Kategori: VCD Pop Sunda | Diterbitkan pada: 24-12-2007 |

aci-jesica-album

DENGAN latar keindahan pantai dan pedesaan yang alami, Aci Jessica melantunkan lagu pop Sunda “Keun Bae” (Biarkan Saja). Sepintas, tampaknya Aci merupakan seorang biduan remaja yang sangat berbakat. Suaranya lembut, merdu, dan cukup nyunda. Para pecinta album pop Sunda, penting untuk memiliki VCD album “Keun Bae” ini. Hasil karya para seniman musik putra daerah, yang diproduksi oleh perusahaan rekaman Ciamis. Keun bae meski dibilang produksi kabupaten, karena yang terpenting hasilnya tidak kalah dengan produksi Bandung atau Jakarta.

Dari tujuh lagu yang dihidangkan dalam VCD “Keun Bae” ini, semuanya enak untuk dinikmati oleh mata dan telinga. Selain mendengarkan suara Aci yang merdu, kita pun akan diajak menikmati suasana keindahan pedasaan dan daerah pesisir pantai yang alami. Nampaknya lokasi shooting dalam video klip Aci Jessica ini, setting lokasinya bukan di studio alam yang dirancang khusus untuk kepentingan gambar, melainkan alam pedesaan nan asri dan asli.

Menurut pandangan subyektif saya, lagu “Keun Bae” memang merupakan lagu yang paling menonjol. Lagu ciptaan Indra Budiman tersebut sangat pantas dijadikan judul album. Mari kita simak rumpaka (sya’ir) lagu “Keun Bae”:

Baheula urang duaan

Ngarenda asih nu geugeut

Sanajan dunya urang nu beda

Beda kaayaan

Kuring kudu pasrah

Na diri loba kakurang

Sanajan anjeun hayang kapimilik

Mustahil ngahiji

Anjeun senang, kuring prihatin

Moal mungkin bisa ngahiji

Keun bae cinta lain keur kuring

Keun bae bisi anjeun keur nu lian

Keun bae rek dicoba mopohokeun

Keun bae rek ingkah sing jauh pisan

Keun bae kapaksa paturay lahir

Keun bae da asih mah tetep geugeut

Keun bae rek dicoba mopohokeun

Keun bae rek ingkah sing jauh pisan

Saatna anjeun jembar ngama’lum

Yen anjeun lain keur kuring

Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, artinya kurang lebih:

Dulu kita berdua

Merenda kasih yang mesra

Meski dunia kita berbeda

Beda keadaan

Aku harus pasrah

Dalam diri banyak kekurangan

Meski kau ingin kumiliki

Mustahil menyatu

Kau kaya, Aku miskin

Tidak mungkin bisa menyatu

Biarkan saja cinta bukan untukku

Biarkan saja kalau kau untuk yang lain

Biarkan saja mau dicoba melupakan

Biarkan saja mau pergi sangat jauh

Biarkan saja terpaksa berpisah lahir

Biarkan saja karena kasih tetap mesra

Biarkan saja mau dicoba melupakan

Biarkan saja mau pergi sangat jauh

Saatnya kau memaklumi

Bahwa kau bukan untukku

Lagu “Keun Bae” menceritakan kisah cinta dua insan yang “berbeda dunia”. Tentu bukan antara dunia nyata dan alam gaib. Meski tidak tersurat dalam sya’irnya, kita pasti paham bahwa perbedaan yang dimaksudkan pasti berkenaan dengan kelas sosial. Sudah dapat ditebak, bahwa tokoh “Aku” merupakan wanita miskin, dan tokoh “Kau” adalah lelaki kaya-raya.

Sebelumnya saya pun pernah mencoba mengartikan “berbeda dunia” yang dimaksud adalah perbedaan status—menikah dan belum menikah. Tapi… rasa-rasanya bukan status itu yang dimaksudkan dalam sya’ir “Keun Bae”. Sebab, ada ungkapan “Anjeun senang, kuring prihatin…”  Mungkin kata “senang” di sini maksudnya menunjukan gaya kehidupan orang kaya, dan kata “prihatin” mewakili miskin harta. Bisa jadi, awalnya pencipta lagu bermaksud menulis kata “beunghar” (kaya), tetapi kurang enak didengarnya. Oleh karena itu, maka kata “senang” yang kemudian dipilih. Dalam bahasa Sunda, kata “senang” artinya bukan sekedar “riang gembira”, melainkan gambaran hidup yang lebih dari cukup. Makanya saya menerjemahkan “senang” menjadi “kaya”. Silahkan simak contoh kalimat ini: “Manéhna mah geus hirup senang di kota téh, imah geus boga, kandaraan nyampak, pacabakanana matuh tur gajihna gedé….”

Sekali lagi, lagu “Keun Bae” enak untuk disimak. Hanya ada dua kata yang mengganggu saya, yaitu “moal mungkin” dan “saatna“. Ini sangat kamalayon. Padahal seandainya “moal mungkin” diganti oleh “pamohalan” rasa-rasanya akan lebih mantap, sama empat engang dan rasa musiknya justru akan lebih kuat. Kata “saatna” jelas menerjemahkan “saatnya“, sangat kamalayon. Mungkin akan lebih pas jika diganti dengan “mangsana” yang jelas lebih nyunda.  Meski begitu, secara umum sya’rnya sudah bagus. Masalah kekurangan, dalam lagu apapun selalu ada, sekecil apapun. Namun yang lebih baik, mari kita beli VCD-nya. Lalu kita diskusikan di sini.

Judul Album : Keun Bae

Penyanyi : Aci Jessica

Penata Musik : Kikiludi & Januari

Penata Vocal : Sudiaman & Kikiludi

Mixing & Mastering : Ludi A. Kameswara

Produksi : CV KAMESWARA Ciamis

Produser : H.R. Ludi A. Kameswara

Lagu:

  1. Keun Bae (Ciptaan: Indra Budiman)
  2. Galindeng Salira (Ciptaan: Aceng Yudha)
  3. Jalan Cagak (Ciptaan: Yana Kermit)
  4. Laut Kidul (Ciptaan: Aceng Yudha)
  5. Panutan (Ciptaan: Aceng Yudha)
  6. Kapeurih (Ciptaan: Muslih & Kikiludi)
  7. Reup Deung Deung (Ciptaan: Ismet Noor)***

DHIPA GALUH PURBA

Kepada para pecinta lagu Pop Sunda yang berminat untuk membeli VCD “Cimata Kembang”, silahkan membeli di toko-toko VCD kesayangan. Jika ingin lebih mudah, bisa pesan di situs ini. Silahkan transper Rp 20.000,- (untuk satu keping VCD) ditambah ongkos kirim Rp 10.000,-, ke:

Rekening BCA. No: 2830376812

Atas nama: M. Sudama Dipawikarta

Setelah mentransper, segera informasikan melalui telepon/SMS ke: 081809992699 atau via e-mail: senisunda@yahoo.com. Jangan lupa menyertakan alamat yang selengkap-lengkapnya. Pesanan akan dikirim secepatnya melalui TIKI.

Keuntungan dari penjualan VCD melalui web ini, akan digunakeun untuk membiayai keberlangsungan www.galuh-purba.com, guna menuju website terlengkap mengenai seni- budaya Sunda khususnya, dan seni budaya bangsa umumnya.

MARI KITA HARGAI HASIL KARYA PARA SENIMAN POP SUNDA DENGAN CARA: TIDAK MEMBELI VCD BAJAKAN

aci-jessica