Statistik

≈ Tulisan: 1881 tulisan
≈ Kategori: 43 kategori
≈ Komentar: 36523 komentar
≈ Hit: 4.193.261 kali

Kingkilaban

Katumbiri

Taman Sekar

Catatan Kecil Sebelum Lomba di ”Pesta Sastra 2014” Balai Bahasa Jabar

Kategori: Ruang Publik | Diterbitkan pada: 21-08-2014 | Tidak ada komentar »

Catatan Kecil DHIPA GALUH PURBA
 
Hari ini, Kamis, 21 Agustus 2014, jam 08.00 WIB akan digelar ”Festival Sastra” yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Jawa Barat, di Hotel Ibis, Jl. Braga No. 8, Bandung. Ada Lomba Musikalisasi Puisi, Lomba Bercerita, dan Lomba Membaca Cerpen.
Saya mendapat amanah dari Balai Bahasa Jabar untuk menjadi salahsatu juri Lomba Membaca […]

Share on Facebook
Lebih Selektif Menuangkan Ide Kreatif

Kategori: Produksi Film, Artikel Indonesia | Diterbitkan pada: 01-08-2014 | Tidak ada komentar »

Lebih Selektif Menuangkan Ide KreatifMaka, pada tahun 2014 ini, jika masih ada intstruktur penulisan kreatif yang mengajarkan bagaimana caranya memulai menulis, sepertinya kurang tepat. Apalagi jika diembel-embeli dengan pesan: tulislah dan ungkapkan segala apa yang ada dalam pikiranmu! Suatu ajaran yang keliru di zaman sekarang. Sebab, anak SD pun sudah terbiasa mengungkapkan apa yang dipikirkannya. Saat merasakan lapar, dia menulis status: ”kepingin baso”. Saat dimarahi ibunya, dia menulis status: ”Ibu jahaat…” dan lain-lain.

Share on Facebook
Gejala Positif Film Anak Negeri

Kategori: Produksi Film, Artikel Indonesia | Diterbitkan pada: 28-07-2014 | 1 Komentar »

Tenggelamnya Kapal Van Der WijckBelakangan ini ada kecenderungan positif berkenaan dengan perkembangan film nasional. Ada banyak film yang diangkat dari sebuah novel terpilih, yang kemudian disambut antusias oleh masyarakat penonton. Misalnya di tahun 2013 telah beredar di berbagai bioskop, film Refrain (diangkat dari novel karya Wina Efendi), Moga Bunda Disayang Allah (diangkat dari novel karya Tere Liye), Manusia Setengah Salmon (diangkat dari novel karya Raditia Dika), La Tahzan, dan lain sebagainya. Patut dinantikan juga, sebuah film yang diangkat dari novel mega best seller karya Dr. Buya HAMKA (Haji Abdul Malik Karim Amrullah), yang berjudul Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Sebuah novel roman yang terbit pertama kali pada tahun 1939, dan selalu diperkenalkan kepada para siswa sejak duduk di bangku SMP. Maka dari itu, film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, mestinya menjadi tontonan wajib pula bagi para siswa khususnya.

Share on Facebook
Film Bandung Kudu Manggung

Kategori: Produksi Film, Artikel Sunda | Diterbitkan pada: 27-07-2014 | 2 Komentar »

Diskusi FFBNILIK kana gebyarna acara Féstival Film Bandung 2012, tangtu baé ninggalkeun hiji pananya: mana ari film produksi urang Bandung? Padahal, dina sajarah perfilman Indonésia, sidik pisan anu ngamimitian nyieun film téh datangna ti Bandung. Sanajan anu boga vokalna urang Walanda, tapi film anu dijieunna Bandung pisan, malah Sunda pisan, nyatana film “Loetoeng Kasaroeng”, anu dina taun 1926 diproduksi ku NV Java Film Company, kalayan sutradarana G. Kruger jeung L. Heuveldorp. Kilang kitu, para pamaénna mah diwengku ku aktor-aktris pribumi. Ieu film munggaran di Indonésia téh mimiti diputer di kota Bandung, ti tanggal 31 Desember 1926 nepi ka 6 Januari 1927 di dua bioskop kakoncara, Bioskop Metropole jeung Bioskop Majestic.

Share on Facebook
Perjuangan Nonton Film: dari Norobos ke THR hingga Tiket Gratis

Kategori: Kemuning | Diterbitkan pada: 26-07-2014 | Tidak ada komentar »

Perjuangan Nonton FilmTantangan yang lebih berat sangat terasa ketika film yang diputar berlabel 17+. Masalahnya, setelah berhasil ”norobos” ke dalam THR, tak jarang saya dikelarkan lagi oleh hansip. Sebab, anak-anak dilarang menonton film 17+. Kalau sudah begitu, jalan terakhir adalah naik pohon di belakang THR. Menonton film dari atas pohon. Gambarnya tidak begitu jelas, apalagi audionya. Tapi yang membikin jengkel ketika hansip tiba-tiba sudah berdiri dekat pohon dan menyuruh saya turun.

Share on Facebook
Menjadi Peramal, Untuk Sekedar Makan; Suatu Hari di Tahun 2004

Kategori: Kemuning | Diterbitkan pada: 26-07-2014 | 7 Komentar »

ibu-aniHari itu, saya bingung, bagaimana caranya mendapatkan uang untuk makan si Abu. Saya sendiri cukup dengan segelas air kopi. Tapi… kalau rokok saya sudah habis, akan timbul persoalan baru. Saya tidak bisa mikir kalau tidak merokok. Mau ngutang ke warung si ibu pemilik kontrakan? Ah… saya sudah malu, karena kebanyakan ngutang. Bagaimanapun caranya, saya harus dapat uang di hari itu.

Memang di saku celana, masih ada sekitar Rp 6.000,-. Tapi… uang itu tidak berani dibelikan apa-apa, karena motor saya sudah haus pingin minum bensin. Akhirnya, saya berangkat menuju Jakarta. Uang yang Rp 6.000,- digunakan untuk membeli bensin sebanyak Rp 5.000, dan menyisakan Rp 1.000,-. Jadi… jika saya tidak mendapat uang, maka saya tidak akan bisa pulang ke Bekasi.

Share on Facebook
Menyatukan Tekad dan Semangat Dalam SundaNews.Com

Kategori: Kemuning | Diterbitkan pada: 25-07-2014 | Tidak ada komentar »

Sudah sejak tahun 2000, saya dan sahabat Dadan Sutisna berencana untuk membuat sebuah portal berita berbahasa Sunda yang serius dengan melibatkan sebuah tim. Konsep dan pemikiran selalu mewarnai dalam beberapa perbincangan ringan. Dan tentu saja bukan pemikiran baru, karena sudah ada kawan-kawan yang lebih senior telah memulai lebih awal. Namun, rata-rata tidak berlangsung lama, atau […]

Share on Facebook

Pencarian


InstaForex