Statistik

≈ Tulisan: 1884 tulisan
≈ Kategori: 43 kategori
≈ Komentar: 39643 komentar
≈ Hit: 4.462.380 kali

Kingkilaban

Katumbiri

Taman Sekar

But Muhtar, Penggagas Jurusan Seni Patung

Kategori: Sosok | Diterbitkan pada: 09-12-2014 | Tidak ada komentar »

But MuhtarSetelah dia kembali ke Bandung, Bagian Seni Rupa ITB diperluas dengan Jurusan Seni Patung. Dan But Muhtar diangkat se­bagai Ketua Jurusan Seni Patung yang pertama (1964–1966). Ketika Dirjen Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menyetujui penyatuan Sekolah Tinggi Seni Rupa Indonesia (STSRI), Akademi Seni Tari Indonesia (ASTI) dan Akademi Seni Musik Indonesia (ASMI) di Yogyakarta dijadikan satu wadah menjadi Institut Seni Indonesia (ISI) yang persiapannya sudah dirintis oleh Édi Kartasubarna, lalu But Muhtar ditunjuk menjadi Rektornya yang pertama yang dijalaninya selama dua masajabatan (1984–1992).

Share on Facebook
Lomba Film Pendek Bandung 2015

Kategori: Info | Diterbitkan pada: 05-12-2014 | Tidak ada komentar »

Lomba Film Pendek Bandung 2015Panitia “Pesta Buku Bandung 2015” bekerjasama dengan “Forum Film Bandung”, “Paguyuban Panglawungan Sastra Sunda (PPSS)”, dan “Bandung TV”, untuk kedua kalinya menggelar “Lomba Film Pendek Bandung 2015”, memperebutkan hadiah uang tunai dan piagam Ikapi Jabar. Kali ini Film Pendek merupakan filmisasi karya sastra Sunda.

Share on Facebook
Guruku Idolaku

Kategori: Pustaka | Diterbitkan pada: 06-11-2014 | Tidak ada komentar »

Menjadi Guru ProfesionalPublic Self merupakan sebuah jenis kepribadian yang sangat bagus dimiliki oleh seorang guru. Menginformasikan identitas yang penting, agar mudah dihubungi oleh murid. Punya akun dijejaring sosial, punya email, punya blog. Namun perlu diingat keterbukaan yang dimaksud tidak berarti harus menelanjangi diri, apalagi di depan kelas. Jika menulis status facebook, misalnya, menulislah kata-kata yang bermanfaat bagi siapapun yang membacanya, dengan bahasa yang segar dan cerdas. Jangan sampai over public self, dengan menginformasikan segala sesuatu yang kurang bermanfaat, terlebih jika terdorong oleh kegalauan tiada akhir. ”Masa sih bulan ini suami cuma ngasih uang Rp 500 ribu. Biarpun gajiku Rp10 juta, tapi kan masih kurang”. Atau… ”Jengkel banget sama anak yang duduknya di bangku paling depan. Kalau bapaknya gak cakep, pasti sudah kukeluarin saja dari kelas”. itu dua contoh status facebook seorang guru yang kurang baik.

Share on Facebook
Catatan Kecil Sebelum Lomba di ”Pesta Sastra 2014” Balai Bahasa Jabar

Kategori: Ruang Publik | Diterbitkan pada: 21-08-2014 | Tidak ada komentar »

Catatan Kecil DHIPA GALUH PURBA
 
Hari ini, Kamis, 21 Agustus 2014, jam 08.00 WIB akan digelar ”Festival Sastra” yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Jawa Barat, di Hotel Ibis, Jl. Braga No. 8, Bandung. Ada Lomba Musikalisasi Puisi, Lomba Bercerita, dan Lomba Membaca Cerpen.
Saya mendapat amanah dari Balai Bahasa Jabar untuk menjadi salahsatu juri Lomba Membaca […]

Share on Facebook
Lebih Selektif Menuangkan Ide Kreatif

Kategori: Produksi Film, Artikel Indonesia | Diterbitkan pada: 01-08-2014 | 1 Komentar »

Lebih Selektif Menuangkan Ide KreatifMaka, pada tahun 2014 ini, jika masih ada intstruktur penulisan kreatif yang mengajarkan bagaimana caranya memulai menulis, sepertinya kurang tepat. Apalagi jika diembel-embeli dengan pesan: tulislah dan ungkapkan segala apa yang ada dalam pikiranmu! Suatu ajaran yang keliru di zaman sekarang. Sebab, anak SD pun sudah terbiasa mengungkapkan apa yang dipikirkannya. Saat merasakan lapar, dia menulis status: ”kepingin baso”. Saat dimarahi ibunya, dia menulis status: ”Ibu jahaat…” dan lain-lain.

Share on Facebook
Gejala Positif Film Anak Negeri

Kategori: Produksi Film, Artikel Indonesia | Diterbitkan pada: 28-07-2014 | 1 Komentar »

Tenggelamnya Kapal Van Der WijckBelakangan ini ada kecenderungan positif berkenaan dengan perkembangan film nasional. Ada banyak film yang diangkat dari sebuah novel terpilih, yang kemudian disambut antusias oleh masyarakat penonton. Misalnya di tahun 2013 telah beredar di berbagai bioskop, film Refrain (diangkat dari novel karya Wina Efendi), Moga Bunda Disayang Allah (diangkat dari novel karya Tere Liye), Manusia Setengah Salmon (diangkat dari novel karya Raditia Dika), La Tahzan, dan lain sebagainya. Patut dinantikan juga, sebuah film yang diangkat dari novel mega best seller karya Dr. Buya HAMKA (Haji Abdul Malik Karim Amrullah), yang berjudul Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Sebuah novel roman yang terbit pertama kali pada tahun 1939, dan selalu diperkenalkan kepada para siswa sejak duduk di bangku SMP. Maka dari itu, film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, mestinya menjadi tontonan wajib pula bagi para siswa khususnya.

Share on Facebook
Film Bandung Kudu Manggung

Kategori: Produksi Film, Artikel Sunda | Diterbitkan pada: 27-07-2014 | 3 Komentar »

Diskusi FFBNILIK kana gebyarna acara Féstival Film Bandung 2012, tangtu baé ninggalkeun hiji pananya: mana ari film produksi urang Bandung? Padahal, dina sajarah perfilman Indonésia, sidik pisan anu ngamimitian nyieun film téh datangna ti Bandung. Sanajan anu boga vokalna urang Walanda, tapi film anu dijieunna Bandung pisan, malah Sunda pisan, nyatana film “Loetoeng Kasaroeng”, anu dina taun 1926 diproduksi ku NV Java Film Company, kalayan sutradarana G. Kruger jeung L. Heuveldorp. Kilang kitu, para pamaénna mah diwengku ku aktor-aktris pribumi. Ieu film munggaran di Indonésia téh mimiti diputer di kota Bandung, ti tanggal 31 Desember 1926 nepi ka 6 Januari 1927 di dua bioskop kakoncara, Bioskop Metropole jeung Bioskop Majestic.

Share on Facebook

Pencarian