Kategori: VCD Pop Sunda | Diterbitkan pada: 16-12-2007 |

saukur-cimata

Lia Revany, demikian ditulis di cover kaset dan VCD ”Saukur Cimata”, sebagai pelantun lagu tersebut. Tapi saya sarankan, jika nanti rekaman album selanjutnya, alangkah lebih baiknya jika ditulis Lia Refani. Nampaknya lebih nyunda, tidak kebarat-baratan. Disamping itu, wartawan beberapa media massa terbiasa menulisnya Lia Refani. Coba saja cari nama “Lia Revany” di situs google.co.id. Mungkin akan nyambung ke Lia Revany, tetapi bukan Lia Revany penyanyi “Saukur Cimata”. Berbeda dengan mengetik nama Lia Refani di situs google.co.id, pasti akan tersambung ke situs koran terbesar Jawa Barat Pikiran Rakyat, Galamedia, dsb. Dan dapat dipastikan Lia Refani yang dimaksud adalah pelantun lagu “Saukur Cimata”, guru SMA BPI 3 Bandung, dan Penyiar Radio Antassalam FM Bandung. Yaaa… ini hanya masukan kecil untuk Lia Refani, karena saya menyukai beberapa judul lagunya.

Jika saya menulis Lia Refani, saya akui tentunya akan sangat subyektif. Sebab, secara emosional hubungan saya dengan Lia cukup dekat. Ia sudah dianggap kakak saya, dan sebaliknya Lia telah menganggap saya sebagai adiknya. Saya dan Lia sering manggung bareng, baik di panggung hajatan atau gedung kesenian. Terakhir Lia tampil di Gedung Kesenian Rumentangsiang, Jl. Baranangsiang No. 1, Bandung, dalam acara “Lawung Panyajak Sunda” yang digelar oleh Paguyuban Panglawungan Sastra Sunda. Pada acara tersebut, Lia melantunkan musikalisasi sajak karya saya, berjudul “Nu Ngembangkadu di Situ Panjalu”. Tapi… saya akan berusaha menulis secara obyektif, meski bayang-bayang subyektif sudah menghantui sejak sebelum saya memulai menulis.

Ada sepuluh lagu karya Mied Lebe yang dilantunkan Lia dalam album “Saukur Cimata”, produksi PT. Valentino Jaya Abadi. Selain “Saukur Cimata”, sembilan lagu lainnya adalah “Sono”, “Carita Kamari”, “Kasiksa”, “Sesa Cinta”, “Kabungbulengan”, “Boga Deui”, “Kirang Naon”, “Sarebu Bentang”, dan “Kapentang Cinta”. Garapan musiknya diracik oleh Edi Lammos (di VCD “Cimata Kembang” ditulisnya Edy Lamos), dibantu oleh Ato dan Entis sebagai penabuh gendang, Asep Ocan peniup seruling, Purit pemetik gitar, dan operator studio Man’s Loyor dan LDR Loyor. VCD “Saukur Cimata” telah dinyatakan lulus sensor, dengan nomor: 523/VCD/R/05.2011/2006.

Menurut pengamatan subyektif saya, semua lagunya enak untuk didengar dalam setiap saat, dari pagi, siang, sore, malam, atau wanci janari. Tapi kalau saya disuruh memilih lagu yang paling bagus di antara 10, saya akan memilih lagu “Kasiksa” dan “Sarebu Bentang”. Lagu “Kasiksa” sangat saya sukai. Ketika saya masih siaran di Radio Antassalam FM Bandung, minus one lagu “Kasiksa” dijadikan backsound acara “Sajak dan Lagu Sunda”. Namun jika membahas masalah sya’r atau rumpaka, jelas lagu “Sarebu Bentang” lebih berkualitas. Penciptanya tentu agak kelelahan membuat lagu ini, karena harus menghitung dulu bintang. Tapi kemungkinan besar tidak dihitung dulu.

Rumpaka “Sarebu Bentang” memiliki rasa bahasa yang lebih indah dan bersahaja untuk disimak. Bahasa yang dipergunakannya pun cukup puitis. Dan satu catatan yang tidak kalah pentingnya, teks dalam video klip “Sarebu Bentang” tidak terdapat kesalahan ketik. Mari kita simak bersama-sama:

Sarebu bentang narembongan

Waktu jangji pasini urang duaan

Bungah tur pinuh kabagjaan

Silih asuh-silih asih ku kaheman

Panto hate nu kungsi ngonci

Muka deui tisaprak peuting kamari

Moal rek mindah-mindah rasa

Silih beungkeut kaasih nepi ka jaga

Bray… caraang tetempoan

Bray… garenah pipikiran

Bray… kabayang pangimpian

Bray… lamun urang kasorang

Sarebu bentang narembongan

Jangji urang asih urang nu munggaran

Sarebu bentang narembongan

Deudeuh urang moal arek pipisahan

Moal gedag kaanginan

Moal luntur kahujanan

Asih urang deudeuh urang salilana

Bintang bertaburan di langit, ketika terikat janji untuk menjalin cinta kasih. Bintang menjadi saksi, sekaligus gemerlapnya bintang seperti yang turut bahagia. Begitulah kira-kira yang bisa saya baca dalam rumpaka tersebut. Suara hati mengumandangkan kebahagiaan, yang baru saja dijalani selama dua malam. Sebelumnya pintu hati terkunci, dan baru terbuka malam sebelumnya. Jadi, kebahagiaan yang baru dirasakan selama dua malam. Kalau begitu, perjalanan kisah cinta baru akan dimulai. Namun sudah ada itikad baik, untuk membina hubungan yang kokoh “moal gedag kaanginan, moal luntur kahujanan”

Lagu “Sarebu Bentang” memiliki daya tarik tersendiri dan penting untuk didengarkan oleh masyarakat para pecinta lagu pop Sunda. Jadi, yang lebih tepat adalah: MARI KITA BELI VCD-NYA dan kita simak bersama-sama, selanjutnya dipersilahkan untuk berdiskusi di sini.***

DHIPA GALUH PURBA

**

Kepada para pecinta lagu Pop Sunda yang berminat untuk membeli VCD “Cimata Kembang”, silahkan membeli di toko-toko VCD kesayangan. Jika ingin lebih mudah, bisa pesan di situs ini. Silahkan transper Rp 20.000,- (untuk satu keping VCD) ditambah ongkos kirim Rp 10.000,-, ke:

Rekening BCA. No: 2830376812

Atas nama: M. Sudama Dipawikarta

Setelah mentransper, segera informasikan melalui telepon/SMS ke: 081809992699 atau via e-mail: senisunda@yahoo.com. Jangan lupa menyertakan alamat yang selengkap-lengkapnya. Pesanan akan dikirim secepatnya melalui TIKI.

Keuntungan dari penjualan VCD melalui web ini, akan digunakeun untuk membiayai keberlangsungan www.galuh-purba.com, guna menuju website terlengkap mengenai seni- budaya Sunda khususnya, dan seni budaya bangsa umumnya.

MARI KITA HARGAI HASIL KARYA PARA SENIMAN POP SUNDA DENGAN CARA: TIDAK MEMBELI VCD BAJAKAN