan Wina untuk kedua kalinya, tetapi saya benar-benar menyesalinya. Kenapa menyesal? Karena saat itu, saya baru bangun tidur, kesiangan, lalu berangkat ke kampus. Sebelumnya saya mengisi bahan bakar dulu di Pom Bensin. Ketika sedang mengisi bahan bakar, ada seorang gadis mungil menyapa saya. Ia pun sama sedang mengisi bahan bakal kendaraannya. Saya hanya tersenyum sambil mengangguk, dan segera meninggalkannya. Sepanjang jalan, sambil mengemudikan kendaraan, saya berpikir dengan keras, siapa gadis mungil itu? Saya benar-benar lupa. Bahkan setelah tiga hari, saya sudah bmelupakan gadis itu. Saya menganggap gadis itu kemungkinan salah melihat orang.
Selang seminggu, ketika saya sedang merapikan file poto di komputer, tiba-tiba mata saya tertuju pada poto seorang gadis mungil, yang berjumpa di Pom bensin Bumi Panyileukan, Jl. Soekarno-Hatta,
**
LAGU Wina berjudul “Budak Saha” (ciptaan: Deddy Krisna) memang merupakan lagu yang paling menonjol dalam album Budak Saha, dibandingkan dengan sembilan lagu lainnya. Saya tidak akan membahas wilayah musiknya, karena saya tidak kompeten dalam bidang itu. Saya hanya akan sedikit mengomentari rumpaka-nya (syair). Mari kita simak rumpaka lagu berjudul “Budak Saha” di bawah ini (berdasarkan teks dalam video klipnya):
Dipikir siang jeung weungi
Hirup teh
Dirasa-rasa da puguh aya nu boga
Ema bapa anjeun dimana
Teu sangka kunasib diri
Hirup teh pahat tulalis
Lami gede cicing diyayasan
Ema bapa anjeun dimana
Duh gusti…
Ari abdi budak saha
Teu puguh laratannana
Batin cerik balilihan
Ari abdi budak saha
Ieu hate terus tumanya
Na dimana anu ngandung
Na dimana nu ngayuga
Ari abdi budak saha
Ieu hate terus tumanya
Na dimana ari indung
Na dimana ari bapa
Perhatikan teks rumpaka yang dicetak tebal. Itu merupakan kekeliruan dalam penulisan. weungi seharusnya: wengi; pahat tulalis seharusnya pahatulalis; laratannana seharusnya laratanana; dan cerik seharusnya ceurik. Ini merupakan gejala yang sulit diluruskan dalam teks-teks video klip lagu pop Sunda. Mestinya tim produksi jangan hanya memikirkan “diambil mudah dan cepatnya saja”, tetapi sangat penting memikirkan sisi pendidikan bahasa Sunda. Teks dalam video klip itu dibaca oleh banyak masyarakat, dan jika salah tentu saja akan menyesatkan pemahaman terhadap bahasa Sunda. Apalagi kalau mencoba menggunakan (é) taléng untuk kata yang memerlukannya, seperti kata: “haté”, “gedé”, “téh”, dsb.
Ketika saya sedang siaran, pernah ada seorang pendengar bertanya melalui telepon: “Kang Dhipa, naon hartosna: mudunkeun leunyay?” Tentu saya mengerutkan kening, karena baru kali itu mendengar kalimat “mudunkeun leunyay”. Kemudian, saya balik bertanya, di buku apa kalimat tersebut dan bagaimana kalimat lengkapnya? Ia menjelaskan bahwa kalimat tersebut ia baca dari teks video klip lagu “Teuteup jeung Imut” (cipt: Nano. S).
Saya tidak bisa menahan tawa. Bukan Kang Nano. S yang keliru membuat rumpaka lagu, tetapi kemungkinan tim produksinya yang sadéngé-déngéna tanpa berusaha bertanya lebih jelas. Saya tahu, Kang Nano. S, selain pencipta lagu adalah seorang seorang sastrawan Sunda yang tidak mungkin membuat kalimat mudunkeun leunyay. Kalimat yang benar adalah “mudunkeun lenyap”. Merupakan sebuah kalimat yang sungguh hasil dari berpikir kreatif, mengandung
Sedangkan kesalahan fatal dalam penulisan teks video klip “Budak Saha” adalah kata “gusti”. Saya memahami konteks kalimatnya, bahwa kata “gusti” yang dimaksud dalam lagu tersebut adalah “Tuhan”. Oleh karena itu, tentu saja huruf awalnya harus menggunakan huruf besar, Gusti.

Salahsatu adegan dalam video klip “Budak Saha” (Refro Valentino Jaya Abadi)
Tema lagu “Budak Saha” sudah cukup bagus, mengandung pesan moral yang tersembunyi dengan cukup rikip. Jeritan seorang anak yang dibesarkan di “yayasan”, dan merindukan kasih sayang orang tua kandungnya yang entah dimana. Hanya saja, kata “yayasan” terasa cukup mengganggu. Kenapa tidak memilih kata lain, seperti “Panti Asuhan” atau “Panti Sosial”.
Jika diterjemahkan ke dalam bahasa
Siang dan malam berpikir
Kenapa hidup sebatangkara
Sebab tentu ada yang melahirkan
Ibu bapak kalian dimana
Tak sangka oleh nasibku
Hudupku sebatang kara
Dibesarkan di yayasan
Ibu bapa kalian dimana
Oh Tuhan…
Kalau aku anak siapa
Tak jelas asal-usulnya
Hati terasa pedih
Kalau aku anak siapa
Hati ini terus bertanya
Dimanakah yang mengandung
Dimanakah bapakku
Kalau aku anak siapa
Hati ini terus bertanya
Dimanakah ibu
Dimanakah bapak
Tentu saja sebuah lagu tidak pernah lepas dari kelebihan dan kekurangannya, karena tidak akan ada karya yang benar-benar sempurna. Oleh karena itu album Budak Saha sangat penting dimiliki oleh masyarakat pecinta lagu-lagu pop Sunda. Bila membeli VCD album Budak Saha ini, dijamin tidak akan mengecewakan.***
DHIPA GALUH PURBA
Judul Album : Budak Saha
Penyanyi : Wina
Arr Musik : Agus Litle & Edi Lamos
Kendang & Suling : Deden
Gitar : Agus Litle
Studio : LDR Digital Recording
Operator/ Mixing : Mans Loyor
Produksi : PT. Valentino Jaya Abadi
Lagu:
- Budak Saha (Ciptaan: Deddy Krisna)
- Inget ka Lembur (Ciptaan: Oon Bawami)
- rame-rame (Ciptaan: Wan Thea)
- Nu Dilamun (Ciptaan: Uko Hendarto)
- Cinta Nu Nganteng (Ciptaan: Oon Bawami)
- kapinis (Ciptaan: Uko hendarto)
- kahayang (Ciptaan: Endang Oghut)
- Asa Ngambang (Ciptaan: Uko Hendarto)
- Cisoca Paneda (Ciptaan: Yaya suhaya)
- Kumis (Ciptaan: Uko Hendarto)
Kepada para pecinta lagu Pop Sunda yang berminat untuk membeli VCD “Cimata Kembang”, silahkan membeli di toko-toko VCD kesayangan. Jika ingin lebih mudah, bisa pesan di situs ini. Silahkan transper Rp 20.000,- (untuk satu keping VCD) ditambah ongkos kirim Rp 10.000,-, ke:
Rekening BCA. No: 2830376812
Atas nama: M. Sudama Dipawikarta
Setelah mentransper, segera informasikan melalui telepon/SMS ke: 081809992699 atau via e-mail: senisunda@yahoo.com. Jangan lupa menyertakan alamat yang selengkap-lengkapnya. Pesanan akan dikirim secepatnya melalui TIKI.
Keuntungan dari penjualan VCD melalui web ini, akan digunakeun untuk membiayai keberlangsungan www.galuh-purba.com, guna menuju website terlengkap mengenai seni- budaya Sunda khususnya, dan seni budaya bangsa umumnya.
MARI KITA HARGAI HASIL KARYA













saya salut banget sama wina, soalnya sangat menyenangi lagu sunda.pokoknya dia pinter,cantik,trus gue ngfans berat ma dia!win minta alamat emailnya dong!
saya sangat salut ma wina br saja meneluarkan album tetapi sudah tenar dengan cepat saya minta alamat email dan no tlp wina
saya sangat menyukai lagu-lagu wina dan sareng wina na nyuhukeun alamat email nya sukses terus kango wina juliana
minta alamat email sama no hpnya Wina yang cantik dong!!!!
sukses terus buat Wina Juliana, Wina cantik abee..zzzzz……..!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
Hidup Winaaa!!! Tapi saya sih lebih suka lagu-lagunya Lilih, ibunya Wina…
DHIPA GALUH PURBA
gua sangat menyukai pop sunda kalou yang nyanyinya Wina, indung gua ngfans bangat ama Wina, kumaha Winana damang? mudah2 damang amin
Amiiin… mudah2an Wina sehat walapiat…
DHIPA GALUH PURBA
abdi bogoh ka wina
abdi meni resep kana lagu-laguna enakeun pisan
duh lamun cek abi mah wina teh pujaan jajaka bandung ny sepertos abi nu kagum pisan ka wina …. wina ayi cm bs blng semoga sukses lmn tos sukses tong hilap kanu di handap wina iraha manggng dei ka ci calung mmun tisa mah wina bikim konser di daerah lembang da orang lembang mah ka ragum k wina teh mlhn ke mun abi nikah hoyong pisan nabeh wina teh tp tong mhl teing ya bajet na he2 wina nyun ken no hp na atuh atanapi no hp abi hl ny ye no na085780680156 sev ny da wina mh bager wslm ayi ti lembana manoko ci saroni
Di album pertama wina sdh bs membuktikan ke penggemar pop sunda, suara yang nyunda banget n cadelnya itu loh ngegemesin. Di album budak saha wina sudah lebih matang dlm membawakan lagu dan berani dgn nada2 tinggi. Sy mau wina nyanyi di hajatan sy, tp gmn crny n brp hrgny?
Yg tahu gmn caranya bwt menghubungi wina buat nyanyi di hajatan sy tolon
Di album ‘indung’, wina sudah bisa membuktikan dirinya sbg penyanyi sunda dgn suara yg indah dan cadelnya itu loh ngegemesin. Di album ‘budak saha’, wina lebih matang dlm bernyanyi dan sudah berani dg nada-nada tinggi. Di album religi ‘di surga’, penghayatan wina keren bgt.
aduh geuning., meuni kagum abi mah da ka neng wina teh, tos gulis teh, tiasa nyanyi,
sok lah neng wina didukung ku aa mah, sing sukses pisan neng wina teh dina widang tari suantena,
Ass….. neng Wina, kumaha damang? abdi sakulawarga resep pisan kan lagu2 neng Wina. Teh Wina abdi kmari hanjakal pisan teu patepang sareng neng Wina di BTM basa acara Jabara Alus 2008, kalereresan pun adi ngiringan audisina. abdi hoyong pisan tiasa di foto bareng neng Wina…. punten pisan hoyong terang e-mail atanapi alamatna+no tlp neng Wina…. neng wina iraha bade konser di cianjur, diantos ku abdi di laut kidul….hatur nuhun sateuacana. di duakeun sing sukses. amin. Wass…..
abdi ngefans ka wina…abdi koleksi kaset sareng albumna. hyng alamat friendsterna atuh….
Saya baru tahu dan tercengang setelah membuka website galuh-purba.com, masih ada segelintir anak muda yg masih cinta akan budaya leluhurnya dan tetap melestarikannya lewat tembang lagu sunda tanpa dipengaruhi oleh budaya lagu2 modern (Pop Indonesia dan barat) yg sedang diminati kalangan anak muda zaman sekarang. Saya berdomisili di luar pulau jawa (Sumatera Barat) kadang2 rindu dan kangen dengan lagu sunda, seperti yg biasa kita dengar penyanyi Pop Sunda zaman dulu yg masih eksis sampai sekarang dengan tembangnya dari Nining Maida (Anjeun, Kalangkang, Ombak Pakidulan, Potret Manehna, Tibelat, Bubuy Bulan dll) Saya ingin tanya :
1. Dimana saya mendapatkan VCD/Karaoke “Budak Saha” penyanyi Wina di Padang.
2. Saya ingin mengoleksi lagu2 wina, katanya bagus.
3. Kalau download lagu wina MP3 dimana ya?
4. galuh-purba.com terus berikan informasi terbaru dan lestarikan seni sunda.
5. minta email wina
Ahirnya datang juga! Wina udah ngeluarin album baru euy! Keren2 lagunya. Di album br ini aq sk bgt ma lg lalakon cinta dan Nu Maha Agung, peng
SEKALI WINA TETEP WINA……HIDUP…..PERSIB HEHEHEHE
upami sadayana hoyong gabung ka fs na wina tiasa di emial na di budax_saha@yahoo.co.id abdi selaku babaturan ti keur alit huente nyangka wina teh seer penggemar na seer ngfans nya… nuhun pisan sayana punten ah ngirngan gabung…..
Di album baru ini aku suka banget sama penghayatan Wina, kalo lagunya sedih, aku yg dengerin jadi ikut sedih, misalnya lagu Nu Maha Agung, aku yg dengerinnya jadi ikut sedih. Tapi berikutnya pas ganti lagu yg ceria, misalnya lagu Kabandang Cinta, suasanapun berubah seketika jadi ceria. Pokonya Neng Wina keren pisan lah!!! salam wae kanggo Neng Wina ti Ady, Mahasiswa UPI BDG. ady_g3rlonk@yahoo.co.id
wina abdi ngafans pisan ka wina luve u wina