Kategori: Suatu Hari | Diterbitkan pada: 26-02-2009 |
—Untuk seseorang di Pulo Gebang
Aku ragu mengatakannya
sebab tak kuasa terpisah darimu
Aku ragu mengungkapkannya
karena namamu bergemuruh di relung kalbu
Bersamamu ku selalu rindu
Bersamamu ku selalu bisu
Bersama kita rajut cinta
dari kokok ayam jantan hingga rembulan
dari dusun hingga metropolitan
Tolehlah air yang mengalir di suatu sungai
tanah dan air berpagut nan mesra
tapi… tidak saling memiliki
Tengadahlah pada bulan di dusun embun
langit dan bulan bercinta
tapi… tidak pula saling memiliki
Dan bentangkan tatapan ke sepuluh atau duapuluh tahun
mungkin… saat itulah saling memiliki
Di Pulo Gebang kusayang
Disana: gerbang awal dari sebuah kisah
Kita akan melangkah ke halaman
pintu rumah
dan
sampailah pada mahligai yang kita
idamkan untuk digapai…
Biarlah aku bisu
tapi rindu di kalbu kian mengamuk…








Aslm…
Untuk Baris Ke-5 sepertinya lebih baik
“Tak bersamamu ku selalu rindu”
Good work on your blog, I love to see the effort and I am just saying keep up the good work.